Sejak Tantri bisa mengendarai sepeda motor sendiri dan punya SIM, Tantri punya kebiasaan buruk membuat mamanya pusing. Suka kebut - kebutan dijalanan tiap malam dan ikut balapan liar. Suatu saat Tantri mendapat kecelakaan. Untung saja, ada sepasang jin muslim yang berwujud kakek dan nenek selalu melindungi Tantri. Namun sosok tersebut hanya Tantri yang bisa melihatnya.
Satu lagi kebiasaan Tantri, yaitu suka pergi ke diskotik dan suka joget - joget sampai tengah malam. Tantri sering bercerita ke mamanya, kalau di situ kerap kali ada makhluk gaib dan ada yang kesurupan yang aneh - aneh.
Sejak memasuki usia remaja, santri berusaha menghindarin yang berhubungan dengan makhluk gaib. Tapi semakin Tantri menghindar, makhluk - makhluk gaib tersebut semakin gencar menunjukkan keberadaannya. Menunjukkan penampakannya ke Tantri dan meminta tolong dirinya.
Semakin Tantri menolak kekuatan itu semakin merasuk ke batin Tantri. Tantri nggak kuat menolak apa yang diberikan sama Tuhan. Tantri menangis di hadapan mama, papa, dan kakaknya. Tantri berharap kepada Tuhan untuk menutup mata batinnya.
Sejak diperingatkan oleh jin muslim itu, Tantri pasrah terhadap apa yang diberikan oleh Tuhan untuknya. Terkadang Tantri berusaha menolak, dengan penglihatan mata batinnya. Sampai akhirnya, datanglah teman Elzandra yang bernama Holifah. Teman Elzandra yang datang dari Madura.
Holifah meminta kepada Elzandra, agar Elzandra mengizinkan Holifah menginap dirumahnya Elzandra, untuk sementara waktu. Elzandra kasihan sekali melihat Holifah, sebab di tubuhnya banyak sekali luka memar. Rupanya selama ini Holifah telah terkena KDRT. Elzandra sama mamanya, beserta Tantri dan mama menjadi bingung.
Holifah yang baru semalam menginap di rumah, pagi itu meminta izin kepada Elza untuk belanja ke pasar. Tapi ditunggu - tunggu sampai siang kok Holifahnya belum pulang - pulang juga. Rupanya, Holifah dibawa paksa oleh Ratno, suaminya. Mama dan papanya Tantri, Tantri, Elzandra, serta mama papanya Elzandra, jadi bingung entah harus bagaimana.
Keesokan harinya, Holifah telpon Elzandra. Dia bilang ke Elzandra, kalau dia dipaksa Ratno suaminya untuk menandatangani surat yang isinya menyatakan bahwa dia menyetujui jika suaminya menikah lagi. Ratno sebenarnya sudah mengetahui bahwa Holifah sudah tidak lagi memiliki rahim. Holifah rahimnya diangkat karena kanker. Holifah semakin syok, apalagi wanita yang dinikahi Ratno adalah Nur Rohmah yang merupakan adik sepupu Holifah. Dan akhirnya pernikahan Ratno dengan Nur Rohmah benar - benar terjadi. Tapi, Holifah hanya bisa pasrah dan berharap yang terbaik.
Saat Tantri mencoba menerawang Ratno, tiba - tiba saja Tantri kejang - kejang, dan matanya melotot sangat menyeramkan . Mama panik, papanya dan kakaknya Tantri juga panik. Apa yang dialami Tantri tidak biasanya. Wajah Tantri berubah seram seperti zombie.
Nur Rohmah meninggal, syoknya Holifah semakin bertambah. Holifah tampak stres berat dan hampir gila. Tantri, Elzandra, dan Tarmo, sangat sedih dan terpukul karena gagal menolong Nur Rohmah. Dalam hati Elzandra mikir, kok Tuhan menciptakan orang sejahat Ratno. Manusia yang tak pernah merasa melakukan kezaliman kepada istrinya.
Tuhan kembali menunjukkan kekuasaan-Nya. Ratno yang begitu kejam menyiksa istrinya, mengalami kecelakaan hebat. kedua kakinya harus diamputasi. Dia tidak memiliki tubuh yang sempurna lagi.
Penderitaan Ratno akhirnya diakhiri oleh Tuhan. Dia meninggal dunia. Tercium bau busuk dari tubuhnya ketika dimandikan, dan semua orang dapat mencium bau busuk tersebut. Holifah hanya bisa pasrah berdoa kepada Tuhan, semoga Ratno mendapat ampunan dari Tuhan dan tenang di alam sana. Sampai kemudian Ratno diantar ke peristirahatannya yang terakhir alias kuburan.
Selama kita hidup, haruslah banyak berbuat karma baik. Agar kita mendapatkan karma yang baik. Aamiin....
Selesai..........