Langsung ke konten utama

TEROR SETAN BAYARAN

Mamanya Tantri menceritakan pengalaman Tantri membantu Lisa yang menjadi korban perebutan harta warisan di keluarganya. Lisa adalah anak kedua dari keluarga Bowo, keluarga milyarder yang memiliki perusahaan besar pada masanya. Celakanya,  pak Bowo jatuh sakit sehingga Kirana, si anak sulung berencana menyingkirkan Lisa dan pak Bowo agar ia bisa menguasai seluruh harta warisan. 

Keluarga pak Bowo maupun Tantri sebenarnya tidak ada hubungan apapun,  baik darah ataupun hanya teman. Tapi berkat kuasa dan izin Tuhan, Tantri dan Lisa dipertemukan. Lisa malam itu diserang oleh setan kiriman dari Kirana. Kirana dan Ranto, suaminya, membayar dukun untuk  menyingkirkan semua orang agar mereka bisa menguasai seluruh harta warisan. 

Tantri berusaha menghindarkan Lisa dari bahaya itu dengan menyarankan Lisa untuk mandi dengan air zamzam yang didoakan dan dicampuri garam agar tanda dari setan bayaran yang berwujud "Setan Noni Belanda cantik  bergaun coklat jaman dulu," di dirinya hilang. Tapi Lisa lalai dan meremehkan hal itu, sehingga dia masih bisa diserang setan bayaran itu. 

Puncaknya, di malam itu Lisa diculik oleh setan bayaran itu. Setan bayaran membawa Lisa ke suatu tempat. Ketika Tantri ingin menyelamatkan Lisa, keluarganya malah diserang juga oleh si dukun. Pertama papa, lalu nenek yang diserang oleh si dukun. Beruntung Tantri berhasil membebaskan mereka. Tapi ketika Tantri dan papa sudah tiba di tempat setan bayaran menculik Lisa, ternyata Lisa sudah dililit oleh kain putih dari gaunnya seperti kepompong. 
Sehingga hanya menyisakan mata, hidung, dan rambutnya saja yang dapat dilihat. 

Beruntung berkat doa yang dipanjatkan Tantri dan papa, Tantri dapat membebaskan Lisa dan menyerang si setan wanita itu. Kirana dan Ranto yang kesal melihat itu, langsung menyuruh si setan untuk menyerang Tantri dan papa. Tapi karena Kirana lupa memakan kembang kantil sebagai syarat menjadi tuan bagi si setan,  si setan bayaran malah langsung menyerang Kirana dan Ranto. 

Kirana yang lari,  berusaha kabur dari si setan berakhir dengan tertabrak mobil. Sedangkan dukun dan Ranto kabur tapi sambil diteror setan. Tapi untungnya, untuk Kirana semuanya berakhir cukup indah. Lisa mengurus Kirana hingga Kirana pulih dari lumpuh sementaranya. Selain itu, Lisa juga mengajak Kirana untuk mengurus perusahaan keluarga Bowo  bersama -   sama.  Dan keluarga Bowo pun akhirnya tinggal satu atap dan menjadi akur lagi. 

Sedangkan dukun dan Ranto sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya. Konon katanya, mereka diculik dan disembunyikan setan yang dulu menjadi suruhan mereka sendiri. Memang hidup di dunia ini, akan selalu ada karma baik  dan buruk. Sering -  
seringlah menebar karma baik agar yang datang yang baik
-  baik juga. Aamiin......

Selesai.....

Postingan populer dari blog ini

TUGAS BAHASA INDONESIA UT

Soal nomor 1:  Kedudukan Bahasa Indonesia: Bahasa Nasional dan Bahasa Negara Bahasa Indonesia memiliki dua kedudukan penting yang sering kali dianggap sama, padahal keduanya memiliki makna dan fungsi yang berbeda satu sama lain. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional bersifat sosiologis dan emosional, yakni berkaitan erat dengan identitas dan semangat pemersatu bangsa. Kedudukan ini tidak lahir dari sebuah undang-undang, melainkan tumbuh dari kesadaran kolektif para pemuda Indonesia yang diikrarkan melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 . Sejak saat itulah bahasa Indonesia diakui sebagai bahasa persatuan seluruh rakyat Indonesia. Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia mengemban empat fungsi utama. Pertama, ia berperan sebagai lambang kebanggaan nasional yang mencerminkan nilai-nilai luhur dan jati diri bangsa. Kedua, bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang identitas nasional yang menjadi ciri k...

DRAFT TUGAS ARTIKEL ILMIAH PPKN UT

Peran Keluarga dalam Membangun Demokrasi yang Beradab 📚 Pendahuluan Demokrasi di Indonesia adalah amanat konstitusional yang berlandaskan pada Pancasila. Namun, praktik demokrasi yang ideal tidak hanya diukur dari aspek prosedural, seperti pemilihan umum, melainkan dari kualitas keberadaban warganya dalam berinteraksi politik dan sosial. Demokrasi yang beradab (civilized democracy) menuntut adanya etika, moralitas, toleransi, dan tanggung jawab yang tinggi dari setiap individu (Al-khansa & Dewi, 2021). Sejak era reformasi, Indonesia menghadapi tantangan serius terhadap kualitas keberadaban ini. Reformasi, yang awalnya membawa euforia kebebasan, ironisnya turut menciptakan masalah baru seperti peningkatan korupsi, vandalisme, dan yang paling krusial, hilangnya karakter bangsa yang dulunya dikenal santun dan berbudaya (Rahardjo, 2010). Krisis karakter ini secara langsung mengancam fondasi demokrasi yang sehat. Fenomena ini menunjukkan adanya kelemahan dalam proses pembentukan karakt...

CHAT RANDOM PAK KETU

 [2/5 11:48 AM] +62 856-4843-2105: tadi ngga jadi maju soalnya kamu gaada [2/5 11:48 AM] +62 856-4843-2105: diundur minggu depan kelompok kita [8/5 6:40 PM] Elzandra Angelynora: Besok jadi online jam berapa kak.. aku barusan masuk grup info soalnya [8/5 6:56 PM] +62 856-4843-2105: kenapa kok keluar grup? [8/5 7:24 PM] Elzandra Angelynora: Yg grup informasi psi.a1 itu kan aku barusan masuk kak.. jadi nggak tau infonya. Kemarin semua grup kelas aku keluar soalnya kan kebanyakan grup dan kemarin nggak tau tiba-tiba jengkel sama anak-anak, nggak tau kenapa. [8/5 7:30 PM] +62 856-4843-2105: usia udah kepala 2, harusnya udah bisa ngontrol emosi lebih baik [8/5 7:31 PM] +62 856-4843-2105: besok online jam 1 siang [8/5 7:40 PM] Elzandra Angelynora: Iya kak.. pelan-pelan berusaha gitu, cuma kan karena efek PMS jadi tiba-tiba kayak gitu. Kalau bukan karena PMS nggak mungkin aku jengkel sama anak-anak secara tiba-tiba tanpa ada sebab yg jelas. [8/5 8:15 PM] +62 856-4843-2105: oalah [8/5 8:15 ...