Langsung ke konten utama

TANTRI MEMBANTU GURUNYA DAN MENGUNGKAP KASUS KEJAHATAN TERSEMBUNYI , PEMBUNUHAN

Tantri didatangi oleh hantu nenek kepala sengklek dan hantu perempuan. Kedua hantu tersebut meminta pertolongan kepada Tantri, lalu Tantri mendapat gambaran dari mata batinnya, kalau hantu nenek - nenek itu matinya dibunuh, didorong dari lantai dua rumahnya. Kemudian hantu perempuan itu matinya juga dibunuh,  dibekap pakai bantal sama seorang lelaki. Padahal perempuan itu  lagi sakit. 

Kemudian Tantri tau dari mata batinnya, kalau kedua  hantu tersebut memiliki hubungan darah semasa hidupnya.  Mereka berdua itu adalah ibu dan anak.  Sedangkan  pelaku pembunuhan tersebut konon adalah menantunya,  yang bernama Raka.  Raka lah yang membunuh istrinya sendiri, dan dia juga yang membunuh ibu mertuanya alias ibu dari istrinya. Tapi kesalahan itu dilempar ke Beri, anak tirinya alias anak kandungnya istrinya Raka. 

Tantri mencoba membongkar kasus kejahatan ini. Tapi kali ini, orang tuanya menentang keras. Karena orang tuanya Tantri berfikir akan ada bahaya yang mengancam Tantri jika Tantri ikut campur dalam masalah ini. Karena kasus yang dihadapi Tantri adalah kasus kriminal, pembunuhan. Tapi meskipun sudah dilarang sama orang tuanya, Tantri tetap tidak bisa menolak panggilan mata batinnya untuk selalu siap menolong orang lain dimanapun dan kapanpun.  

Di sekolah Tantri, ada guru baru yang masih muda berjilbab. Guru itu bernama Bu Ria. Tapi yang membuat Tantri lebih terkejut adalah Ria dekat dengan Raka, sudah tunangan dan berencana akan menikah. Tantri tidak tinggal diam melihat Ria yang orang baik dekat dengan Raka yang jahat. Tantri mencoba meyakinkan Bu Ria dengan dibantu oleh Bu Eva, tapi Ria jadi bingung dan takut dengan ucapan Tantri.  Raka sendiri kaget, kalau Tantri mengetahui semua dosa -   dosanya di masa lalu, membunuh istri dan mertuanya. Tetapi,  Tantri tetap berusaha meskipun Bu Ria itu tidak mempercayainya. Tantri terus mengikuti Bu Ria, karena Bu Ria sedang berada dalam masalah, sebab hantu ibunya Beri atau hantu istrinya Raka terus menempel pada Ria.  Hantu itu berencana menggunakan jasad Ria untuk membalaskan dendamnya kepada Raka. 

Papa dan mamanya Tantri selalu dibuat kalang kabut dengan kelakuan Tantri yang sekarang ini dengan kenekatannya membantu gurunya itu. Hingga suatu hari, Tantri nggak kunjung pulang dari sekolah. Hari sudah sore,  tapi Tantri belum juga pulang dari sekolah. Mamanya Tantri sudah mencoba menghubungi sekolahan, tapi sekolahan bilang Tantri sudah pulang dari tadi. Papa mamanya Tantri jadi cemas dan sekaligus geram dengan Tantri. Papa dan mamanya Tantri mencemaskan keselamatan Tantri. Orang tua Tantri curiga kalau Tantri  itu tetap ikut campur dalam urusan menyingkap kejahatan Raka itu. 

Akhirnya,  berkat bantuan  dari penglihatan  mata batinnya  Tantri. Satu persatu misteri itu mulai terungkap. Jasad nenek dikuburkan oleh Raka di samping rumahnya Raka. Ternyata pada saat kejadian,  Raka tidak lapor polisi padahal warga bersedia membantunya.  Sebab Raka takut polisi akan menemukan sidik jarinya, padahal warga sekitar tempat tinggal Raka bersedia membantunya mengurus jenazah nenek.  Raka bilang dia tidak berani menyentuh jenazah nenek karena itu bukan kematian biasa, Raka bilang dia akan lapor polisi dan melaporkan Beri ke polisi ( Raka menuduh Beri membunuh nenek, padahal Raka sendiri yang melakukannya) dan jenazahnya mau diotopsi dulu . Padahal Raka tidak pernah lapor polisi atas musibah terbunuhnya nenek.  Dengan terbongkarnya kuburan nenek,  akhirnya terbongkar sudah semua kejahatan Raka. Ria sempat menyesal karena  tidak mempercayai Tantri waktu itu. Dan Tantri juga berhasil membuka mata Beri,  cucunya nenek  yang suka mabuk-mabukan,  suka ngerampok,  dan berniat bunuh diri  karena frustasi dalam kehidupan asmaranya.  Usaha bunuh dirinya Beri berhasil digagalkan oleh Tantri yang ditemani mama dan papanya. 

Tantri senang sekali bisa membantu guru nya,  Bu Ria,  yang tadinya tidak percaya dengan Tantri sekarang menjadi percaya. Tapi yang penting, rasa kepercayaan segala-   galanya hanya diberikan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin... 

Selesai...... 

Postingan populer dari blog ini

TUGAS BAHASA INDONESIA UT

Soal nomor 1:  Kedudukan Bahasa Indonesia: Bahasa Nasional dan Bahasa Negara Bahasa Indonesia memiliki dua kedudukan penting yang sering kali dianggap sama, padahal keduanya memiliki makna dan fungsi yang berbeda satu sama lain. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional bersifat sosiologis dan emosional, yakni berkaitan erat dengan identitas dan semangat pemersatu bangsa. Kedudukan ini tidak lahir dari sebuah undang-undang, melainkan tumbuh dari kesadaran kolektif para pemuda Indonesia yang diikrarkan melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 . Sejak saat itulah bahasa Indonesia diakui sebagai bahasa persatuan seluruh rakyat Indonesia. Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia mengemban empat fungsi utama. Pertama, ia berperan sebagai lambang kebanggaan nasional yang mencerminkan nilai-nilai luhur dan jati diri bangsa. Kedua, bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang identitas nasional yang menjadi ciri k...

DRAFT TUGAS ARTIKEL ILMIAH PPKN UT

Peran Keluarga dalam Membangun Demokrasi yang Beradab 📚 Pendahuluan Demokrasi di Indonesia adalah amanat konstitusional yang berlandaskan pada Pancasila. Namun, praktik demokrasi yang ideal tidak hanya diukur dari aspek prosedural, seperti pemilihan umum, melainkan dari kualitas keberadaban warganya dalam berinteraksi politik dan sosial. Demokrasi yang beradab (civilized democracy) menuntut adanya etika, moralitas, toleransi, dan tanggung jawab yang tinggi dari setiap individu (Al-khansa & Dewi, 2021). Sejak era reformasi, Indonesia menghadapi tantangan serius terhadap kualitas keberadaban ini. Reformasi, yang awalnya membawa euforia kebebasan, ironisnya turut menciptakan masalah baru seperti peningkatan korupsi, vandalisme, dan yang paling krusial, hilangnya karakter bangsa yang dulunya dikenal santun dan berbudaya (Rahardjo, 2010). Krisis karakter ini secara langsung mengancam fondasi demokrasi yang sehat. Fenomena ini menunjukkan adanya kelemahan dalam proses pembentukan karakt...

CHAT RANDOM PAK KETU

 [2/5 11:48 AM] +62 856-4843-2105: tadi ngga jadi maju soalnya kamu gaada [2/5 11:48 AM] +62 856-4843-2105: diundur minggu depan kelompok kita [8/5 6:40 PM] Elzandra Angelynora: Besok jadi online jam berapa kak.. aku barusan masuk grup info soalnya [8/5 6:56 PM] +62 856-4843-2105: kenapa kok keluar grup? [8/5 7:24 PM] Elzandra Angelynora: Yg grup informasi psi.a1 itu kan aku barusan masuk kak.. jadi nggak tau infonya. Kemarin semua grup kelas aku keluar soalnya kan kebanyakan grup dan kemarin nggak tau tiba-tiba jengkel sama anak-anak, nggak tau kenapa. [8/5 7:30 PM] +62 856-4843-2105: usia udah kepala 2, harusnya udah bisa ngontrol emosi lebih baik [8/5 7:31 PM] +62 856-4843-2105: besok online jam 1 siang [8/5 7:40 PM] Elzandra Angelynora: Iya kak.. pelan-pelan berusaha gitu, cuma kan karena efek PMS jadi tiba-tiba kayak gitu. Kalau bukan karena PMS nggak mungkin aku jengkel sama anak-anak secara tiba-tiba tanpa ada sebab yg jelas. [8/5 8:15 PM] +62 856-4843-2105: oalah [8/5 8:15 ...