Langsung ke konten utama

JAHATNYA PENGURUS PANTI

Bu Halimah adalah seorang perempuan tua yang tinggal tidak jauh dari rumah Tantri. Karena itu, Tantri dan bu Halimah sangat dekat. Sebab, Tantri dan bu Halimah sering jalan  -  jalan sore bersama di taman. Suatu ketika, anak dan menantu bu Halimah memutuskan untuk membawa bu Halimah ke panti jompo. 

Hal itu membuat Tantri menjadi kuatir. Tantri kuatir karena mimpi buruknya tentang panti jompo yang dihuni banyak arwah penasaran. 

Tantri ngotot kepada orang tuanya untuk minta diantar ke tempat bu Halimah. Ternyata di panti tersebut, bu Halimah kerap diteror, bahkan sempat jatuh dari tangga. Beberapa staf dan perawat panti itu juga sering sekali diteror sama roh gentayangan yang ada di sana. Tapi seorang pengurus panti bernama Didit tidak mempercayai hal tersebut walau dirinya kerap didatangi oleh arwah penasaran. Karena dia tidak memikirkan hantu yang ada di pikirannya hanya harta. 

Didit selalu sok baik dan perhatian kepada semua penghuni panti. Tapi, di balik sikapnya yang baik itu, ternyata aslinya Didit itu sangat jahat. Ia dengan tega membunuh satu persatu penghuni yang ada di panti itu, dan mengatakan kepada anak  -  anak mereka kalau orang tuanya dalam keadaan baik    -    baik    saja. Padahal, itu semua cuma akal  -    akalan dia agar anak   -    anak mereka terus mengirimkan uang ke panti itu. Hasilnya, Didit mendapat keuntungan besar. Tanpa diduga, Didit juga ingin menghabisi nyawa bu Halimah demi keuntungan pribadi. Hal itu membuat Tantri semakin kuatir, selalu meminta mama dan papa Untuk mengantarkannya ke panti jompo. 

Sesampainya di sana, ternyata benar firasat Tantri. Bu Halimah benar   -    benar dalam bahaya, karena dirinya dikejar  -   kejar oleh Didit untuk dibunuh. Ternyata, bu Halimah disembunyikan oleh arwah Bu Rati.Bu Rati tidak ingin bu Halimah dihabisi oleh Didit. Keadaan panti semakin kacau, karena arwah -  arwah itu mendesak Didit  untuk bertanggung jawab. Akhirnya perbuatan Didit terungkap, dia dijebloskan ke penjara. Sejak itu, di panti keadaannya lebih tenang, dan tidak ada lagi teror dari makhluk gaib. Arwah bu Rati yang memberi pelajaran ke Cindy. Sejak saat itu, penyakit Cindy nggak main  - main. Kedua kakinya lumpuh dan mengalami traumatik yang mendalam. Sejak itu, Cindy mau merawat bu Halimah. Tantri senang bisa menolong bu Halimah dari marabahaya. Haruslah banyak berbuat baik untuk menambah karma baik. Dekatkanlah diri kita kepada yang maha kuasa. Aamiin... 


Selesai... 

Postingan populer dari blog ini

TUGAS BAHASA INDONESIA UT

Soal nomor 1:  Kedudukan Bahasa Indonesia: Bahasa Nasional dan Bahasa Negara Bahasa Indonesia memiliki dua kedudukan penting yang sering kali dianggap sama, padahal keduanya memiliki makna dan fungsi yang berbeda satu sama lain. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional bersifat sosiologis dan emosional, yakni berkaitan erat dengan identitas dan semangat pemersatu bangsa. Kedudukan ini tidak lahir dari sebuah undang-undang, melainkan tumbuh dari kesadaran kolektif para pemuda Indonesia yang diikrarkan melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 . Sejak saat itulah bahasa Indonesia diakui sebagai bahasa persatuan seluruh rakyat Indonesia. Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia mengemban empat fungsi utama. Pertama, ia berperan sebagai lambang kebanggaan nasional yang mencerminkan nilai-nilai luhur dan jati diri bangsa. Kedua, bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang identitas nasional yang menjadi ciri k...

DRAFT TUGAS ARTIKEL ILMIAH PPKN UT

Peran Keluarga dalam Membangun Demokrasi yang Beradab 📚 Pendahuluan Demokrasi di Indonesia adalah amanat konstitusional yang berlandaskan pada Pancasila. Namun, praktik demokrasi yang ideal tidak hanya diukur dari aspek prosedural, seperti pemilihan umum, melainkan dari kualitas keberadaban warganya dalam berinteraksi politik dan sosial. Demokrasi yang beradab (civilized democracy) menuntut adanya etika, moralitas, toleransi, dan tanggung jawab yang tinggi dari setiap individu (Al-khansa & Dewi, 2021). Sejak era reformasi, Indonesia menghadapi tantangan serius terhadap kualitas keberadaban ini. Reformasi, yang awalnya membawa euforia kebebasan, ironisnya turut menciptakan masalah baru seperti peningkatan korupsi, vandalisme, dan yang paling krusial, hilangnya karakter bangsa yang dulunya dikenal santun dan berbudaya (Rahardjo, 2010). Krisis karakter ini secara langsung mengancam fondasi demokrasi yang sehat. Fenomena ini menunjukkan adanya kelemahan dalam proses pembentukan karakt...

CHAT RANDOM PAK KETU

 [2/5 11:48 AM] +62 856-4843-2105: tadi ngga jadi maju soalnya kamu gaada [2/5 11:48 AM] +62 856-4843-2105: diundur minggu depan kelompok kita [8/5 6:40 PM] Elzandra Angelynora: Besok jadi online jam berapa kak.. aku barusan masuk grup info soalnya [8/5 6:56 PM] +62 856-4843-2105: kenapa kok keluar grup? [8/5 7:24 PM] Elzandra Angelynora: Yg grup informasi psi.a1 itu kan aku barusan masuk kak.. jadi nggak tau infonya. Kemarin semua grup kelas aku keluar soalnya kan kebanyakan grup dan kemarin nggak tau tiba-tiba jengkel sama anak-anak, nggak tau kenapa. [8/5 7:30 PM] +62 856-4843-2105: usia udah kepala 2, harusnya udah bisa ngontrol emosi lebih baik [8/5 7:31 PM] +62 856-4843-2105: besok online jam 1 siang [8/5 7:40 PM] Elzandra Angelynora: Iya kak.. pelan-pelan berusaha gitu, cuma kan karena efek PMS jadi tiba-tiba kayak gitu. Kalau bukan karena PMS nggak mungkin aku jengkel sama anak-anak secara tiba-tiba tanpa ada sebab yg jelas. [8/5 8:15 PM] +62 856-4843-2105: oalah [8/5 8:15 ...