Nama tokoh:
1. Nona SI: (korban 1)
2. Nona An'imah: (korban 2)
3. Rezza Amanda Pratiwi: (tersangka, teman korban)
4. Aatali: (detektif)
5. Nona SY: (tim forensik)
6. Nona Jauharotul Husnia : (tim forensik).
7. Lili: (polisi 1).
8. Aalubi: (polisi 2).
9. Elzandra: (narator/pembaca naskah).
10. Mister MN: (tersangka).
11. Mister DS: (pelaku)
Jalan Cerita
Sabtu malam minggu, nona SI, An'imah, dan Rezza ada janjian nonton film Harry Poter bersama-sama. Tiba ditempat nobar, mereka mengambil tempat dan kemudian duduk. (nona SI pun duduk, dan karena haus iapun menyuruh salah seorang temannya untuk membelikannya minuman dingin).
Nona SI:"Eh, aku haus nih. Siapapun tolong beliin minum gih. Help me!"
Nona Rezza:"Aku! Aku ajah, Sin!"
An'imah:"Eh aku juga haus. Nitip ya, Za!
Nona Rezza:"Okeh siap. Yang penting ada uangnya! Aku ditraktir yach An. "
Nona SI:
"Terserah kamu ajalah, An. Ayo Za cepet beliin. Haus nih. Ini uangnya (menyerahkan uang 20 ribu kepada nona Rezza). Punyaku banyakin es batunya yach!"
Nona Rezza:"Siyaaappp."
(Nona Rezza pun pergi membeli minuman untuk mereka bertiga).
Nona Rezza:"Mas! mas! Beli pepsi 3 dong mas. Yang satu banyakin es batunya yach!
Owner konter minuman: "Oke."
Nona Rezza:" Mas! Mas! Cepetan dong mas. Haus nih!
(Penjual pepsi pun menyerahkan 3 minuman pepsi kepada nona Rezza, dan nona Rezza pun membayar nya).
(Pemilik konter minuman itu adalah mister DS. Dia selalu ditemani oleh temannya yang bernama mister MN yang selalu sibuk dengan novelnya).
Setelah itu, nona Rezza pun kembali ketempat nobar lalu menghampiri nona SI dan An'imah. (Dan kemudian memberikan 2 minuman pepsi itu ke An'imah. An'imah pun memberikan pepsi yang es batunya banyak ke nona SI).
Nona Rezza:" Eh guys, aku izin ke toilet dulu yach!"
(An'imah dan Nona SI mengangguk).
(Nona SI pun meminum pepsi itu lalu menggigit es batunya. Semenit kemudian nona SI pun pingsan dan jatuh ke lantai. An'imah pun sontak kaget. Dan nona Rezza pun muncul).
(Aatali sebagai detektif terkenal ternyata sudah ada ditempat tersebut dan ia pun mendekati nona SI dan mencium bau aneh dari mulut korban serta memeriksa denyut nadinya).
Aatali:"Pukul 18.30 waktu setempat telah meninggal dunia korban keracunan atasnama Sinta Ayu Almutammimah, dikarenakan terkena racun sianida yang menyebar diseluruh tubuh korban. Cepat hubungi polisi dan semua orang yang ada di sini saya harapkan untuk tetap tenang dan tidak meninggalkan tempat. Karena kami akan melakukan beberapa penyelidikan dan introgasi. "
An'imah dan Rezza:"Siaapp. "
(An'imah pun menghubungi polisi).
An'imah: "Halo! Saya An'imah. Teman saya yang namanya Sinta tewas ditempat."
(Polisi pun menjawab dan menanyakan dimana lokasi mereka).
An'imah: "Oke mbak, saya tunggu ya. Nanti saya WA kan alamatnya. Terimakasih. "
(Sementara itu, detektif Aatali terus melakukan penyelidikan).
(Nona Rezza dari tadi hanya duduk dikursi dan diam. Ia sangat shock dan ketakutan atas kematian nona SI. )
(Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya tim dari kepolisian pun datang. )
Aalubi:"Oh, ternyata anda sudah di sini Nona Ata. "
Lili:"Aku sangat mengandalkanmu, nona. Kuharap kau dapat memecahkannya dengan cepat. "
Aatali:"Oh tentu. Aku sudah memiliki empat tersangka utama. Mungkin kita bisa memulai introgasinya sekarang. "
(Lili mendekati tubuh korban dan ia mencium bau aneh dari tubuh korban.)
Lili:"Hmm, bau apa ini?"
Aatali:"Itu sianida, yang dengan cepat menyebar keseluruh tubuh korban dan membuat korban meninggal. "
Aalubi:"Oh, jadi itu penyebab kematian korban? Bagaimana sianida itu bisa masuk ketubuh korban?"
Aatali:"Mungkin dari minuman ini!" (seraya memegang gelas minuman yang habis diminum nona SI).
Lili:"Oh itu, kalau begitu biar kuberikan minuman ini pada tim forensik." (Lili mengambil minuman itu dan memasukkannya ke dalam kantong plastik. Menelpon tim forensik).
Lili:"Halo Shif, I need you. Alamatnya aku share lewat WA aja
yach. "
Lili:"Tim forensiknya akan datang kira-kira 10 menit lagi. "
Aatali:"Oh iya, apakah bisa dimulai sekarang introgasinya. "
Aalubi:"Oh tentu saja. Itu yang kami tunggu-tunggu dari tadi. Dan siapa saja tersangkanya?"
Aatali:"Dia! Dia! Dia! dan Dia!" (Seraya menunjuk Rezza, An'imah, DS, dan MN).
(Mereka berempat pun sontak kaget.)
(Aatali sebagai detektifnya pun mengarahkan mereka berempat untuk duduk bersama-sama berhadapan dengan Aatali. Aatali mewawancarai mereka dan mereka menjawab semua pertanyaan yang diberikan. Lili mencatat semua jawaban yang diberikan oleh keempat tersangka. Sedangkan Aalubi bertugas mengawasi mereka.)
(Dan beberapa saat kemudian Nona SY dan nona Nia pun datang dan langsung memeriksa minuman tersebut.)
(Akhirnya Aatali, Lili, dan Aalubi mulai mengintrogasi para tersangka yang kemungkinan salah satu dari mereka berempat adalah pelakunya. )
(Sementara itu, Nona Nia dan Nona SY masih memeriksa minuman tersebut di dekat TKP.)
(.....skip 5 detik)
(Beberapa menit kemudian Aatali, Aalubi, dan Lili telah selesai mengintrogasi para tersangka. Tapi sebelum mengungkap siapa pelaku pembunuhan dari nona SI, Aatali menanyakan hasil pemeriksaan minuman tersebut kepada tim forensik. )
Aatali:"Bagaimana hasil pemeriksaannya?"
Nona Nia:"Kami tidak menemukan kandungan sianida didalam minuman ini."
Nona SY:"Benar-benar aneh."
Aatali:"Sudah kuduga......"
Aalubi:"Apakah itu artinya kamu sudah menemukan pelakunya? Siapa?"
Aatali:"Ini sangat mudah, nona
Altāf. "
Aalubi:"Oh ayolah nona Ata. Coba jelaskan desuksi anda."
Aatali:"Baiklah.
Pertama, korban dibunuh dengan racun sianida yang ada didalam es batu minuman tersebut. Pelaku tau betul kebiasaan dan kesukaan korban. Korban sangat suka makan es batu dan menelannya. Jadi, kebiasaan korban itulah yang dimanfaatkan oleh si pelaku untuk membunuh korban."
Lili:"Siapa pelakunya?" (Lili memotong pembicaraan Aatali karena rasa penasaran).
Aatali:"Sabar dulu dong nona, saya akan menjelaskannya kepada anda. Kalau An'imah pelakunya dia hanya punya sedikit waktu untuk memasukkan es batu dengan sianida itu ke dalam minuman tersebut. Dan kalau nona Rezza pelakunya, dia punya banyak kesempatan untuk memasukkan es batu yang beracun itu ke dalam minuman korban, dan dia juga punya banyak waktu untuk membuang bukti-bukti apapun dari pembunuhan tersebut. Dan, kalau saudara Nasrul pelakunya, kurasa peluangnya sangat kecil, aku tidak yakin. Tapi itu mustahil bagi mereka bertiga. Karena kebenaran selalu hanya ada satu, maka kesimpulan dari saya pelakunya adalah ANDA! Pemilik konter minuman, SAUDARA DIMAS!" (Menunjuk mister DS dan menyebut nama Mister DS dengan lantang. )
Aalubi:"Tunggu! Apa motifnya?"
Aatali:"Saya yakin kalau saudara Dimas itu suka pada saudari Sinta. Dan dia hendak menjadikan saudari Sinta sebagai pacarnya. Tapi harapannya tidak terpenuhi karena Nona Sinta menolak dan itulah yang membuatnya dendam kepada Nona Sinta. Dan penolakan itu terjadi saat mereka berdua makan malam di restoran yang ramai. Nona Sinta menolak mentah-mentah di depan banyak orang. Saudara Dimas merasa tercoreng nama baiknya karena dipermalukan oleh saudari Sinta dengan cara yang demikian.
(Memutar audio rekaman suara penolakan nona SI kepada DS). Dia sudah merencanakan pembunuhan ini sejak dua bulan yang lalu dengan cara memata-matai korban. Dan buktinya ada pada dompet kecil milik saudara Dimas. Dia menyimpan es batu dengan sianida itu di dalam dompet kecilnya agar temannya tidak curiga kepadanya."
Nona Rezza:"Oh, ternyata kau ya pelakunya. Huh, nyaris saja aku tertipu olehmu saudara Dimas. "
An'imah:"Pantas saja sedaritadi aku bergumam, kalau sepertinya aku pernah melihat wajahmu. Ternyata kau pelaku pembunuhan temanku. Tega kamu Dimas. "
Mister MN:"Apa? Kau pembunuh? Dasar manusia biadab!! Tangkap saja dia, mbak!"
(Berbicara kepada Lili.)
Mister DS:"Oke. Aku kalah, aku menyerah. Fine!"
Aatali:"Oh iya, dan kamu nona An'imah. Tolong kamu buang coklat yang ada di dalam tasmu. Itu mengandung arsenik yang sangat mematikan. "
An'imah:"Hah? (Dengan wajah bingung, An'imah mengambil tasnya dan mengeluarkan coklat yang ada di dalamnya. Kemudian Aatali menyerahkan coklat itu kepada Nona SY.)
Aatali:"Mbak, bisakah anda meneliti ada kandungan apa di dalam coklat ini. "
Nona SY:"Oh tentu. "
Aatali:"Oh iya, mbak. (Berbicara kepada Lili dan Aalubi. ) Tolong anda tahan saudara Nasrul juga. Dia telah berencana melakukan pembunuhan terhadap nona An'imah karena ingin membalaskan dendamnya kepada nona
An'imah sebab gara-gara An'imah dia tidak bisa menduduki jabatan yang lebih tinggi di kantornya. "
Lili:"Apakah itu benar?"
Aatali:"Tentunya. "
Mister MN:"Oh shitt you. "
(Aalubi bertepuk tangan.)
Aalubi:"Bravo! Good job nona Ata! Aku suka dengan caramu. "
Lili:"Yaelah lebay amat sich kamu nona. "
(Aalubi tersenyum).
Aalubi:"Oke, fine. Semuanya sudah dijelaskan. Untuk lebih detailnya kita bahas di kantor polisi saja. Ayo ikut kami! " (Seraya menarik tangan mister DS dan mister MN, serta para anggota kepolisian pun kembali ke kantor polisi. )
Akhirnya kasus tersebut mampu diselesaikan dengan cepat dan tepat oleh Aatali.