Langsung ke konten utama

GELANG PENCARI TUMBAL

Andin mendadak kaya dan mengajak ibunya (Siti) tinggal di rumah mewah. Awalnya, Andin mengatakan kalau kekayaan itu berasal dari warisan majikannya yang sebatang kara. Awalnya Siti percaya apa yang dikatakan sama Andin, dan ia pun menikmati kehidupan mewah bersama Andin. Tiap malam, ternyata Andin menunggui harta itu berdatangan di bawah bantal. Andin ternyata sedang melakukan pesugihan menggunakan gelang emas. 

Awalnya, Andin menjatuhkan gelang itu di suatu tempat. Orang yang menemukan dan memakai gelang itulah yang akan menjadi tumbalnya.  Tiap ada tumbal yang jatuh, Andin pasti mendapatkan harta milik korbannya. Sementara itu di rumah,  Tantri juga merasakan hal tak wajar itu. Tantri mendapat penglihatan tapi sangat tidak jelas. Tantri hanya melihat orang yang meninggal itu dengan mata terbuka dan pergelangan tangan mengelupas. Tantri shock dengan penglihatan mata batinnya sampai fisiknya drop. Tantri akhirnya jatuh sakit, badannya panas, tapi selalu menolak saat mau dibawa ke rumah sakit. 

Sementara Andin makin menjadi, dia mendapatkan banyak tumbal dan kekayaannya semakin melimpah. Siti yang curiga dengan kekayaan Andin akhirnya nekat masuk ke ruang rahasia anaknya.  Siti menemukan banyak sesajen di ruangan tersebut, dia sangat terpukul. Siti mencoba memperingatkan Andin, tapi Andin justru marah  -marah. 

Andin pergi membawa gelangnya. Kali ini, ia menargetkan mamanya Tantri untuk dijadikan tumbal berikutnya. Andin pun menjatuhkan gelang itu di dekat mamanya Tantri, tapi sama mamanya Tantri tidak diambil karena sudah diperingatkan sama Tantri. Tapi, yang mengambilnya justru kakaknya Tantri. 

Kakaknya Tantri berkali - kali mendengar suara bisikan agar memakai gelang tersebut. Di saat yang bersamaan, Tantri juga mendengar suara bisikan tersebut. Tantri yang merasa kakaknya dalam bahaya, akhirnya masuk ke kamar kakaknya dan mencegah kakaknya agar tidak memakai gelang itu. Untung kakaknya Tantri belum memakai gelang tersebut sehingga dia masih selamat. Ketika Tantri memegang gelang itu, tiba - tiba ia berguling - guling di kasur karena merasakan kekuatan gaib yang sangat kuat dari gelang itu. Papa dan mama kaget, Tantri meminta papa untuk membuang gelang itu ke sungai, supaya tidak memakan korban lagi. Akhirnya gelang itu pun dibuang ke sungai sama papanya Tantri. Setelah gelang itu dibuang ke sungai,  sakitnya Tantri pun sembuh. Kakaknya Tantri meminta maaf karena dia tidak tau kalau gelang itu berbahaya. Kalau tidak dia simpan semua ini nggak bakalan terjadi. 

Akhirnya, teror gelang berdarah berakhir. Kematian perempuan -perempuan yang dijadikan tumbal gelang masih jadi  misteri buat kebanyakan orang. Cuma Tantri yang tau apa penyebab kematian itu.  Dekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan rajin berdoa agar kita selalu dalam lindungan Nya.

Aamiin...... 

Selesai..... 























Postingan populer dari blog ini

TUGAS BAHASA INDONESIA UT

Soal nomor 1:  Kedudukan Bahasa Indonesia: Bahasa Nasional dan Bahasa Negara Bahasa Indonesia memiliki dua kedudukan penting yang sering kali dianggap sama, padahal keduanya memiliki makna dan fungsi yang berbeda satu sama lain. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional bersifat sosiologis dan emosional, yakni berkaitan erat dengan identitas dan semangat pemersatu bangsa. Kedudukan ini tidak lahir dari sebuah undang-undang, melainkan tumbuh dari kesadaran kolektif para pemuda Indonesia yang diikrarkan melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 . Sejak saat itulah bahasa Indonesia diakui sebagai bahasa persatuan seluruh rakyat Indonesia. Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia mengemban empat fungsi utama. Pertama, ia berperan sebagai lambang kebanggaan nasional yang mencerminkan nilai-nilai luhur dan jati diri bangsa. Kedua, bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang identitas nasional yang menjadi ciri k...

DRAFT TUGAS ARTIKEL ILMIAH PPKN UT

Peran Keluarga dalam Membangun Demokrasi yang Beradab 📚 Pendahuluan Demokrasi di Indonesia adalah amanat konstitusional yang berlandaskan pada Pancasila. Namun, praktik demokrasi yang ideal tidak hanya diukur dari aspek prosedural, seperti pemilihan umum, melainkan dari kualitas keberadaban warganya dalam berinteraksi politik dan sosial. Demokrasi yang beradab (civilized democracy) menuntut adanya etika, moralitas, toleransi, dan tanggung jawab yang tinggi dari setiap individu (Al-khansa & Dewi, 2021). Sejak era reformasi, Indonesia menghadapi tantangan serius terhadap kualitas keberadaban ini. Reformasi, yang awalnya membawa euforia kebebasan, ironisnya turut menciptakan masalah baru seperti peningkatan korupsi, vandalisme, dan yang paling krusial, hilangnya karakter bangsa yang dulunya dikenal santun dan berbudaya (Rahardjo, 2010). Krisis karakter ini secara langsung mengancam fondasi demokrasi yang sehat. Fenomena ini menunjukkan adanya kelemahan dalam proses pembentukan karakt...

CHAT RANDOM PAK KETU

 [2/5 11:48 AM] +62 856-4843-2105: tadi ngga jadi maju soalnya kamu gaada [2/5 11:48 AM] +62 856-4843-2105: diundur minggu depan kelompok kita [8/5 6:40 PM] Elzandra Angelynora: Besok jadi online jam berapa kak.. aku barusan masuk grup info soalnya [8/5 6:56 PM] +62 856-4843-2105: kenapa kok keluar grup? [8/5 7:24 PM] Elzandra Angelynora: Yg grup informasi psi.a1 itu kan aku barusan masuk kak.. jadi nggak tau infonya. Kemarin semua grup kelas aku keluar soalnya kan kebanyakan grup dan kemarin nggak tau tiba-tiba jengkel sama anak-anak, nggak tau kenapa. [8/5 7:30 PM] +62 856-4843-2105: usia udah kepala 2, harusnya udah bisa ngontrol emosi lebih baik [8/5 7:31 PM] +62 856-4843-2105: besok online jam 1 siang [8/5 7:40 PM] Elzandra Angelynora: Iya kak.. pelan-pelan berusaha gitu, cuma kan karena efek PMS jadi tiba-tiba kayak gitu. Kalau bukan karena PMS nggak mungkin aku jengkel sama anak-anak secara tiba-tiba tanpa ada sebab yg jelas. [8/5 8:15 PM] +62 856-4843-2105: oalah [8/5 8:15 ...