Langsung ke konten utama

TANTRI DITEROR HANTU DALANG

Malam itu, malam Jumat Kliwon, Tantri ketakutan karena diteror oleh hantu dalang yang membawa wayang Kurawa. Tantri ketakutan karena hanya bisa melihat bayangannya saja, tidak bisa melihat wujud aslinya. Pada malam itu, Mama, Papa, dan Kakaknya Tantri tidak ada di rumah, lagi pergi ke Kediri untuk menghadiri hajatan pernikahan saudara. 

Lagi- lagi Tantri ditinggal sendirian bersama neneknya. Konten saja, saat orang tua dan kakaknya Tantri kembali ke Sidoarjo, mereka sangat kaget melihat ketakutan Tantri, biasanya Tantri tidak pernah takut melihat makhluk makhluk astral, tapi kali ini dia takut dengan hantu dalang yang menterornya. Karena diteror oleh hantu dalang itu, Tantri tidak mau keluar rumah dan bersekolah. Tantri merasa aman di dalam rumah. 

Sementara itu, di lain tempat, sosok hantu anak-anak menteror Tomy, suami Rossa, keponakan tante Nanik. Tante Nanik yang merupakan teman mamanya Tantri pun diajak untuk bertemu Tantri. Tantri lalu menjelaskan kepada Rossa kalau Tommy pernah melakukan  Karma buruk di masa lalu yaitu membuang 3 janin hasil aborsi. Memang, beberapa hari sebelum ketemu Tantri, Rossa saat malam hari sempat didatangi oleh hantu wanita berpakaian gaun pengantin yang membawa stroller yang ada bayinya. Katanya hantu wanita itu, bayi itu adalah anaknya Tomy. Tomy menggugurkan anak-anak itu tempat di malam menjelang pernikahan pertamanya dulu sebelum Tomy menikahi Rossa. Dan malam itu Rossa sangat syok karena perempuan itu mengancam Tomy dan Rossa akan mati jika Tomy tidak mau mempertanggungjawabkan perbuatannya.  Dan Tantri pun memberi penjelasan yang sama kepada Rossa. Rossa merasa sangat marah sama Tantri, karena suaminya itu tidak seperti yang Tantri pikirkan. Setelah Rossa mendatangi Tantri, rupanya Tomy semakin diteror sama hantu wanita bergaun pengantin itu. Hantu itu bersama hantu anak-anak menyeret Tomy ke suatu tempat. Rossa pun segera mencari suaminya yang menghilang. Di saat bersamaan , Tantri pun mempunyai firasat buruk tentang Tomy. Tantri dan Mamanya bergegas menuju ke tempat yang dimaksud. Benar saja, hantu wanita bergaun pengantin itu bersama hantu  anak-anak menteror Tomy. Tomy didesak untuk bertanggung jawab atas perbuatannya yang menggugurkan janin janin itu. Hantu anak-anak itu ngegelendotin tubuh Tomy sampai Tomy tidak bisa bergerak kemana-mana. Hantu wanita bergaun pengantin itu marah dan membunuh Tomy dengan cara merasuki tubuh Rossa. Rasa sedih sekali kehilangan suami yang sangat dicintainya itu. Kematian Tomy sekaligus mengakhiri teror hantu dalang yang menteror Tantri. Ternyata hantu dalang yang membawa wayang Kurawa dan hantu janin-janin itu berhubungan satu sama lain. Akhirnya Tantri terbebas dari masalah hantu dalang itu.  Tantri pum bisa bersekolah dan beraktivitas normal kembali. 


Selesai.

Postingan populer dari blog ini

TUGAS BAHASA INDONESIA UT

Soal nomor 1:  Kedudukan Bahasa Indonesia: Bahasa Nasional dan Bahasa Negara Bahasa Indonesia memiliki dua kedudukan penting yang sering kali dianggap sama, padahal keduanya memiliki makna dan fungsi yang berbeda satu sama lain. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional bersifat sosiologis dan emosional, yakni berkaitan erat dengan identitas dan semangat pemersatu bangsa. Kedudukan ini tidak lahir dari sebuah undang-undang, melainkan tumbuh dari kesadaran kolektif para pemuda Indonesia yang diikrarkan melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 . Sejak saat itulah bahasa Indonesia diakui sebagai bahasa persatuan seluruh rakyat Indonesia. Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia mengemban empat fungsi utama. Pertama, ia berperan sebagai lambang kebanggaan nasional yang mencerminkan nilai-nilai luhur dan jati diri bangsa. Kedua, bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang identitas nasional yang menjadi ciri k...

DRAFT TUGAS ARTIKEL ILMIAH PPKN UT

Peran Keluarga dalam Membangun Demokrasi yang Beradab 📚 Pendahuluan Demokrasi di Indonesia adalah amanat konstitusional yang berlandaskan pada Pancasila. Namun, praktik demokrasi yang ideal tidak hanya diukur dari aspek prosedural, seperti pemilihan umum, melainkan dari kualitas keberadaban warganya dalam berinteraksi politik dan sosial. Demokrasi yang beradab (civilized democracy) menuntut adanya etika, moralitas, toleransi, dan tanggung jawab yang tinggi dari setiap individu (Al-khansa & Dewi, 2021). Sejak era reformasi, Indonesia menghadapi tantangan serius terhadap kualitas keberadaban ini. Reformasi, yang awalnya membawa euforia kebebasan, ironisnya turut menciptakan masalah baru seperti peningkatan korupsi, vandalisme, dan yang paling krusial, hilangnya karakter bangsa yang dulunya dikenal santun dan berbudaya (Rahardjo, 2010). Krisis karakter ini secara langsung mengancam fondasi demokrasi yang sehat. Fenomena ini menunjukkan adanya kelemahan dalam proses pembentukan karakt...

CHAT RANDOM PAK KETU

 [2/5 11:48 AM] +62 856-4843-2105: tadi ngga jadi maju soalnya kamu gaada [2/5 11:48 AM] +62 856-4843-2105: diundur minggu depan kelompok kita [8/5 6:40 PM] Elzandra Angelynora: Besok jadi online jam berapa kak.. aku barusan masuk grup info soalnya [8/5 6:56 PM] +62 856-4843-2105: kenapa kok keluar grup? [8/5 7:24 PM] Elzandra Angelynora: Yg grup informasi psi.a1 itu kan aku barusan masuk kak.. jadi nggak tau infonya. Kemarin semua grup kelas aku keluar soalnya kan kebanyakan grup dan kemarin nggak tau tiba-tiba jengkel sama anak-anak, nggak tau kenapa. [8/5 7:30 PM] +62 856-4843-2105: usia udah kepala 2, harusnya udah bisa ngontrol emosi lebih baik [8/5 7:31 PM] +62 856-4843-2105: besok online jam 1 siang [8/5 7:40 PM] Elzandra Angelynora: Iya kak.. pelan-pelan berusaha gitu, cuma kan karena efek PMS jadi tiba-tiba kayak gitu. Kalau bukan karena PMS nggak mungkin aku jengkel sama anak-anak secara tiba-tiba tanpa ada sebab yg jelas. [8/5 8:15 PM] +62 856-4843-2105: oalah [8/5 8:15 ...