Tantri didatangi oleh hantu nenek kepala sengklek dan hantu perempuan. Kedua hantu tersebut meminta pertolongan kepada Tantri, lalu Tantri mendapat gambaran dari mata batinnya, kalau hantu nenek - nenek itu matinya dibunuh, didorong dari lantai dua rumahnya. Kemudian hantu perempuan itu matinya juga dibunuh, dibekap pakai bantal sama seorang lelaki. Padahal perempuan itu lagi sakit.
Kemudian Tantri tau dari mata batinnya, kalau kedua hantu tersebut memiliki hubungan darah semasa hidupnya. Mereka berdua itu adalah ibu dan anak. Sedangkan pelaku pembunuhan tersebut konon adalah menantunya, yang bernama Raka. Raka lah yang membunuh istrinya sendiri, dan dia juga yang membunuh ibu mertuanya alias ibu dari istrinya. Tapi kesalahan itu dilempar ke Beri, anak tirinya alias anak kandungnya istrinya Raka.
Tantri mencoba membongkar kasus kejahatan ini. Tapi kali ini, orang tuanya menentang keras. Karena orang tuanya Tantri berfikir akan ada bahaya yang mengancam Tantri jika Tantri ikut campur dalam masalah ini. Karena kasus yang dihadapi Tantri adalah kasus kriminal, pembunuhan. Tapi meskipun sudah dilarang sama orang tuanya, Tantri tetap tidak bisa menolak panggilan mata batinnya untuk selalu siap menolong orang lain dimanapun dan kapanpun.
Di sekolah Tantri, ada guru baru yang masih muda berjilbab. Guru itu bernama Bu Ria. Tapi yang membuat Tantri lebih terkejut adalah Ria dekat dengan Raka, sudah tunangan dan berencana akan menikah. Tantri tidak tinggal diam melihat Ria yang orang baik dekat dengan Raka yang jahat. Tantri mencoba meyakinkan Bu Ria dengan dibantu oleh Bu Eva, tapi Ria jadi bingung dan takut dengan ucapan Tantri. Raka sendiri kaget, kalau Tantri mengetahui semua dosa - dosanya di masa lalu, membunuh istri dan mertuanya. Tetapi, Tantri tetap berusaha meskipun Bu Ria itu tidak mempercayainya. Tantri terus mengikuti Bu Ria, karena Bu Ria sedang berada dalam masalah, sebab hantu ibunya Beri atau hantu istrinya Raka terus menempel pada Ria. Hantu itu berencana menggunakan jasad Ria untuk membalaskan dendamnya kepada Raka.
Papa dan mamanya Tantri selalu dibuat kalang kabut dengan kelakuan Tantri yang sekarang ini dengan kenekatannya membantu gurunya itu. Hingga suatu hari, Tantri nggak kunjung pulang dari sekolah. Hari sudah sore, tapi Tantri belum juga pulang dari sekolah. Mamanya Tantri sudah mencoba menghubungi sekolahan, tapi sekolahan bilang Tantri sudah pulang dari tadi. Papa mamanya Tantri jadi cemas dan sekaligus geram dengan Tantri. Papa dan mamanya Tantri mencemaskan keselamatan Tantri. Orang tua Tantri curiga kalau Tantri itu tetap ikut campur dalam urusan menyingkap kejahatan Raka itu.
Akhirnya, berkat bantuan dari penglihatan mata batinnya Tantri. Satu persatu misteri itu mulai terungkap. Jasad nenek dikuburkan oleh Raka di samping rumahnya Raka. Ternyata pada saat kejadian, Raka tidak lapor polisi padahal warga bersedia membantunya. Sebab Raka takut polisi akan menemukan sidik jarinya, padahal warga sekitar tempat tinggal Raka bersedia membantunya mengurus jenazah nenek. Raka bilang dia tidak berani menyentuh jenazah nenek karena itu bukan kematian biasa, Raka bilang dia akan lapor polisi dan melaporkan Beri ke polisi ( Raka menuduh Beri membunuh nenek, padahal Raka sendiri yang melakukannya) dan jenazahnya mau diotopsi dulu . Padahal Raka tidak pernah lapor polisi atas musibah terbunuhnya nenek. Dengan terbongkarnya kuburan nenek, akhirnya terbongkar sudah semua kejahatan Raka. Ria sempat menyesal karena tidak mempercayai Tantri waktu itu. Dan Tantri juga berhasil membuka mata Beri, cucunya nenek yang suka mabuk-mabukan, suka ngerampok, dan berniat bunuh diri karena frustasi dalam kehidupan asmaranya. Usaha bunuh dirinya Beri berhasil digagalkan oleh Tantri yang ditemani mama dan papanya.
Tantri senang sekali bisa membantu guru nya, Bu Ria, yang tadinya tidak percaya dengan Tantri sekarang menjadi percaya. Tapi yang penting, rasa kepercayaan segala- galanya hanya diberikan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin...
Selesai......