Sriyani dan suaminya Ridwan adalah teman lama mamanya Tantri. Mereka baru saja menempati rumah baru di kompleks perumahan yang sama dengan mamanya Tantri. Senang mendapatkan tetangga yang merupakan teman lama, mamanya Tantri pun mengajak papanya Tantri dan juga Tantri untuk mengunjungi mereka. Saat baru pertama kali memasuki rumah tersebut, Tantri melihat sebuah bayangan aneh yang mengambang di sekitar ruang tamu. Tantri pun spontan mengejarnya, tapi malah dimarahi sama papanya karena dianggap tidak sopan. Bersamaan dengan itu, terdengar suara teriakan Sonia, anak kecil sebaya Tantri yang merupakan anak dari Sriyani dan Ridwan. Di kamarnya, Sonia sedang ketakutan karena melihat penampakan. Semuanya menghampiri, Tapi saat Tantri hendak memasuki kamar Sonia juga, tubuhnya malah terpental seolah kehadirannya ditolak.
Tantri merasa ada hal aneh yang menyelimuti rumah Sriyani dan Ridwan. Tantri menyarankan mereka agar pindah rumah, tapi mereka mengatakan kalau mereka tidak bisa pindah karena uang pembayaran rumah itu sudah mereka bayar penuh. Sejak tinggal di rumah itu, Sonia sering sekali bermain dan berbicara sendiri. Ternyata Sonia ditempeli oleh hantu anak kecil. Suatu hari, Sonia menemukan sebuah boneka di loteng, dan dia sangat suka dengan boneka tersebut. Sonia terus memainkan boneka tersebut, bahkan ia selalu membawanya kemanapun. Sejak memainkan boneka itu, Sonia berkali - kali mengalami kejadian -kejadian yang nyaris merenggut nyawanya.
Awalnya, semua orang mengira kalau hantu kecil yang menempeli Sonia yang selalu menyebabkan Sonia nyaris celaka. Sampai akhirnya, Tantri dapat petunjuk lain. Ternyata yang selalu membuat Sonia nyaris celaka bukan hantu kecil yang menempeli Sonia melainkan arwah jahat yang ada di dalam boneka tersebut. Setelah Tantri memberitaui semuanya soal boneka yang dimiliki Sonia, akhirnya mereka mengakhiri gangguan pada Sonia dengan membakar boneka tersebut. Setelah boneka tersebut dibakar, tidak ada gangguan apa - apa lagi yang mengancam jiwa Sonia.