Mama dan Tantri tidak sengaja bertemu dengan kawan lamanya, Karmila. Astrid
(anaknya Karmila) ternyata latihan di sanggar tari yang tak jauh dari rumah Tantri. Tantri mendapat penglihatan kalau Astrid sering dijahili oleh Nuri dan teman - teman sanggarnya, sehingga membuatnya tidak percaya diri.
Suatu hari, Taman Astrid yang bernama Nuri tiba - tiba saja kesurupan, dan berusaha menyakiti dirinya sendiri hingga harus dibawa ke rumah sakit. Tantri yang mengetahui kejadian itu merasa tidak nyaman, dan dia pun lantas langsung mendatangi sanggar tersebut. Di sana Tantri melihat Astrid tersenyum mengerikan melihat malapetaka yang menimpa temannya. Tantri juga melihat sosok hantu wanita berkemben merah yang terus mengikuti Astrid. Meski begitu, Tantri belum bisa menyimpulkan apa - apa.
Setelah peristiwa itu, Karmila kerap kali mengalami kejadian - kejadian aneh. Dia sering mendengar suara musik diputar sendiri. Ketika Karmila masuk ke kamar Astrid, suara itu mendadak hilang. Baru diketahui keesokan harinya kalau ternyata Astrid menyimpan sebuah angkin merah, entah pemberian siapa.
Di sisi lain, Tantri juga bermimpi buruk tentang Astrid yang berubah menjadi sosok menyeramkan berkemben merah. Hal - hal aneh pun mulai terjadi, seperti semakin banyaknya korban kerasukan di sanggar tari dan Astrid yang berteriak kelaparan sambil mengais tanah. Semua itu membuat Karmila datang kerumah Tantri untuk minta bantuan sama Tantri.
Tantri pun berniat untuk membantu Karmila. Namun, hantu berkemben merah itu berusaha menghalanginya. Di sisi lain, Karmila harus mengambil angkin merah milik Nuri yang dicuri oleh Astrid. Karmila harus menaburkan garam dan air zamzam ke angkin itu, dan membuangnya ke sungai, sesuai perintah Tantri. Tapi Karmila justru diganggu.
Akhirnya berkat bantuan Tantri, Karmila dan Astrid berhasil terselamatkan. Tapi sayangnya, Astrid masih tidak rela untuk membuang angkin merahnya, dan ia malah menyembunyikan angkin itu di sanggar tari.
Malam harinya, hantu wanita berkemben merah itu berusaha mengambil nyawa Astrid. Untung saja, Tantri, mama, papa, dan Karmila datang tepat waktu.
Setelah diganggu bertubi - tubi oleh hantu wanita berkemben merah itu, Tantri berhasil membuang angkin merah itu ke sungai. Sejak saat itu, Karmila dan Astrid sudah tidak lagi mengalami kejadian - kejadian yang aneh - aneh lagi. Dan Astrid pun akhirnya memiliki banyak teman.
Perubahan mulai terjadi. Astrid meminta maaf kepada teman - teman sanggarnya, dan ia pun memutuskan untuk keluar dari sanggar. Teman-temannya mulai menerima dia dan mereka semakin akrab. Tantri juga berpesan agar jangan mengambil barang sembarangan atau mengambil barang milik orang lain, takut hal yang sama terjadi lagi. Dekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan rajinlah berdoa, Semoga kita selalu berada dalam lindungan Nya. Aamiin.....
Selesai................