Tantri didatangi oleh arwah penasaran seorang gadis muda, arwah itu sempat mengganggu Tantri sehingga membuat Tantri cukup tersiksa dan tidak bisa tidur. Gadis itu meminta tolong kepada Tantri untuk menyampaikan pesan kepada seseorang yang bernama Pak Trisno. Tantri tadinya sempat mendatangi Pak Trisno dan menyampaikan pesan kepada Pak Trisno sesuai dengan apa yang dikatakan oleh arwah gadis itu. Tantri menjadi semakin terkejut setelah tau kalau hantu gadis itu ingin balas dendam kepada keluarga Pak Trisno. Ketika Tantri tau hantu itu mau mencelakakan Pak Trisno dan keluarganya, dia menolak. Tapi karena hantu gadis itu terus mendesaknya dan Tantri menolak, hantu gadis itu sempat membuat dirinya, mamanya, dan Papanya nyaris celaka. Hantu gadis muda itu bekerjasama dengan hantu penunggu pohon yang ada di rumah Pak Trisno. Rupanya hantu penunggu pohon itu juga dendam kepada Pak Trisno karena pohon itu mau ditebang, makhluk halus itupun marah. Tantri sempat memperingatkan kepada Pak Trisno agar jangan menebang pohon tempat makhluk halus itu berada, tapi Pak Trisno malah menganggap Tantri itu aneh dan kurang waras. Keanehan mulai terjadi setelah itu, istri Pak Trisno mulai kerasukan hantu anak muda itu. Sehari, dua hari, tiga hari, seminggu, dua minggu, sebulan, sampai berbulan-bulan belum juga membaik. Tantri dan keluarganya sangat prihatin terhadap kejadian yang menimpa keluarga Pak Trisno itu. Hingga pada suatu malam, Tantri mendapat firasat bahwa Tina (anaknya Pak Trisno), akan tenggelam di danau karena kena pengaruh hantu gadis muda itu, yang menyamar sebagai mamanya. Tantri buru-buru ke danau, Papa mamanya segera menyusul Tantri , namun tidak langsung ke danau, melainkan ke rumah Pak Trisno terlebih dahulu. Orang tuanya Tantri merasa keheranan karena tidak biasanya rumah Pak Trisno terbuka malam-malam. Pasti ada sesuatu yang tidak beres, pikir orang tua Tantri. Setelah itu, mereka pun menyusul ke danau, sebab Tantri pernah bercerita kepada mamanya kalau Tina akan tenggelam di danau karena pengaruh makhluk halus. Benar saja, Tina sudah terpengaruh oleh hantu itu yang menyamar sebagai mamanya. Papanya Tantri pun menceburkan diri ke danau untuk menyelamatkan Tina. Malam itu waktu berjalan sangat lambat, mamanya Tantri dan Tantri menunggu di tepi danau. Jantung mamanya Tantri berdegup kencang, Ia tak berhenti berdoa memohon keselamatan kepada Tuhan, berharap agar Tantri, dirinya, Papanya Tantri, baik-baik saja. Ia juga memohon kepada Tuhan agar Tina bisa diselamatkan, dalam waktu yang berjalan lambat itu Tantri terus saja menangis. Sampai akhirnya tepat pada pukul 5 subuh, setelah Papanya Tantri menyelam selama sekitar 3 jam di danau, akhirnya Tina bisa diselamatkan. Penunggu pohon itu marah karena gagal mencelakai Tina. Bahkan di pagi harinya, saat Papanya Tantri mau mengantar kakaknya Tantri berangkat sekolah, hantu gadis muda itu hampir saja mencelakakan Papa dan Kakaknya Tantri, sebab pada saat itu mobilnya tiba-tiba jalan sendiri. Untung Papanya dan kakaknya selamat, hanya memar di bagian dahi karena terbentur ke bagian depan kursi mobil. Sementara itu istri Pak Trisno masih kesurupan, Pak Trisno sudah mengobati istrinya kemana-mana. Dukun, orang pintar, spiritual, Paranormal, entah apalah namanya mamanya Tantri tidak mengerti. Buat mengobati istrinya yang kesurupan itu, tapi tidak kunjung berhasil. Memang hidup ini akan selalu ada karma baik dan juga karma buruk. perbuatan buruk yang dilakukan oleh Pak Trisno di masa lalu kini harus dibayarnya sekarang. Tantri lalu mendapat vision bahwa pada masa lalu, Pak Trisno telah melakukan kejahatan dengan merampok uang dari gadis muda itu dan ibunya. Pak Trisno tidak mengerti, Kalau setelah dirinya merampas uang dari gadis muda itu dan ibunya, si anak langsung tewas tertabrak mobil sementara ibunya lumpuh. setelah mendapat vision seperti itu, Tantri segera mendatangi rumah Pak Trisno. Dan ia memerintahkan Pak Trisno untuk mendatangi rumah Ibu dari gadis muda itu guna meminta maaf. beruntung Pak Trisno masih mau menuruti permintaan Tantri, Karena dengan meminta maaf itulah cara satu-satunya untuk menyembuhkan istrinya yang kesurupan. Pak Trisno minta maaf kepada ibu itu, dia menjelaskan kalau dia waktu itu gelap mata karena sedang kelaparan sekali. Setelah merampok ibu itu, Pak Trisno tidak mengerti Kalau Ibu itu ditabrak mobil dan kemudian lumpuh. ibu itu memaafkan Pak Trisno lalu meninggal dunia. Arwah gadis muda itu senang bisa melihat ibunya lagi, dan mereka tidak lagi mengganggu karena Pak Trisno dan keluarganya sudah minta maaf kepada arwah gadis muda itu dan ibunya. Mamanya Tantri sampai salut kepada ibu itu, betapa mulianya ibu yang bernama Bu Ratmi itu. karena dia masih mau membukakan pintu maafnya kepada Pak Trisno. Tantri berpikir, semuanya setelah ini akan selesai. Nyatanya enggak, dalam perjalanan menuju pulang ke rumah eh ternyata hantu itu masih ingin mencelakai keluarga Tantri. berkat doa Tantri dan Papanya akhirnya hantu itu bisa hilang. Tantri mengambil pelajaran dari kisah itu bahwa kita sebagai manusia harus saling menebar kebaikan bukan saling menebar kejahatan. kita haruslah mau mengakui kesalahan dan berani minta maaf jika merasa punya salah. dan jika ada orang lain yang bersalah kepada kita dan mereka meminta maaf, haruslah kita membuka pintu maaf bagi mereka. bahkan sangat baik jika kita sudah memaafkan mereka yang berbuat jahat kepada kita walaupun mereka belum minta maaf atau tidak meminta maaf kepada kita.
Selesai....