Setelah menginap di rumah sahabatnya, Dinda mengalami hal aneh. Dia melihat makhluk tinggi besar berpakaian hitam seperti jawara jaman dulu. Sejak melihat makhluk gaib tersebut, Dinda tak sadarkan diri. Tubuhnya kaku seperti kayu. Warga yang prihatin dengan keadaan Dinda akhirnya bergantian menunggui Dinda sambil mengaji. Indah, sahabat Dinda selalu pura - pura prihatin melihat keadaan Dinda. Namun, sebenarnya Indah ingin sekali Dinda segera dinikahi oleh hantu jawara tersebut, karena itu bisa membuatnya kaya.
Sementara itu, salah satu tetangga Dinda memberitahukan hal tersebut kepada Tantri dan berharap Tantri mau menolong Dinda. Tantri bersedia, dan kemudian bersama mamanya mendatangi rumahnya Dinda. Sayangnya pada saat yang bersamaan, ada salah satu tetangga Dinda yang tidak mempercayai kemampuan Tantri malah mengusir Tantri dan mamanya. Tantri merasa bersalah karena gagal menolong Dinda. Tapi setelah kejadian tersebut, Dinda dan arwah jawara selalu muncul dalam mimpi Tantri. Hal ini makin membuat Tantri termotivasi untuk menolong Dinda.
Kondisi Dinda rupanya makin gawat. Selain tak sadarkan diri, Dinda juga kejang - kejang dan menceracau tak jelas. Kondisi Dinda rupanya malah terkoneksi dengan Tantri, sehingga hal tersebut membuat Tantri kejang - kejang di sekolah, bahkan sampai pingsan. Sejak kejadian itu, mamanya Tantri melarangnya untuk menolong Dinda. Tapi papanya Tantri membiarkan Tantri menolong Dinda. Papa bilang akan menemani Tantri ke rumah Dinda. Mama pun setuju. Akhirnya Tantri dan papa kembali mendatangi rumah Dinda. Saat Tantri datang, rupanya Dinda tengah kesurupan, sampai Dinda melayang - layang di udara. Warga yang menyaksikan kejadian itu langsung panik, lalu Tantri mencoba menolong. Tapi saat hendak mendekati Dinda, tubuhnya malah terpental. Dinda baru bisa disadarkan setelah disiram air sisa Yasin sama bapaknya.
Lalu Tantri mencari tau kenapa kondisi Dinda demikian. Tantri mencari tau cara untuk menyelamatkan Dinda dengan cara berkomunikasi dengan arwah jawara itu. Arwah jawara bilang kalau Dinda adalah orang yang akan dinikahkan dengannya. Dan tusuk konde emas itu sebagai mas kawinnya. Dan orang yang memberikan tusuk konde itu adalah indah. Makanya sejak menerima tusuk konde tersebut, arwah jawara itu terus mengejar Dinda karena ingin menikahinya. Tantri menyampaikan hal itu kepada pak Gatot bapaknya Dinda. Setelahnya, Tantri, papanya, dan pak Gatot mendatangi rumah Indah untuk mengembalikan tusuk konde tersebut dan bilang kalau Dinda sudah sehat. Indah terkejut mengetahui hal tersebut, dan lebih terkejut lagi saat tusuk konde itu diterimanya. Indah menyangkal kalau tusuk konde itu adalah pemberiannya untuk Dinda. Tapi Tantri tidak bisa dibohongi sama Indah, dan Indah pun mengakui perbuatannya kepada Tantri, kalau dia melakukan karma jahat dengan mengorbankan Dinda hanya untuk uang. Hantu jawara itu datang menagih janjinya untuk menikahi wanita yang menerima mas kawin berupa tusuk konde tersebut. Indah pun dijebloskan ke polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.