Langsung ke konten utama

ARWAH SINDEN PENCULIK ANAK

Sore itu, menjelang magrib,  terjadi kegegeran di kampungnya Tantri di luar kejadian nalar Tantri. Bagaimana mungkin seorang anak hilang padahal digandeng sama ibunya.  

Mamanya Tantri kebetulan lewat di situ, ada warga heboh berkerumun di dekat rumahnya Tantri. Warga bingung mencari anak yang hilang itu karena ibunya histeris dari tadi. Papanya Tantri juga ikut membantu warga mencari anak yang hilang itu. Tantri merasa terkejut dengan jenis hantu yang baru di lihatnya. Seram. Tantri baru pertama kali lihat hantu seperti itu. Hantu jenis abdi dalem membawa sapu lidi dan suka nembang lagu Jawa. Tantri sebenarnya mengetahui di mana anak itu berada, tapi mereka semua tidak mempercayainya,    mereka hanya menganggap Tantri berkhayal. Tapi seminggu kemudian anak itu berhasil ditemukan oleh polisi. Sudah tidak bernyawa, dan seperti yang dikatakan Tantri. Ada jari anak itu yang terpotong. 

Ternyata masalahnya nggak sampai di situ,  sepasang muda  -mudi, tetangganya Tantri, bernama Wina dan Yoga, turut menjadi korban hantu yang suka nembang itu. Wina berbohong kepada ibunya saat dimintai tolong membelikan obat. Wina mengatakan dia akan pergi ke pengajian, padahal sebenarnya Wina mau pacaran sama Yoga. Akhirnya musibah itu terjadi, setelah terdengar lagu Jawa dan orang menyapu dengan sapu lidi. Wina dan Yoga terjebak oleh hantu itu. Orang tua Wina sangat cemas, mereka bersama warga mencari Wina kemana-mana, sampai ke tempat yang sepi, tapi sudah seminggu pencarian, Wina dan Yoga belum ketemu. Lalu mau nggak mau Tantri pun terlibat.

Awalnya orang tua Wina meminta bantuan paranormal, tapi akhirnya paranormal itu meninggal. Saat Tantri ke sana bersama mamanya, mamanya terjebak oleh ilusi jahat di tempat tersebut. Tempat itu juga terkenal akan pasar hantunya. Mamanya Tantri dan Wina berhasil selamat, tapi Mamanya Tantri trauma dan selalu dihantui hantu nembang itu. Begitu juga dengan Wina, setelah kejadian itu,  Wina terkena gangguan jiwa dan tidak bisa bicara lagi, karena sewaktu dalam cengkraman hantu itu, lidahnya sempat dipotong. 

Papanya Tantri stress melihat mamanya Tantri selalu ketakutan dan seolah-olah dihantui sama hantu itu. Ia memutuskan membawa mamanya Tantri ke orang pintar. Tapi Tantri merasa, kalau mamanya dibawa ke orang pintar maka mamanya bisa gila. Lalu Tantri mengakhiri gangguan tersebut dengan membakar makam keramat hantu nembang itu dan membakar baju mamanya yang dipakai saat kejadian itu. Setelah makam keramat dan baju itu dibakar,  mamanya Tantri kembali normal. 

Satu pelajaran terberat dalam hidup Tantri. Kejadian yang hampir membuat mamanya Tantri mengalami gangguan jiwa. Tantri sangat bersyukur sekali Tuhan masih melindungi keluarganya. Aamiin.... 

Selesai.... 
 

Postingan populer dari blog ini

TUGAS BAHASA INDONESIA UT

Soal nomor 1:  Kedudukan Bahasa Indonesia: Bahasa Nasional dan Bahasa Negara Bahasa Indonesia memiliki dua kedudukan penting yang sering kali dianggap sama, padahal keduanya memiliki makna dan fungsi yang berbeda satu sama lain. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional bersifat sosiologis dan emosional, yakni berkaitan erat dengan identitas dan semangat pemersatu bangsa. Kedudukan ini tidak lahir dari sebuah undang-undang, melainkan tumbuh dari kesadaran kolektif para pemuda Indonesia yang diikrarkan melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 . Sejak saat itulah bahasa Indonesia diakui sebagai bahasa persatuan seluruh rakyat Indonesia. Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia mengemban empat fungsi utama. Pertama, ia berperan sebagai lambang kebanggaan nasional yang mencerminkan nilai-nilai luhur dan jati diri bangsa. Kedua, bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang identitas nasional yang menjadi ciri k...

DRAFT TUGAS ARTIKEL ILMIAH PPKN UT

Peran Keluarga dalam Membangun Demokrasi yang Beradab 📚 Pendahuluan Demokrasi di Indonesia adalah amanat konstitusional yang berlandaskan pada Pancasila. Namun, praktik demokrasi yang ideal tidak hanya diukur dari aspek prosedural, seperti pemilihan umum, melainkan dari kualitas keberadaban warganya dalam berinteraksi politik dan sosial. Demokrasi yang beradab (civilized democracy) menuntut adanya etika, moralitas, toleransi, dan tanggung jawab yang tinggi dari setiap individu (Al-khansa & Dewi, 2021). Sejak era reformasi, Indonesia menghadapi tantangan serius terhadap kualitas keberadaban ini. Reformasi, yang awalnya membawa euforia kebebasan, ironisnya turut menciptakan masalah baru seperti peningkatan korupsi, vandalisme, dan yang paling krusial, hilangnya karakter bangsa yang dulunya dikenal santun dan berbudaya (Rahardjo, 2010). Krisis karakter ini secara langsung mengancam fondasi demokrasi yang sehat. Fenomena ini menunjukkan adanya kelemahan dalam proses pembentukan karakt...

CHAT RANDOM PAK KETU

 [2/5 11:48 AM] +62 856-4843-2105: tadi ngga jadi maju soalnya kamu gaada [2/5 11:48 AM] +62 856-4843-2105: diundur minggu depan kelompok kita [8/5 6:40 PM] Elzandra Angelynora: Besok jadi online jam berapa kak.. aku barusan masuk grup info soalnya [8/5 6:56 PM] +62 856-4843-2105: kenapa kok keluar grup? [8/5 7:24 PM] Elzandra Angelynora: Yg grup informasi psi.a1 itu kan aku barusan masuk kak.. jadi nggak tau infonya. Kemarin semua grup kelas aku keluar soalnya kan kebanyakan grup dan kemarin nggak tau tiba-tiba jengkel sama anak-anak, nggak tau kenapa. [8/5 7:30 PM] +62 856-4843-2105: usia udah kepala 2, harusnya udah bisa ngontrol emosi lebih baik [8/5 7:31 PM] +62 856-4843-2105: besok online jam 1 siang [8/5 7:40 PM] Elzandra Angelynora: Iya kak.. pelan-pelan berusaha gitu, cuma kan karena efek PMS jadi tiba-tiba kayak gitu. Kalau bukan karena PMS nggak mungkin aku jengkel sama anak-anak secara tiba-tiba tanpa ada sebab yg jelas. [8/5 8:15 PM] +62 856-4843-2105: oalah [8/5 8:15 ...