Tantri itu pemikirannya seperti orang dewasa. Dia pernah bilang kepada mamanya, sebuah pepatah mengatakan; "serapi apapun bangkai yang disembunyikan nanti akan tercium juga." Itu dia katakan setelah menangani suatu kasus.
Wiwin memang sudah kenal dengan Tantri dan pernah bertemu beberapa kali. Wiwin tau bahwa Tantri mempunyai kemampuan supranatural. Mangkanya dia ingin bertanya pada Tantri, gimana caranya mengusir hantu yang mengganggu di keluarga tersebut.
Karma buruk yang dilakukan seseorang, ternyata jadi berakibat keburukan dan malapetaka di keluarga pelakunya. Ternyata itu yang terjadi di kasus ini.
Hantu itu menyerang siapa saja yang dirasa menghalanginya. Mama dan papanya Tantri juga tidak luput dari serangan hantu itu. Mama dan papanya Tantri jadi bingung dan ketakutan, karena mereka tidak tau, terlibat dalam masalah apa? Semuanya masih belum jelas.
Air garam pemberian Tantri kepada Wiwin, untuk ngepel seluruh rumahnya pakai air garam tersebut membuat hantu seram itu kesakitan. Hingga, hantu tersebut ingin membalas menyerang Tantri sekeluarga.
Satu persatu misteri hantu yang meneror Wiwin, sedikit demi sedikit mulai terungkap lewat penerawangan Tantri. Tapi Tantri belum bisa merangkai semua itu untuk menjadi sebuah jawaban yang pasti. Mama jadi suka kasihan sama Tantri, harus berpikir berat untuk menyelesaikan masalah orang lain. Tapi mama sadar, mungkin itu sudah takdir hidup Tantri.
Biarpun Tantri itu memiliki kemampuan diatas orang dewasa, tapi dia itu tetap anak kecil yang harus didampingi. Dan belum mengerti cara menyampaikan sesuatu kebenaran kepada orang lain, supaya orang lain tidak marah dan tersinggung. Nah itu tugas mama dan papanya Tantri untuk mewakili.
Akhirnya semuanya jelas terungkap. Ternyata Niren anak dari bu Sundari, dan meminta bu Sundari untuk merelakan semua masalahnya diselesaikan oleh Tantri. Bu Sundari menurutin kemauan anaknya itu, tapi meminta tolong Tantri satu hal, yaitu kuburkan dirinya secara layak.
Ibu Wiwin teman mamanya Tantri batal menjual rumah itu. Ia mengikuti semua saran Tantri dan mama, dengan membayarkan kembali rumah itu ke ahli warisnya. Dan rumah itu berhenti membawa malapetaka. Dekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, semoga kita dalam lindungan-Nya. Aamiin....
Selesai...........