Andin mendadak kaya dan mengajak ibunya (Siti) tinggal di rumah mewah. Awalnya, Andin mengatakan kalau kekayaan itu berasal dari warisan majikannya yang sebatang kara. Awalnya Siti percaya apa yang dikatakan sama Andin, dan ia pun menikmati kehidupan mewah bersama Andin. Tiap malam, ternyata Andin menunggui harta itu berdatangan di bawah bantal. Andin ternyata sedang melakukan pesugihan menggunakan gelang emas.
Awalnya, Andin menjatuhkan gelang itu di suatu tempat. Orang yang menemukan dan memakai gelang itulah yang akan menjadi tumbalnya. Tiap ada tumbal yang jatuh, Andin pasti mendapatkan harta milik korbannya. Sementara itu di rumah, Tantri juga merasakan hal tak wajar itu. Tantri mendapat penglihatan tapi sangat tidak jelas. Tantri hanya melihat orang yang meninggal itu dengan mata terbuka dan pergelangan tangan mengelupas. Tantri shock dengan penglihatan mata batinnya sampai fisiknya drop. Tantri akhirnya jatuh sakit, badannya panas, tapi selalu menolak saat mau dibawa ke rumah sakit.
Sementara Andin makin menjadi, dia mendapatkan banyak tumbal dan kekayaannya semakin melimpah. Siti yang curiga dengan kekayaan Andin akhirnya nekat masuk ke ruang rahasia anaknya. Siti menemukan banyak sesajen di ruangan tersebut, dia sangat terpukul. Siti mencoba memperingatkan Andin, tapi Andin justru marah -marah.
Andin pergi membawa gelangnya. Kali ini, ia menargetkan mamanya Tantri untuk dijadikan tumbal berikutnya. Andin pun menjatuhkan gelang itu di dekat mamanya Tantri, tapi sama mamanya Tantri tidak diambil karena sudah diperingatkan sama Tantri. Tapi, yang mengambilnya justru kakaknya Tantri.
Kakaknya Tantri berkali - kali mendengar suara bisikan agar memakai gelang tersebut. Di saat yang bersamaan, Tantri juga mendengar suara bisikan tersebut. Tantri yang merasa kakaknya dalam bahaya, akhirnya masuk ke kamar kakaknya dan mencegah kakaknya agar tidak memakai gelang itu. Untung kakaknya Tantri belum memakai gelang tersebut sehingga dia masih selamat. Ketika Tantri memegang gelang itu, tiba - tiba ia berguling - guling di kasur karena merasakan kekuatan gaib yang sangat kuat dari gelang itu. Papa dan mama kaget, Tantri meminta papa untuk membuang gelang itu ke sungai, supaya tidak memakan korban lagi. Akhirnya gelang itu pun dibuang ke sungai sama papanya Tantri. Setelah gelang itu dibuang ke sungai, sakitnya Tantri pun sembuh. Kakaknya Tantri meminta maaf karena dia tidak tau kalau gelang itu berbahaya. Kalau tidak dia simpan semua ini nggak bakalan terjadi.
Akhirnya, teror gelang berdarah berakhir. Kematian perempuan -perempuan yang dijadikan tumbal gelang masih jadi misteri buat kebanyakan orang. Cuma Tantri yang tau apa penyebab kematian itu. Dekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan rajin berdoa agar kita selalu dalam lindungan Nya.
Aamiin......
Selesai.....