Dengan kejadian kemarin yang dialami Tantri membuat Aa - Aa, terutama Eni dan Nicol sangat khawatir dengan keselamatan Tantri. Eni dan Nicol pun mengajak Aa - Aa untuk kembali ke Sidoarjo hari itu juga. Tapi pak Yanto, tetangganya Merry meminta tolong sama Tantri untuk mengungkap sebuah kasus yang terjadi di pos ronda di kampungnya. Akhirnya Eni dan Nicol pun mengijinkan, dan memberi waktu sampai besok. Eni dan Nicol menunda kepulangan mereka semua menjadi esok hari. Tantri dan pak Yanto menuju ke pos ronda yang dimaksud. Pos ronda itu terlihat kotor, dan ada bercak darah coklat seperti bekas darah penganiayaan. Dan ternyata firasat Tantri benar, kalau ternyata telah terjadi pembunuhan di pos ronda itu. Pak Yanto bilang semenjak terbunuhnya Rani, tidak ada seorangpun warga yang berani nongkrong di pos ronda lagi. Tantri mendapat penglihatan kalau Rani dihakimi dan dipukuli warga sampai tewas. Hantu Rani yang menyeramkan muncul dan memperingatkan Tantri agar menemui seorang perempuan yang bernama Rara, sebelum dirinya membalaskan dendamnya membunuh warga satu persatu.
Korban pertama dari hantu Rani jatuh, yaitu Dedi yang mayatnya ditemukan di pinggir kawah Semeru dalam keadaan tewas. Saat Tantri dan pak Yanto yang masih di pos ronda, tiba - tiba terdengar suara kentongan. Tantri dan pak Yanto langsung menuju ke asal suara tersebut. Dan ternyata benar, warga tengah geger dengan penemuan mayat Dedi tersebut. Rara yang meminta bantuan pada seorang dukun mencoba memelet Rian dengan makanan yang diberi ajian dari sang dukun agar Rian mau menuruti kemauannya. Tapi usahanya tidak berhasil. Sepulangnya dari rumah Rian, Rara berpapasan dengan Tantri dan dan pak Yanto yang sedang melanjutkan penyelidikan mendatangi rumah kosong Rani. Kemudian Tantri mendapat vision kalau Rara ada hubungannya dengan Dedi yang telah menjadi mayat. Ternyata Rara adalah orang yang membayar Dedi untuk memfitnah Rani, seakan - akan Rani dan Dedi berbuat mesum di rumah Rani hingga rumah Rani pun digerebek warga lalu Rani tewas di pos ronda.
Eni dan Nicol yang sudah mengetahui kalau kasus tersebut sudah jatuh satu korban memaksa Aa - Aa untuk segera kembali ke Sidoarjo. Tapi Lili kuatir kalau Tantri akan kecewa, karena Eni sama Nicol bilangnya balik ke Sidoarjo nya besok. Merry yang mencoba mengulur waktu akhirnya ngempeskan ban mobil Elf yang akan mengangkut Tantri dkk pulang ke Sidoarjo, agar mereka pulang tepat waktu sesuai janjinya yaitu besok.
Sementara itu, tiga orang warga yang terlibat penganiayaan pada Rani di pos ronda dulu, kini sedang terkena teror oleh hantu Rani. Tantri pun mencoba menjelaskan kasus Rani kepada Aa - Aa kalau semasa hidupnya, si Rani dan si Rian adalah sepasang kekasih yang sudah lama pacaran dan berniat menikah. Rara yang juga mencintai Rian membuat skenario memfitnah Rani dibantu Dedi kalau seolah - olah mereka berdua (Rani dan Dedi) berbuat mesum, sehingga warga yang mendengarnya, langsung datang menggerebek mereka dan akhirnya Rani pun tewas dipukuli warga di pos ronda. Tantri mendapat vision kalau hantu Rani hendak balas dendam membunuh warga. Tantri mencoba mau menyelamatkan warga tapi malah dilarang sama Aa - Aa.
Ternyata ketiga warga yang dikejar - kejar oleh hantu Rani meminta tolong sama Tantri. Tantri akhirnya bersedia menolong dan kemudian menyadarkan mereka agar mereka mau meminta maaf kepada hantu Rani dan bersedia melaporkan diri pada polisi. Hantu Rani tetap tidak mau melepaskan mereka. Apalagi, Rara masih berkeliaran bebas.
Hantu Rani lalu melanjutkan sasarannya yaitu Rara. Takut mati, Rara meminta bantuan dukun yang telah memberikannya ajian untuk memelet Rian. Dukun itu memberikan Rara kalung penangkal agar tidak bisa disakiti Rani. Rara dan si dukun malah menyiksa arwah Rani dengan cara menyiramkan air jeruk, air cuka, dan garam ke bercak darah Rani yang telah mengering di pos ronda. Tujuannya agar arwah Rani bersedia menuruti kemauan Rara dan si dukun untuk mengusir Tantri dari kampung mereka. Tantri dapat membebaskan arwah Rani dari tekanan Rara dan si dukun lalu melawan si dukun. Arwah Rani membantu Tantri untuk melawan si dukun. Dan saat kalung penangkal si dukun putus, arwah Rani tanpa ampun langsung menyerang si dukun sampai tidak berdaya dan melemparkan si dukun ke kawah Gunung Semeru. Rara yang cemas karena tidak ada yang bisa melindunginya lagi, akhirnya lari tunggang langgang hingga sampai pada sebuah tikungan jalan. Rara yang kalut berlari tanpa arah, tidak menyadari kalau dari arah yang berlawanan akan ada mobil yang melaju kencang. Alhasil Rara langsung tewas tertabrak mobil itu. Rian meminta arwah Rani untuk memaafkan semua warga yang telah bersalah padanya. Rara sebagai pelaku utama kejadian itu juga sudah tewas, dan Rian pun mendoakan arwah Rani agar tenang di alam sana. Rian meminta Rani untuk balik ke alamnya. Arwah Rani pun pergi dan berterima kasih kepada Tantri atas bantuannya Tantri.
Semenjak itu, tikungan jalan itu dinamai warga " tikungan Rani ", walaupun arwah Rani sudah tidak pernah muncul lagi. Tapi sebagai gantinya, justru arwah Rara yang beberapa kali menampakkan diri ke orang - orang yang lewat. Ya, mungkin karma menimpanya. Berbuatlah baik supaya mendapatkan karma yang baik. Karena karma baik dan karma buruk selalu mengikuti dari belakang.
Selesai.....