Teman mamanya Tantri yang bernama Emilia datang menemui mamanya Tantri dengan keadaan panik, karena merasa dibuntuti oleh seseorang. Bahkan saat mengendarai mobilnya, Emilia merasa kalau ada seseorang yang menginjak kap atas mobilnya. Emilia yang penasaran sambil berhenti dan memeriksa mobilnya, dan ia tidak melihat siapapun di atas kap mobilnya. Bahkan Emilia tidak melihat sosok wanita menyeramkan yang tidak dikenalnya yang berada di dalam mobilnya.
Tantri yang sedang bermain bersama kakaknya ditemani hantu Riska dan hantu Tania mendapat penglihatan kalau ada sesuatu yang mengganggu teman mamanya tersebut. Tantri pun lantas segera pulang, karena Emilia yang penasaran dan hendak bertanya kepada Tantri tentang apa yang terjadi pada dirinya. Tantri lantas menggambar seorang pria beserta dua orang wanita yang masing - masing menggendong seorang anak bayi. Emilia lalu bingung dan bertanya apa maksud dari gambar itu. Tapi Tantri mengatakan kepada Emilia kalau hanya suami Emilia yang bisa menjelaskannya. Emilia salah paham mengira Tantri menuduh suaminya selingkuh, dan ia pun memarahi Tantri, dan buru
- buru pulang kerumahnya.
Setibanya di rumah, Emilia langsung menanyakan apa yang dikatakan oleh Tantri kepada Farhan suaminya. Farhan menyangkal dan mengatakan kalau itu adalah fitnah, karena dirinya masih setia sama Emilia.
Sementara di rumah, Tantri malah mendapat penglihatan kalau akan ada anak yang mau melompat dari balkon. Tantri pun menyampaikan penglihatannya kepada orang tuanya, tapi Tantri sendiri belum ngerti siapa sebenarnya anak yang muncul di penglihatannya tersebut. Bersamaan dengan itu, mulai terjadi peristiwa - peristiwa aneh di rumah Emilia, yang membuat takut dirinya dan semua pekerjanya. Dari tempat tidur anaknya yang bernama Cantika yang tiba - tiba muncul bunga kamboja dan tanah kuburan, pintu mobil kebuka sendiri, sampai ada salah satu security yang pingsan karena melihat penampakan hantu wanita menyeramkan. Semua itu membuat Emilia datang kembali kerumah Tantri, dan meminta bantuan pada Tantri.
Tantri melihat foto anaknya Emilia, dan betapa kagetnya Tantri, karena anak yang akan melompat dari balkon yang muncul dalam penglihatannya adalah anaknya Emilia yaitu Cantika. Tapi sebelum menyelamatkan Cantika, Tantri meminta Emilia untuk mendatangkan suaminya karena semua permasalahannya berpangkal dari perbuatan Farhan. Farhan sendiri juga sedang diteror oleh hantu wanita menyeramkan itu di kantornya, tapi ia sudah mempersiapkan diri dengan jimat sehingga tidak bisa disakiti wanita tersebut. Tantri pun menghancurkan penangkal tersebut karena tidak dapat menyelesaikan masalah. Farhan memang tidak bisa disakiti oleh hantu wanita itu, tapi Cantika dan Emilia akan dengan mudah disakiti oleh hantu wanita itu.
Tantri meminta Farhan untuk mengakui perbuatannya di masa lalu, yang telah membuat wanita tersebut meninggal. Baru diketahui ternyata Cantika bukanlah anak kandung Emilia dan Farhan, tapi Farhan sudah menukarkan anak bayinya yang sudah meninggal dengan anak wanita itu yang konon adalah Cantika. Tujuan Farhan menukarkan anaknya yaitu supaya Emilia tidak depresi kehilangan anaknya, sebab dahulu Emilia sudah pernah hamil sampai tiga kali tapi keguguran terus. Maka, supaya Emilia tidak depresi, akhirnya Farhan menukarkan anaknya yang sudah meninggal dengan Cantika yang masih bayi . Perbuatan Farhan ternyata diketahui oleh wanita tersebut yang konon bernama Fhy. Fhy yang mengetahui kejadian tersebut langsung mengejar Farhan. Tapi saat mau mengejar Farhan, naas tiba - tiba Fhy tertabrak mobil dan tewas seketika. Hantu yang datang meneror keluarga Emilia ternyata adalah hantu Fhy yang mau mengambil anak yang ditukar oleh Farhan yaitu Cantika. Tantri menyelesaikan masalah hingga hantu wanita itu kembali kealamnya.
Mama ikut lega setelah yakin Cantika selamat. Terus, Tantri meminta Emilia dan Farhan untuk menziarahi makam ibu kandung anak itu, dan mendoakan agar arwahnya tenang. Setelah itu, keluarga Emilia bisa hidup tenang dan bahagia seperti sebelumnya. berdoalah kepada Tuhan agar makhluk gaib yang jahat tidak mengganggu kita.
Amiin..........
Selesai..........