Saat Tantri diajak mamanya ke rumah makan teman mamanya yang bernama Nita, Tantri merasa ketakutan, karena menurut mata batin Tantri, resto yang terlihat mewah, bagus, bersih, dan ramai pengunjung itu, sebenarnya menurut penglihatan Tantri resto itu gelap, suram, kotor, dan juga banyak tikusnya. Tantri bilang ke mamanya, kalau tante Nita memakai penglaris dengan tumbal janin kandungannya agar usahanya lancar. Oleh karena itu, Tantri melarang mamanya kerja di restoran milik temannya itu. Tentu saja mamanya Tantri kaget dan tidak mempercayai Tantri, karena menurut pandangan mamanya selama ini, Nita dan suaminya adalah orang yang rajin beribadah. Tante Nita saat itu sedang hamil tujuh bulan.
Tantri tak bisa menahan dirinya untuk berlama - lama di rumah makan itu, karena setan nenek - nenek dan lima arwah anak - anak terus mengganggunya. Lalu Tantri pun keluar dari rumah makan itu, mamanya Tantri merasa nggak enak sama temannya pemilik resto itu, dengan sikap aneh Tantri. Tante Nita juga bingung dengan sikap anehnya Tantri itu.
Tengah malam, Tantri mendapat gambaran dari mata batinnya kalau bayi yang ada di dalam kandungan tante Nita akan diambil sama arwah nenek - nenek dari rumah makannya tante Nita. Tantri lantas membangunkan mama dan papanya seraya mengajak orang tuanya untuk pergi ke rumah tante Nita agar bayinya Nita nggak diambil sama hantu itu
Tapi ditolak sama mamanya karena ia masih tidak mempercayai omongan Tantri. Tantri kecewa dan sedih. Dia memberi ancaman ke mamanya kalau mamanya masih nggak percaya sama Tantri, maka besok pagi akan menerima kabar buruk dari tante Nita. Benar saja, besok paginya mamanya Tantri menerima kabar dari temannya yang bernama Nita itu, kalau bayi dalam perutnya benar - benar hilang secara misterius tanpa bekas dan medis tidak bisa menjelaskan tentang hal itu. Suaminya Nita bercerita, kalau kehamilan Nita ini sudah yang keenam kalinya. Dua kali keguguran, dua kali bisa melahirkan tapi anaknya meninggal saat dilahirkan, dan dua kali kehilangan anaknya pada saat usia kandungan empat dan tujuh bulan. Mamanya Tantri hanya bisa menyesali diri sendiri, andai dia percaya dengan ucapan Tantri. Kejadian itu benar-benar diluar akal sehat manusia, bagaimana mungkin bayi dalam kandungan bisa hilang. Tapi itulah yang terjadi.
Mamanya Tantri masih penasaran, apa benar temannya itu memakai penglaris supaya usahanya lancar. Tapi di tengah perjalanan, setan nenek - nenek dan lima arwah anak - anak terus mengganggunya. Saat mamanya Tantri lagi nyetir mobil, seluruh tubuhnya dikendalikan oleh makhluk gaib sampai tidak bisa digerakkan dan nyaris celaka. Untung Tantri mengetahuinya dan segera menyelamatkan mamanya dibantu sama Bu Ria.
Di sekolah Tantri juga mendapat masalah lain. Ada anak bernama Clara yang terlihat murung, anak ini sempat diganggu sama Rio dan teman - temannya. Lalu Clara kemasukan arwah anak - anak bernama Risma. Clara yang kerasukan arwah Risma sempat menghajar Rio dan kawan - kawan, untungnya bisa dicegah sama Bu Ria dan guru - guru lainnya. Pak Budi, ayahnya Clara, datang ke sekolah menjemput Clara yang habis pingsan karena kesurupan. Tantri coba menjelaskan kepada pak Budi kalau cincin batu akik yang dipakainya itu memunculkan aura negatif yang menyebabkan dirinya sering mengasari Clara. Karena dibilangi seperti itu dia tersinggung sama Tantri dan mengasari Tantri.
Arwah Risma ini dulunya adalah arwah anak - anak yang sering dikasari sama ayahnya. Makanya arwah ini sering merasuki tubuh Clara untuk membantu Clara melawan saat di kasari sama pak Budi.
Akhirnya Tantri menemukan cara agar teror ini berhenti. Cara satu-satunya adalah membakar tempat pemujaan yang digunakan oleh Nita untuk memuja setan di dekat rumah makannya, karena pada saat yang bersamaan, papa mamanya Tantri yang dalam perjalanan menuju ke restorannya tante Nita untuk menyelidiki resto itu malah kena gangguan dari arwah nenek -nenek dan lima arwah anak - anak. Setelah tempat pemujaan itu dibakar, teror itu berhenti. Nita dan suaminya jatuh miskin setelah mendapat hukuman dari Tuhan. Nita tidak bisa hamil lagi, menderita kanker rahim. Sementara suaminya kena stroke. Tantri Semoga Tuhan selalu menjagamu. Selama kamu di jalan yang benar, sampai kamu dewasa nanti, Tuhan selalu melindungi kamu senantiasa. Aamiin...