Tantri saat tidur mendapatkan sebuah mimpi buruk tentang seorang anak yang minta dikeluarkan dari dunia lain. Penglihatan terus berlanjut, saat di sekolah ketika pelajaran menggambar, Tantri menggambar dengan tidak sadar yang membuat takut bu guru dan teman -temannya. Yaitu Tantri menggambar sebuah lemari dengan gambar dua anak kecil yang bayangan kedua anak tersebut menyerupai sosok hantu yang besar, hitam dan menyeramkan. Akhirnya Tantri diminta datang di ruang kepala sekolah. Ibu kepala sekolah yang diminta menasehati Tantri menjadi kaget karena Tantri menggambar di whiteboard yang ada di ruang kepala sekolah dengan gambar yang sama persis seperti yang digambar Tantri di buku gambar.
Tantri pulang ditemani hantu Riska dan hantu Tania. Tantri menjadi kaget saat berpapasan dengan anak yang hadir dalam mimpinya yaitu Romi. Tantri coba memperingatkan Romi untuk berhati - hati tapi saat Tantri belum sempat bicara banyak, ibunya Romi datang dan malah menyangka Tantri hendak mengancam Romi dan diapun memarahi Tantri. Lalu Romi dan ibunya pun pergi. Nasehat Tantri ternyata terbukti, Romi diajak main petak umpet oleh dua hantu anak cewek yang mengajak Romi untuk sembunyi di dalam lemari jati yang baru dibeli oleh Bu Taty. Ibunya Romi panik mencari Romi sampai minta bantuan Pak RT dan warga untuk mencari Romi tapi Romi tidak dapat ditemukan. ibunya Romi justru malah menuduh Tantri yang mencelakai anaknya, karena tadi siang Tantri yang mengajak bicara Romi dan mengancamnya. Orang tua Tantri mencoba meluruskan masalah tersebut. Tantri mendapat penglihatan kalau Romi ada di dalam lemari jati milik Bu Taty. Tapi pada saat Tantri dan orang tuanya mendatangi rumah Bu Taty, rumah dalam keadaan kosong karena Bu Taty sedang pergi. Tantri mencoba untuk masuk kedalam rumah Bu Taty untuk menyelamatkan Romi tapi dilarang sama orang tuanya, karena masuk rumah orang tanpa izin merupakan pelanggaran.
Tantri pun akhirnya pulang ke rumah lagi, Tantri mendapat penglihatan dari mata batinnya lalu menggambar wajah Romi. gambar yang digambar oleh Tantri mengeluarkan air mata darah. Tapi pada saat kakaknya Tantri hendak melihat gambar itu, kakaknya Tantri tidak sengaja menumpahkan kopi ke gambar itu, dan saat dibersihkan sama papanya Tantri gambar itu berubah menjadi menyeramkan. Tantri mengatakan kepada orang tuanya kalau Romi tidak bisa ditolong lagi karena kehabisan waktu. Lalu Tantri meminta warga yang sedang mencari keberadaan Romi untuk mencari Romi di dekat pohon pisang yang berada di dekat makam, ternyata tubuh Romi sudah tidak bernyawa dengan sekujur tubuhnya berwarna hitam.
Setelahnya Tantri terus mendapat penglihatan yang berhubungan dengan lemari jati tersebut, mulai dari tukang yang kerasukan saat hendak mempernis lemari tersebut hingga penampakan anak - anak yang akan menjadi korban dari lemari jati tersebut. Kedua hantu yang merasakan adanya kedatangan Tantri menjadi terganggu dan akhirnya hantu itu malah mendatangi dan mengganggu Tantri. Tantri terus berusaha menyelamatkan jiwa anak - anak yang akan dikurung di lemari itu walaupun harus berhadapan dengan dua hantu anak kecil yang sebenarnya adalah dua hantu hitam besar yang menyeramkan.
Bersyukur lemari pembawa malapetaka itu akhirnya bisa ditaklukkan sama Tantri. Untuk menjadi pengingat, lemari itu disumbangkan sama bu Taty ke museum. Semoga lemari itu tidak akan lagi membawa malapetaka di masa depan. Haruslah kita mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan selalu berdoa agar kita dijauhkan dari marabahaya dan malapetaka. Aamiin....