Langsung ke konten utama

ANAKNYA TAK MAU MENGAKUINYA SEBAGAI IBU KANDUNG

Tantri diminta mamanya untuk membantu adik teman mamanya yang sedang konflik di dalam rumah tangganya. Adik temen mamanya Itu namanya Winda (34 tahunan). Winda digugat cerai oleh suaminya yang bernama Edward (36 tahunan). Winda dituduh selingkuh sama teman Edward semasa kuliah. Padahal Winda sama sekali tidak melakukan apa yang dituduhkan oleh Edward. Winda juga dituduh penyebab meninggalnya Keyra (anak pertamanya Winda, 11 tahunan). Keyra terjatuh dari tangga saat sedang menyiapkan makan malam. Winda stress dituduh membunuh anak sendiri. 

Akibat kejadian tersebut akhirnya Edward menceraikan Winda, dan membawa anak keduanya, Keysha (9 tahunan) untuk tinggal bersamanya dan juga Vena istri keduanya. Menurut cerita orang -   orang, rumah yang ditempati Winda dan kakaknya adalah rumah berhantu. Di rumah tersebut dihuni arwah 
-   arwah jahat yang suka mengganggu manusia dan merasa senang jika melihat ada manusia yang terganggu mentalnya. Winda mulai terganggu mentalnya, selalu cemas dan dihantui dengan kematian. 

Tantri ditemani sama Tarmo menemui Winda di rumahnya. Tantri melihat di rumah tersebut telah terjadi pembunuhan sadis satu keluarga. Kejadiannya sudah 60 tahun yang lalu. Mayat -   mayat mereka dikuburkan terpisah  -    pisah. Winda, kakaknya, Edward, dan anaknya Winda juga belum lama tinggal di rumah tersebut. Tantri sempat merasakan demam tinggi ketika berada di rumah tersebut. 

Tarmo sangat berempati terhadap semua penderitaan yang dialami oleh Winda. Walaupun awalnya dia sempat cemburu melihat kedekatan Tantri dengan Winda. 

Tantri dan Tarmo menemani Winda menemui Edward. Winda meminta Edward untuk dipertemukan dengan anaknya yaitu Keysha. Edward sudah menikah lagi, dan Keysha tidak mau menemui mamanya. Keysha sudah diajarkan oleh Edward dan mama tirinya untuk tidak lagi mengakui Winda sebagai ibu kandungnya. Otak Keysha telah dipengaruhi perkataan Edward dan Vena, kalau Winda (mamanya) yang telah membunuh Keyra. Winda sedih dan sangat terpukul melihat sikap Keysha yang tidak lagi mau mengakui dirinya sebagai ibu kandung Keysha. 

Vena (30 tahun) istri Edward yang baru, adalah yang paling dominan mempengaruhi Keysha. Vena diam -    diam nggak suka sama Keysha. Vena mendesak Edward untuk menjual rumah yang ditempati Winda bersama kakaknya. Winda menolak. Edward pun mengusir Winda dan kakaknya tanpa memberi uang sepeserpun. Kakak Winda sangat terpukul dengan apa yang dialaminya bersama Winda. Gara -  gara  itu, penyakit jantung kakaknya Winda alias teman mamanya Tantri pun kambuh, dan tidak lama kemudian ia pun meninggal dunia. Winda sangat sedih dan terpukul menyaksikan kematian kakaknya. Dan dari wajahnya terlihat seperti belum mengikhlaskan kematian kakaknya. 

Tantri, Tarmo, papanya Tantri, dan mamanya Tantri pun datang menolong Winda. Tantri bisa melihat bahwa Vena punya guru spiritual yang membantunya mendapatkan segala apa yang diinginkannya. Termasuk membuat Edward bertekuk lutut kepadanya. Edward selalu nurut apa yang dikatakan Vena. Vena ingin menyantet Edward sampai Edward mati, lalu dia akan memfitnah Winda kalau Winda yang menyantet Edward. Tapi perbuatan Vena tersebut tidak diridhoi Allah. Dan akhirnya santet Vena berbalik ke dirinya sendiri. 

Vena menuduh Winda yang menyantet dirinya. Edward marah dan menganiaya Winda. Tantri, Tarmo, mamanya Tantri, dan papanya Tantri pun menghibur Winda. Lalu Tantri menjelaskan kepada Winda kalau Vena nyantet dirinya sendiri. 

Vena hanya bisa jerit  -            jerit kesakitan. Belum sempat mengakui dosanya kepada Edward, Vena pun meninggal dunia. 

Sejak kematian Vena, Edward semakin membenci Winda. Sakit hatinya terhadap Winda semakin mendarah daging. Edward lalu pura  
-   pura  baik sama Winda, dan mengatakan kalau dirinya ingin rujuk kembali sama Winda. Tapi Tantri melarangnya, karena Tantri tau kalau Edward hanya sekedar berpura -   pura. Tapi Winda tetap nekad rujuk sama Edward. 

Edward menikahi Winda hanya untuk membalaskan dendamnya. Edward menuduh Winda kalau Winda yang menyantet Vena sampai Vena mati. Dan Winda juga yang membuat Keyra mati. Dan Edward ingin Winda mati mengenaskan seperti matinya Keyra dan Vena. 

Edward pun mengajak Winda ke tangga,  lalu ia berposisi  membelakangi Winda, dan dia ingin mendorong Winda dari tangga. Tapi Winda bisa menghindar dan menginjak kaki Edward.  Edward pun hilang keseimbangan dan akhirnya jatuh berguling
-    guling dari tangga,  lalu kepalanya terbentur tembok dan kemudian mengalami gegar otak di kepalanya, kedua matanya buta, serta tangan dan kakinya pun tidak bisa digerakkan. Sampai menjemput ajal, Edward mengalami siksaan berat. Tapi Winda dan Keysha terus berada disisi Edward sampai maut menjemputnya. Edward mati dalam keadaan belum bertaubat, dan belum meminta maaf sama Winda. Tapi Winda berusaha ikhlas dan memaafkan Edward, itu pun karena bujukan Tantri. Winda sebenarnya sangat sakit hati dengan perilaku Edward kepadanya, tapi ia menuruti apa yang dikatakan Tantri untuk memaafkan Edward supaya Edward tidak terkena siksaan yang berat di alam kubur . Edward pun dikebumikan dengan benar.  Setelah kematian Edward, Keysha dan Winda membuka lembaran baru untuk tinggal bersama. Mereka pun hidup berbahagia. 

 Dekatkanlah diri kita kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan selalu beribadah.  Semoga kita selalu diberi petunjuk oleh Tuhan, agar kita senantiasa hidup di jalan kebajikan. 
Aamiin.........

Selesai...............

Postingan populer dari blog ini

TUGAS BAHASA INDONESIA UT

Soal nomor 1:  Kedudukan Bahasa Indonesia: Bahasa Nasional dan Bahasa Negara Bahasa Indonesia memiliki dua kedudukan penting yang sering kali dianggap sama, padahal keduanya memiliki makna dan fungsi yang berbeda satu sama lain. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional bersifat sosiologis dan emosional, yakni berkaitan erat dengan identitas dan semangat pemersatu bangsa. Kedudukan ini tidak lahir dari sebuah undang-undang, melainkan tumbuh dari kesadaran kolektif para pemuda Indonesia yang diikrarkan melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 . Sejak saat itulah bahasa Indonesia diakui sebagai bahasa persatuan seluruh rakyat Indonesia. Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia mengemban empat fungsi utama. Pertama, ia berperan sebagai lambang kebanggaan nasional yang mencerminkan nilai-nilai luhur dan jati diri bangsa. Kedua, bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang identitas nasional yang menjadi ciri k...

DRAFT TUGAS ARTIKEL ILMIAH PPKN UT

Peran Keluarga dalam Membangun Demokrasi yang Beradab 📚 Pendahuluan Demokrasi di Indonesia adalah amanat konstitusional yang berlandaskan pada Pancasila. Namun, praktik demokrasi yang ideal tidak hanya diukur dari aspek prosedural, seperti pemilihan umum, melainkan dari kualitas keberadaban warganya dalam berinteraksi politik dan sosial. Demokrasi yang beradab (civilized democracy) menuntut adanya etika, moralitas, toleransi, dan tanggung jawab yang tinggi dari setiap individu (Al-khansa & Dewi, 2021). Sejak era reformasi, Indonesia menghadapi tantangan serius terhadap kualitas keberadaban ini. Reformasi, yang awalnya membawa euforia kebebasan, ironisnya turut menciptakan masalah baru seperti peningkatan korupsi, vandalisme, dan yang paling krusial, hilangnya karakter bangsa yang dulunya dikenal santun dan berbudaya (Rahardjo, 2010). Krisis karakter ini secara langsung mengancam fondasi demokrasi yang sehat. Fenomena ini menunjukkan adanya kelemahan dalam proses pembentukan karakt...

CHAT RANDOM PAK KETU

 [2/5 11:48 AM] +62 856-4843-2105: tadi ngga jadi maju soalnya kamu gaada [2/5 11:48 AM] +62 856-4843-2105: diundur minggu depan kelompok kita [8/5 6:40 PM] Elzandra Angelynora: Besok jadi online jam berapa kak.. aku barusan masuk grup info soalnya [8/5 6:56 PM] +62 856-4843-2105: kenapa kok keluar grup? [8/5 7:24 PM] Elzandra Angelynora: Yg grup informasi psi.a1 itu kan aku barusan masuk kak.. jadi nggak tau infonya. Kemarin semua grup kelas aku keluar soalnya kan kebanyakan grup dan kemarin nggak tau tiba-tiba jengkel sama anak-anak, nggak tau kenapa. [8/5 7:30 PM] +62 856-4843-2105: usia udah kepala 2, harusnya udah bisa ngontrol emosi lebih baik [8/5 7:31 PM] +62 856-4843-2105: besok online jam 1 siang [8/5 7:40 PM] Elzandra Angelynora: Iya kak.. pelan-pelan berusaha gitu, cuma kan karena efek PMS jadi tiba-tiba kayak gitu. Kalau bukan karena PMS nggak mungkin aku jengkel sama anak-anak secara tiba-tiba tanpa ada sebab yg jelas. [8/5 8:15 PM] +62 856-4843-2105: oalah [8/5 8:15 ...