Langsung ke konten utama

TANTRI MENGUNGKAP KASUS PESUGIHAN SILUMAN ULAR HIJAU

Saat melewati rumah mewah milik pak Dafri ,  bersama mamanya dan kakaknya, Tantri mendengar suara arwah anak - anak meminta tolong. Karena penasaran, Tantri mencoba mendekati rumah tersebut. Tiba - tiba,  Tantri  merasa telinganya kesakitan, karena ada kekuatan gaib yang sangat kuat menyerangnya. Karena  takut terjadi  apa - apa,  mama dan kakaknya Tantri mengajak Tantri untuk segera pulang. 

Ternyata kekuatan gaib tersebut berasal dari gadis kecil siluman ular hijau. Siluman ular itu datang dan ingin mencelakai Tantri,  karena ia tau  kalau Tantri mau menolong arwah anak - anak.  Gadis kecil siluman ular kemudian datang meneror dan mencelakai Tantri. Beruntung ,  neneknya Tantri selalu siaga  menolong Tantri dengan keberadaan lonceng mininya. 

Teror berlanjut kepada Bu Ria alias gurunya Tantri. Ini membuat Tantri mencari tau kisah dibalik teror tersebut lewat mata batinnya. Sayangnya,  Tantri justru kembali menderita,  telinga dan kepalanya kembali sakit. 

Tantri akhirnya ngerti, kalau gadis kecil siluman ular hijau adalah sekutu pak Dafri dalam pesugihan.  Tantri juga sadar,  kalau anak - anak yang disekap di rumah pak Dafri adalah tumbal. 

Gadis kecil siluman ular hijau yang ada di dalam rumah pak Dafri terus mencari tumbal. Sasaran berikutnya adalah  Eri,  teman sekelas Tantri. Tapi sebelum Eri dijadikan tumbal, anaknya pak Dafri yaitu Chika melanggar perjanjian sang ayah dengan siluman ular hijau, karena Chika telah lancang tanpa sepengetahuan ayahnya memasuki kamar kecil khusus gadis siluman ular hijau. Makhluk gaib itu akhirnya menjadi marah dengan kelancangan Chika, dan makhluk itu berjanji akan menjadikan Chika tumbal setelah Eri. Pak Dafri menjadi cemas, karena dia  tidak mau Chika menjadi korban. 

Tantri tengah menemukan fakta baru tentang Bu Ria. Gurunya Tantri ini diselimuti oleh aura siluman ular putih, karena telah melakukan tiga karma baik. Ini membuat hantu gadis kecil siluman ular hijau ingin mencelakai Bu Ria, karena takut Bu Ria akan menghancurkan dirinya. 

Kisah siluman seperti legenda Tiongkok kuno. Siluman ular hijau merupakan adik siluman ular putih yang suka membunuh anak -   anak, terutama berjenis kelamin perempuan. Sedangkan siluman ular putih memiliki hati baik. 

Tantri meminta bantuan Bu Ria sambil menunjukkan bukti. Awalnya, Bu Ria enggan karena tidak mempercayai hal mistis. Tetapi, Bu Ria akhirnya mau menuruti permintaan Tantri demi menyelamatkan Eri. 

Akhirnya Bu Ria berhasil merebut kalung yang dipakai Chika. Saat itu , Chika tengah kesurupan gadis siluman ular hijau. Bu Ria lalu mengusir siluman ular hijau itu dari tubuh Chika dan menyelamatkan Eri. Kejahatan pak Dafri akhirnya terungkap, dan ia pun ditangkap polisi. Orang yang terlihat baik ternyata memiliki hati sejahat itu. Bersekutu dengan iblis demi mendapatkan harta,  arwah anak - anak yang diikat pak Dafri dan siluman,  kembali ke akhirat bersama dengan musnahnya ular itu. 




Postingan populer dari blog ini

TUGAS BAHASA INDONESIA UT

Soal nomor 1:  Kedudukan Bahasa Indonesia: Bahasa Nasional dan Bahasa Negara Bahasa Indonesia memiliki dua kedudukan penting yang sering kali dianggap sama, padahal keduanya memiliki makna dan fungsi yang berbeda satu sama lain. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional bersifat sosiologis dan emosional, yakni berkaitan erat dengan identitas dan semangat pemersatu bangsa. Kedudukan ini tidak lahir dari sebuah undang-undang, melainkan tumbuh dari kesadaran kolektif para pemuda Indonesia yang diikrarkan melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 . Sejak saat itulah bahasa Indonesia diakui sebagai bahasa persatuan seluruh rakyat Indonesia. Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia mengemban empat fungsi utama. Pertama, ia berperan sebagai lambang kebanggaan nasional yang mencerminkan nilai-nilai luhur dan jati diri bangsa. Kedua, bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang identitas nasional yang menjadi ciri k...

DRAFT TUGAS ARTIKEL ILMIAH PPKN UT

Peran Keluarga dalam Membangun Demokrasi yang Beradab 📚 Pendahuluan Demokrasi di Indonesia adalah amanat konstitusional yang berlandaskan pada Pancasila. Namun, praktik demokrasi yang ideal tidak hanya diukur dari aspek prosedural, seperti pemilihan umum, melainkan dari kualitas keberadaban warganya dalam berinteraksi politik dan sosial. Demokrasi yang beradab (civilized democracy) menuntut adanya etika, moralitas, toleransi, dan tanggung jawab yang tinggi dari setiap individu (Al-khansa & Dewi, 2021). Sejak era reformasi, Indonesia menghadapi tantangan serius terhadap kualitas keberadaban ini. Reformasi, yang awalnya membawa euforia kebebasan, ironisnya turut menciptakan masalah baru seperti peningkatan korupsi, vandalisme, dan yang paling krusial, hilangnya karakter bangsa yang dulunya dikenal santun dan berbudaya (Rahardjo, 2010). Krisis karakter ini secara langsung mengancam fondasi demokrasi yang sehat. Fenomena ini menunjukkan adanya kelemahan dalam proses pembentukan karakt...

CHAT RANDOM PAK KETU

 [2/5 11:48 AM] +62 856-4843-2105: tadi ngga jadi maju soalnya kamu gaada [2/5 11:48 AM] +62 856-4843-2105: diundur minggu depan kelompok kita [8/5 6:40 PM] Elzandra Angelynora: Besok jadi online jam berapa kak.. aku barusan masuk grup info soalnya [8/5 6:56 PM] +62 856-4843-2105: kenapa kok keluar grup? [8/5 7:24 PM] Elzandra Angelynora: Yg grup informasi psi.a1 itu kan aku barusan masuk kak.. jadi nggak tau infonya. Kemarin semua grup kelas aku keluar soalnya kan kebanyakan grup dan kemarin nggak tau tiba-tiba jengkel sama anak-anak, nggak tau kenapa. [8/5 7:30 PM] +62 856-4843-2105: usia udah kepala 2, harusnya udah bisa ngontrol emosi lebih baik [8/5 7:31 PM] +62 856-4843-2105: besok online jam 1 siang [8/5 7:40 PM] Elzandra Angelynora: Iya kak.. pelan-pelan berusaha gitu, cuma kan karena efek PMS jadi tiba-tiba kayak gitu. Kalau bukan karena PMS nggak mungkin aku jengkel sama anak-anak secara tiba-tiba tanpa ada sebab yg jelas. [8/5 8:15 PM] +62 856-4843-2105: oalah [8/5 8:15 ...