Tantri baru saja melihat tetangga barunya, bernama Ratna yang baru saja pulang kemping. Tantri kaget saat Ratna diikuti oleh sesosok hantu berpakaian jawara jaman dulu. Dan Ratna juga diikuti oleh hantu kuntilanak bergaun merah. Hantu kuntilanak bergaun merah ini adalah kiriman dari seseorang yang cintanya ditolak sama Ratna. Tantri bisa berhasil membantu Ratna untuk menghilangkan hantu kuntilanak yang menterornya. Bu Sasan orangtuanya Ratna sangat berterima kasih kepada Tantri karena sudah menghilangkan hantu kuntilanak bergaun merah itu dari Ratna. Dugaan Tantri sesuai sama dugaan Adhi, pacarnya Ratna kalau Ratna itu diguna-guna, tapi Adhi tidak tau siapa yang mengguna- gunai Ratna. Dengan perantara kain kafan yang ditemukan sama Tantri, akhirnya Tantri bisa melihat secara jelas dengan mata batinnya siapa sebenarnya yang mengguna- gunai Ratna. Ternyata orang itu adalah Ryan. Ryan ini pernah beberapa kali menyatakan cintanya kepada Ratna. Tetapi Ratna berulang kali menolaknya, Bahkan dia menghina Ryan dengan mengatakan kalau Ryan itu cowok goblok gak tau diri, bukan levelnya Ratna. Penghinaan dari Ratna itulah yang membuat si Ryan jadi sakit hati dan mengguna- gunai Ratna. Ryan juga menaburkan tanah kuburan di sekitar rumah Ratna. Lalu Tantri dan Adhi menyiramkan air garam ke tanah kuburan itu dan membuangnya. Kain kafan yang ditemukan Tantri akhirnya dibakar sama Tantri, dan hantu kuntilanak itupun hilang kepanasan. Pak Santoso dan Bu Sasan berterima kasih sekali sama Tantri, karena sudah menyembuhkan anaknya. Dan Ryan pun akhirnya menerima karmanya, gara-gara takut diteror sama hantu kuntilanak yang berbalik kepada dirinya itu dia jadi mati tertabrak mobil. Tapi masalah itu belum selesai, ternyata Ratna masih diteror sama hantu berpakaian jawara jaman dulu itu. Hantu jawara tersebut marah karena Ratna telah ceroboh membuang pembalut bekas yang sudah dipakainya ke danau tempat hantu jawara tersebut bersemayam. Hantu itu ingin membawa jiwanya Ratna ke alamnya. Tantri juga menjelaskan kepada Pak Santoso dan Bu Sasan kalau hantu jawara itu di masa lalunya adalah mantan perampok yang sadis. Dia meninggal karena kalah bertarung. Karena dia memiliki ilmu hitam dan menyekutukan Tuhan, maka arwahnya tidak diterima di langit dan di bumi. Tantri berusaha keras menolong tetangganya itu, kemudian Tantri menggambar sebuah ayam hitam dan putih, serta pakaian. Pak Santoso bertanya apa maksud ayam hitam dan putih itu beserta pakaian. Tantri mengatakan maksud gambar ayam hitam dan putih itu, Pak Santoso harus membagi-bagikan ayam kampung kepada orang-orang yang tidak mampu, agar karma baik dan keberkahan selalu bersama Ratna. Sedangkan maksud dari gambar pakaian itu, Pak Santoso harus membuang pakaian yang dipakai oleh Ratna waktu kemping kemarin, kalau Pak Santoso tidak menginginkan Ratna dibawa hantu jawara. Setelah itu, besoknya pada malam bulan purnama sesuai saran Tantri, Pak Santoso membagi-bagikan ayam kampung kepada orang-orang miskin yang tinggal di sekitar danau. Dan di malam itu juga, Tantri bersama papanya pergi ke danau untuk membuang pakaian yang dikenakan Ratna sewaktu kemping. Mamanya Tantri yang di rumah juga kena teror hantu jawara itu, Bu Sasan yang ketakutan karena suaminya belum juga pulang sampai larut malam, dan kakaknya Tantri menjaga neneknya. Kursi roda neneknya Tantri sempat didorong sampai ke teras depan rumah oleh hantu jawara itu, tapi untung bisa dicegah sama temen hantunya Tantri. Dan di malam itu juga masalahnya semua usai. Lalu Apa selanjutnya yang terjadi pada keluarga Pak Santoso? Sejak kejadian itu Pak Santoso memutuskan untuk pindah rumah, karena keluarganya trauma dengan kejadian itu, apalagi Bu Sasan. Dia tidak menginginkan kejadian yang dialami Ratna itu terulang lagi.
Soal nomor 1: Kedudukan Bahasa Indonesia: Bahasa Nasional dan Bahasa Negara Bahasa Indonesia memiliki dua kedudukan penting yang sering kali dianggap sama, padahal keduanya memiliki makna dan fungsi yang berbeda satu sama lain. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional bersifat sosiologis dan emosional, yakni berkaitan erat dengan identitas dan semangat pemersatu bangsa. Kedudukan ini tidak lahir dari sebuah undang-undang, melainkan tumbuh dari kesadaran kolektif para pemuda Indonesia yang diikrarkan melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 . Sejak saat itulah bahasa Indonesia diakui sebagai bahasa persatuan seluruh rakyat Indonesia. Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia mengemban empat fungsi utama. Pertama, ia berperan sebagai lambang kebanggaan nasional yang mencerminkan nilai-nilai luhur dan jati diri bangsa. Kedua, bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang identitas nasional yang menjadi ciri k...