Kognitif, emosi, dan tindakan. 3 hal ini yg membuat seseorang terpengaruh oleh norma & nilai.
Setiap individu punya norma & nilai. Yg seiring waktu bisa berubah krn pengaruh sosial.
Seiring perkembangan zaman.. norma & nilai berubah.. disesuaikan dg keadaan.
Adaptasi -> konformitas -> akulturasi.
*Meskipun adaptasi dan konformitas melibatkan suatu bentuk penyesuaian, keduanya memiliki makna yang berbeda:
1. **Adaptasi:**
- **Definisi:** Adaptasi merujuk pada kemampuan atau proses berubah untuk dapat bertahan atau berfungsi lebih baik dalam suatu lingkungan tertentu.
- **Karakteristik:** Proses adaptasi dapat melibatkan perubahan fisik, perilaku, atau struktur organisma agar sesuai dengan lingkungan baru atau menghadapi tantangan tertentu.
- **Tujuan:** Tujuan adaptasi adalah untuk meningkatkan kelangsungan hidup atau kesejahteraan individu atau spesies.
2. **Konformitas:**
- **Definisi:** Konformitas adalah kecenderungan untuk menyesuaikan perilaku, keyakinan, atau nilai-nilai dengan norma atau harapan kelompok sosial.
- **Karakteristik:** Konformitas sering terjadi sebagai respons terhadap tekanan sosial atau ekspektasi kelompok, dan individu mungkin menyesuaikan diri dengan norma untuk mencapai penerimaan sosial.
- **Tujuan:** Tujuan konformitas seringkali berkaitan dengan keinginan untuk menghindari konflik sosial atau memperoleh dukungan dari kelompok.
Dengan kata lain, adaptasi lebih berfokus pada penyesuaian diri dengan lingkungan fisik atau situasional, sementara konformitas berkaitan dengan penyesuaian diri terhadap norma dan ekspektasi sosial dalam interaksi dengan orang lain. Meskipun keduanya melibatkan penyesuaian, konteks dan tujuan penyesuaian tersebut berbeda.*
Pengaruh sosial melibatkan berbagai komponen yang memainkan peran dalam cara individu berinteraksi dan bereaksi terhadap orang lain serta lingkungannya. Beberapa komponen pengaruh sosial termasuk:
1. **Konformitas:**
- **Definisi:** Kecenderungan untuk menyesuaikan perilaku atau pandangan dengan norma kelompok atau ekspektasi sosial.
- **Contoh:** Mengikuti mayoritas dalam suatu keputusan grup, meskipun mungkin tidak sepenuhnya sejalan dengan pandangan pribadi.
2. **Kepatuhan:**
- **Definisi:** Ketaatan terhadap perintah atau tuntutan dari orang atau otoritas tertentu.
- **Contoh:** Menjalankan instruksi atasan di tempat kerja atau mematuhi aturan di sekolah.
3. **Identifikasi:**
- **Definisi:** Menyamakan diri dengan atau mengidentifikasi diri dengan kelompok atau individu tertentu.
- **Contoh:** Mengadopsi gaya hidup atau nilai-nilai kelompok tertentu karena ingin merasa termasuk atau diterima.
4. **Pengaruh Minoritas:**
- **Definisi:** Kemampuan minoritas untuk memengaruhi mayoritas melalui konsistensi, keberanian, dan bukti yang kuat.
- **Contoh:** Sebuah pandangan minoritas yang secara bertahap memperoleh dukungan dan akhirnya merubah pendapat mayoritas.
5. **Sosialisasi:**
- **Definisi:** Proses di mana individu belajar dan menginternalisasi norma, nilai, dan perilaku yang diterima dalam masyarakat.
- **Contoh:** Anak-anak belajar etika, norma, dan nilai-nilai sosial melalui interaksi dengan keluarga, teman, dan lingkungan sekolah.
6. **Kepemimpinan:**
- **Definisi:** Pengaruh individu atau kelompok dalam mengarahkan, memotivasi, dan memandu perilaku orang lain.
- **Contoh:** Seorang pemimpin organisasi yang memotivasi timnya untuk mencapai tujuan bersama.
Kesepakatan (agreement) dapat dianggap sebagai hasil dari pengaruh sosial, tetapi secara langsung tidak selalu dianggap sebagai salah satu komponen utama pengaruh sosial. Meskipun demikian, proses mencapai kesepakatan seringkali melibatkan berbagai bentuk pengaruh sosial. Beberapa konsep yang terkait dengan kesepakatan dan dapat dianggap sebagai komponen pengaruh sosial termasuk:
1. **Negosiasi:**
- **Definisi:** Proses interaksi di mana pihak-pihak berusaha mencapai kesepakatan atau kompromi melalui diskusi dan tawar-menawar.
- **Kaitan dengan Pengaruh Sosial:** Negosiasi melibatkan pengaruh antarpihak untuk mencapai hasil yang diinginkan.
2. **Konflik dan Resolusi Konflik:**
- **Definisi:** Konflik merupakan perbedaan antara individu atau kelompok, sementara resolusi konflik mencakup usaha untuk mengatasi atau menyelesaikan konflik tersebut.
- **Kaitan dengan Pengaruh Sosial:** Proses resolusi konflik dapat melibatkan pengaruh sosial, di mana pihak-pihak berusaha memengaruhi satu sama lain untuk mencapai kesepakatan atau penyelesaian.
3. **Pengambilan Keputusan Grup:**
- **Definisi:** Proses di mana kelompok berusaha mencapai kesepakatan atau membuat keputusan bersama.
- **Kaitan dengan Pengaruh Sosial:** Anggota kelompok dapat mempengaruhi satu sama lain dalam mencapai kesepakatan atau mengambil keputusan yang diterima bersama.
Meskipun kesepakatan sendiri bukan komponen pengaruh sosial, tetapi bagaimana kesepakatan tersebut tercapai dan dipengaruhi oleh dinamika sosial mencerminkan pengaruh sosial dalam tindakan. Dalam konteks hubungan sosial dan dinamika kelompok, elemen-elemen seperti negosiasi, resolusi konflik, dan pengambilan keputusan grup adalah aspek-aspek penting yang melibatkan interaksi dan pengaruh sosial.
Konformitas, atau kecenderungan untuk menyesuaikan perilaku atau pandangan dengan norma sosial atau kelompok, dipengaruhi oleh berbagai faktor. Beberapa hal yang membentuk konformitas meliputi:
1. **Tekanan Sosial:**
- **Definisi:** Tekanan dari kelompok atau masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan norma yang ada.
- **Pentingnya:** Tekanan sosial dapat membentuk konformitas karena individu cenderung menghindari konflik atau penolakan sosial.
2. **Norma Sosial:**
- **Definisi:** Aturan atau harapan perilaku yang dianggap sesuai dalam suatu kelompok atau masyarakat.
- **Pentingnya:** Konformitas sering kali terjadi karena individu ingin mematuhi norma sosial agar diterima dan diakui dalam lingkungan tersebut.
3. **Kecenderungan untuk Penerimaan Sosial:**
- **Definisi:** Keinginan untuk diterima dan diakui oleh orang lain.
- **Pentingnya:** Kecenderungan ini mendorong konformitas karena individu dapat menyesuaikan perilaku mereka untuk memperoleh persetujuan sosial.
4. **Ketidakpastian:**
- **Definisi:** Kondisi di mana individu merasa tidak yakin atau tidak tahu cara terbaik bertindak.
- **Pentingnya:** Dalam situasi ketidakpastian, individu cenderung mencari petunjuk dari orang lain dan dapat lebih mungkin untuk konformitas.
5. **Ukuran Kelompok:**
- **Definisi:** Jumlah orang dalam kelompok yang mengungkapkan pandangan tertentu.
- **Pentingnya:** Semakin banyak orang dalam kelompok yang menyuarakan pandangan tertentu, semakin besar kemungkinan konformitas.
6. **Karakteristik Individu:**
- **Definisi:** Faktor-faktor seperti tingkat kepercayaan diri, kepribadian, dan nilai-nilai pribadi.
- **Pentingnya:** Individu dengan tingkat kepercayaan diri yang rendah atau yang sangat menghargai persetujuan orang lain mungkin lebih rentan terhadap konformitas.
Dinamika ini menunjukkan bahwa konformitas adalah hasil dari interaksi kompleks antara individu dan lingkungannya. Faktor-faktor sosial, psikologis, dan situasional saling berinteraksi untuk membentuk kecenderungan konformitas.
Penting untuk dipahami bahwa pengaruh sosial dapat bersifat kompleks dan sering kali melibatkan interaksi antara beberapa komponen ini. Faktor-faktor seperti budaya, konteks sosial, dan karakteristik individu juga memengaruhi bagaimana pengaruh sosial terjadi.