Belakangan ini, sebuah pabrik sepatu kerap mengalami kejadian - kejadian aneh. Banyak korban yang berasal dari para buruh maupun pekerja pabrik sendiri, diteror bahkan dicelakai oleh makhluk - makhluk gaib yang mendiami pabrik tersebut. Pernyataan mereka berbeda -beda, ada yang melihat hantu kakek tua, ada yang melihat hantu pria berbadan hitam besar, dan ada pula yang melihat hantu anak kecil ataupun kuntilanak. Hal ini tentu saja meresahkan sang pemilik pabrik, pak Haryadi.
Awalnya pak Haryadi tidak begitu menggubris keluhan para karyawannya, tapi karena semakin hari terornya semakin serius , dan semakin banyaknya korban yang berjatuhan, akhirnya pak Haryadi dibantu oleh supervisor pabrik, Tomy mulai mencari - cari paranormal untuk mengatasi masalah tersebut. Berbagai paranormal sudah didatangkan, juga dengan metode yang berbeda -beda, pak Haryadi sudah merogoh kocek hingga ratusan juta, namun teror ini belum juga berhenti juga. Lalu Tomy ingat dulu pernah melewati komplek perumahan Tantri, dan di sana Tantri waktu itu sedang mengungkap kasus kuburan yang dibongkar, dan Tantri lah yang berhasil membongkar kasus tersebut. Tomy berpikir mungkin Tantri bisa memecahkan misteri di pabrik sepatu tersebut. Akhirnya pak Haryadi dan Tomy mendatangi rumah Tantri. Dan ia menceritakan korban di pabriknya yang tidak cuma satu atau dua orang, tapi udah belasan. Ada yang trauma, stres, bahkan ada yang meninggal. Mama papanya Tantri awalnya melarang Tantri terlibat, tetapi Tantri merasa sudah berminggu - minggu dapat penglihatan tentang teror pabrik ini. Kemudian Tantri ditemani orang tuanya mendatangi pabrik itu. Dan memang benar, hawa di pabrik itu sangat tidak enak.
Sesampainya di pabrik itu, Tantri merasakan aura yang sangat kuat yang bersumber dari gudang pabrik. Hantu terkuat di pabrik itu berwujudkan seorang kakek tua, sedangkan hantu - hantu lainnya adalah anak dari si kakek tua. Rupanya, Tantri sudah ditunggu oleh hantu kakek tua. Hantu kakek itu mengatakan kalau dia dan hantu - hantu lainnya tidak suka dengan kelakuan pak Haryadi yang kikir dan tidak mau membantu orang - orang yang kesusahan di sekitar pabrik. Tantri marah dan lantas ia menegur pak Haryadi agar merubah sikapnya. Tapi pak Haryadi malah balik marah dan mengusir Tantri, mama, dan papa. Sementara itu keesokan harinya, teror di pabrik semakin menjadi, dan para karyawan banyak yang mogok kerja karena mengkhawatirkan keselamatan dirinya masing -masing. Pak Haryadi akhirnya datang lagi ke rumah Tantri dan kembali minta bantuan Tantri sebab salah satu karyawannya ada yang kesurupan. Awalnya orang tua Tantri enggan, karena merasa harga dirinya direndahkan oleh pak Haryadi. Tapi karena kasihan melihat Tantri yang terus - terusan diteror sama hantu - hantu itu, akhirnya mama papanya Tantri ngalah juga, dan hantu kakek tua itu ingin berbicara langsung dengan pak Haryadi. Pak Haryadi pun berjanji kepada hantu kakek tua itu untuk merubah sikapnya. Hantu kakek tua pun akhirnya berhenti mengganggu para karyawan di pabrik tersebut. Dan pak Haryadi pun berubah menjadi orang yang dermawan. Pak Haryadi berterima kasih sekali kepada Tantri, dan Tantri pun senang melihat pak Haryadi berubah menjadi lebih baik.