Tantri mendapati sebuah penampakan yang mengerikan melalui mimpinya, dimana seorang nenek yang bernama mbah Sutari yang akan dihakimi warga yg marah karena dituduh sebagai jelmaan iblis pemakan bayi. Naluri Tantri sangat yakin kalau mbah Sutari yang berprofesi sebagai dukun beranak itu tidak bersalah dan hanyalah korban fitnah dari seseorang.
Tantri ingin sekali menolong mbah Sutari tapi Tantri tidak tau persis di mana kejadian tersebut terjadi. Dia hanya tau kejadian tersebut bertempat di sebuah klinik. Dalam usahanya mencari lokasi klinik tersebut muncul penampakan lain yang lebih mengerikan lagi, dimana seorang gadis bernama Alda yang dipaksa pacarnya untuk menggugurkan kandungan di sebuah klinik aborsi. Kejadian tersebut berakhir tragis dengan tewasnya Alda.
Arwah Alda penasaran dan gentayangan menghantui orang - orang dan membuat warga resah. Dia mencari
- cari keberadaan anaknya yang digugurkan paksa. Sementara orang tua Alda tidak percaya kalau arwah anaknya gentayangan, karena pacar Alda mengatakan kepada orang tua Alda kalau Alda meninggal karena kecelakaan lalu lintas.
Arwah Alda meminta bantuan Tantri untuk menyadarkan pacarnya dan mencari dimana keberadaan anaknya yang digugurkan tersebut. Orang tua Tantri menduga bahwa kejadian Alda dan kejadian mbah Sutari saling berkaitan. Tapi Tantri tidak bisa memastikannya, sebab Tantri harus mencari tau apa kaitannya kedua kejadian tersebut terlebih dahulu.
Setelah berusaha mencari, akhirnya penemuan Tantri berujung pada sebuah klinik bersalin yang ternyata menjalankan praktek aborsi ilegal. Ternyata di tempat itulah kejadian penganiayaan terhadap mbah Sutari dan tewasnya Alda terjadi. Setelahnya baru terungkap bahwa kedua kejadian tersebut diotaki oleh seorang bidan pemilik klinik yang bernama bidan Ruri. Ruri akhirnya terkena pasal tentang praktek aborsi ilegal dan dipenjara.