SY adalah seorang pelajar SMA. Dia anaknya biasa saja, tidak terlalu pintar dan tidak bodoh juga, pokoknya biasa saja. Ada seorang lelaki yang menyukainya berinisial M. D. Tapi SY tidak mengetahuinya karena M.D tidak pernah mengungkapkan perasaannya kepada SY.
Di rumah SY adalah anak yang rajin. Dia selalu membantu mamanya mengerjakan pekerjaan rumah. SY juga sangat menyayangi papanya, karena apapun yang dia inginkan selalu dituruti oleh papanya.
Tapi semua itu berubah setelah papa tercinta nya selingkuh dengan wanita lain, dan mamanya memutuskan untuk berpisah (cerai). SY merasa sedih melihat keluarganya yang berantakan dan ia pun merasa kecewa. Terlebih ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri perselingkuhan papanya. Sehingga SY merasa kecewa dengan kelakuan busuk papanya.
Mulai saat itu ia merasakan ketidaknyamanan di rumahnya. Dia pun memutuskan kabur dari rumah untuk mencari ketenangan dan memutuskan sekolahnya. Dan ia pun bertemu dan bergabung dengan sekelompok geng anak jalanan. Dia merasa nyaman berteman dengan geng anak jalanan karena mereka selalu mengerti keadaan SY. Padahal itu merupakan hal menyimpang yang tidak disadari oleh SY.
Disekolah SY tidak masuk sekolah selama 3 minggu. M.D pun merasa heran karena SY jarang sekali absen, sekalipun absen biasanya tidak pernah lama. Tapi baru kali ini SY absen dan sampai 3 minggu pula. Akhirnya M.D pun memutuskan untuk mencari tau keberadaan SY. Setelah mencari kesana kemari akhirnya M. D pun tau kalau SY bergabung dengan anak jalanan.
SY mengalami kecelakaan saat balapan dengan ketua geng. Dia mengalami luka yang cukup serius sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Di saat itulah akhirnya M. D mengungkapkan perasaannya pada SY sekaligus mengakhiri semua penderitaan SY.
Soal nomor 1: Kedudukan Bahasa Indonesia: Bahasa Nasional dan Bahasa Negara Bahasa Indonesia memiliki dua kedudukan penting yang sering kali dianggap sama, padahal keduanya memiliki makna dan fungsi yang berbeda satu sama lain. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional bersifat sosiologis dan emosional, yakni berkaitan erat dengan identitas dan semangat pemersatu bangsa. Kedudukan ini tidak lahir dari sebuah undang-undang, melainkan tumbuh dari kesadaran kolektif para pemuda Indonesia yang diikrarkan melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 . Sejak saat itulah bahasa Indonesia diakui sebagai bahasa persatuan seluruh rakyat Indonesia. Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia mengemban empat fungsi utama. Pertama, ia berperan sebagai lambang kebanggaan nasional yang mencerminkan nilai-nilai luhur dan jati diri bangsa. Kedua, bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang identitas nasional yang menjadi ciri k...