Cantik bukan hanya outer beauty yang dilihat banyak orang kok masih tetapi jaga inner beauty yang ditujukan untuk diri sendiri walau pada akhirnya juga dilihat oleh orang lain. Selain wajah dan rambut yang terawat, tubuh yang bersih dan sehat, Kita juga harus memiliki sopan santun yang baik sesuai budaya ketimuran dan pengetahuan yang cukup. Jadi kalo ngobrol itu termasuk golongan the smart, the bright, & the beautiful gitu loh.
Kita semua harus menjadi perempuan yang cantik dan kaya untuk diri kita sendiri. Itu adalah bentuk menghargai anugerah Tuhan yang diberikan kepada kita.
Uang dan Hubungan
Jika Anda sudah menikah, persoalan tentang uang bisa menjadi satu masalah tersendiri. Kondisi umum yang sering dihadapi pasangan suami istri di Indonesia adalah siapa yang harus bertindak sebagai manajer keuangan dalam rumah tangga.
Untuk mencapai kehidupan yang indah dan sejahtera, hubungan seperti apa yang Anda jalankan dengan pasangan dalam kaitannya dengan mengelola uang menjadi sangat penting.
Menurut pengamatan saya, ada empat kemungkinan yang bisa terjadi tentang pengelolaan uang dalam sebuah hubungan.
Hubungan #1
Penghasilan suami dan istri digabung, lalu untuk keperluan keluarga.
PENGHASILAN SUAMI +
PENGHASILAN ISTRI =
KEPERLUAN KELUARGA #1
#2 PENGHASILAN SUAMI = keperluan keluarga. PENGHASILAN ISTRI = MILIK SENDIRI.
#3 suami ngasih istri uang bulanan, tapi Jumlah penghasilan rill suami tidak diketahui istri.
#4 Gaji suami istri digunakan untuk keperluan terpisah, misalnya gaji suami dipakai untuk bayar cicilan.. gaji istri dipakai untuk kebutuhan bulanan.
Hubungan mana yang paling baik tentu tidak bisa dibawakan pada setiap pasangan. Yang perlu Anda pahami adalah konsekuensi dari keputusan keuangan yang Anda ambil.
Dari sudut pandang perempuan, bila Anda bekerja, maka tingkat ke gantungan antara suami dan istri menjadi semakin kecil dari hubungan #1 hubungan #2, hubungan #3 hingga ke hubungari #4. Artinya, jika salah sat tidak berhasil mendapat penghasilan, maka dampaknya akan lebih minimal te hadap kesejahteraan keluarga bagi hubungan #4 dibandingkan hubungan #2
Apapun pilihannya, mayoritas kaum perempuan inginnya memiliki hubungan yang tetap terbuka. Kita merasa lebih nyaman jika pasangan secara terbuka menceritakan berapa jumlah penghasilan per bulan, apakah punya utang, atau ada orang yang utang dengan suami. Kita butuh rasa aman jika terjadi sesuatu pada suami, maka keluarga tidak akan terbebani secara finansial.
Sudah dari sananya, perempuan itu punya rasa ingin tahu yang lebih be sar dari lelaki. Sebagai contoh, bila seseorang menitipkan dompetnya kepada pasangannya, maka jika yang dititipkan si perempuan, dia akan lebih tergoda untuk mengintip isi dompet si laki-laki.
Betul tidak?
Begitu juga dengan pasangan suami istri. Pada umumnya, istri ingin tahu dengan persis berapa jumlah penghasilan suami. Di lain pihak, istri juga tidak ingin dicap sebagai istri yang tidak percaya dengan suami. Padahal itu bukan maksud kita, kan? Kita hanya ingin punya rasa nyaman tentang kondisi keuangan keluarga yang sesungguhnya.
Itulah sebabnya, salah satu syarat untuk mencapai kesejahteraan adalah terbuka dengan pasangan tentang bagaimana hubungan yang nyaman dalam hal uang bagi Anda berdua. Kita butuh rasa nyaman.
Pikirkan Ini!
Coba pikirkan dan jawab pertanyaan-pertanyaan dasar berikut.
1. Apakah salah satu ketakutan terbesar Anda menyangkut masalah keuangan? 2. Apa ketakutan Anda tentang uang dan masa depan?
3. Kepada siapa Anda merasa nyaman untuk berbagi dan mencan selusi tentang masalah keuangan?
Perempuan dan Laki-Laki Memang Berbeda
Perempuan dan laki-laki memiliki pandangan yang berbeda tentang uang dilihat dari sudut pandang mental, emosional, budaya, dan psikologis.
Dalam budaya timur maupun barat, laki-laki dididik untuk menjadi pencari nafkah utama dalam keluarga. Mereka dilatih untuk terbiasa belajar bagaima- na mencari uang, bagaimana berinvestasi, dan bagaimana memperoleh peng- hasilan dari bisnis. Sedangkan perempuan, lebih dilatih untuk bagaimana cara menghabiskan uang, bagaimana mendidik anak, dan pekerjaan rumah tangga lainnya.
Perempuan dan laki-laki pun memiliki pendekatan yang berbeda tentang apa arti kaya. Buat laki-laki, kaya itu adalah punya banyak uang di tabungan atau rekening investasi, punya banyak rumah, punya mobil mewah, punya motor bagus, dan tentunya punya pekerjaan yang bonafid.
Sedangkan buat perempuan, kaya itu adalah bisa sering-sering ke salon, bisa belanja setiap kali ada diskon besar-besaran, bisa punya kalung dan anting berlian, bisa punya satu lemari penuh yang berisikan pakaian, aksesori, sepatu, dan tas bermerek dengan segala warna dan model.
Dalam hal investasi, laki-laki bertendensi untuk lebih agresif dan berani mengambil risiko lebih untuk mengharapkan keuntungan yang lebih besar. Sedangkan kita para perempuan, umumnya takut untuk berinvestasi dan memilih yang aman-aman serta lebih konservatif.
Berdasarkan penjabaran singkat saja, kita bisa lihat kalau laki-laki punya uang sedikit saja, pikiran mereka adalah untuk harta investasi. Sedangkan buat perempuan, pikiran kita langsung untuk harta konsumsi. Meskipun mobil juga barang konsumsi, tetapi mobil bekas masih bisa dijual dengan harga tinggi. Sedangkan, pakaian bermerek bekas, siapa juga yang mau beli?
Perbedaan antara perempuan dan laki-laki jangan sampai membuat kita ragu untuk saling berdiskusi tentang keuangan. Hal penting yang perlu kita tahu, jangan pernah kita berasumsi tentang cara pandang pasangan kita. Generalisasi dan asumsi adalah awal dari malapetaka.
#tipsPrita
Apapun cara yang Anda pilih dalam mengatur keuangan dengan pasangan, Anda tetap harus memiliki satu reke- ning tabungan dan satu kartu kredit atas nama sendiri.
Sangat penting untuk memiliki track record finansial yang baik dengan bank atau lembaga keuangan lainnya. Anda. tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dalam keluarga di kemudian hari. Anda pun dapat mengatur sejumlah porsi penghasilan sendiri sesuai investasi yang Anda inginkan,
#checklistPRITA!
Cari tahu apa ketakutan dalam hal uang yang Anda rasakan.
Luangkan waktu paling tidak satu kali dalam sebulan untuk mem- bicarakan tentang keuangan dengan pasangan. Cobalah untuk jujur kepada diri sendiri dan pasangan tentang masalah keuangan yang sedang dihadapi dan ketakutan Anda.
Carilah nasihat dan saran-saran keuangan dari saudara, teman pe- rempuan, dan perencana keuangan independen.
-Dua Langkah Menuju Lebih Bertanggung Jawab
Beberapa perempuan yang saya temui sepanjang karier saya sebagai perencana keuangan, memiliki perhatian yang sangat minim tentang keuangan- nya sendiri. Saat saya bertanya, "Apakah Anda memegang kendali atas keuang- anmu?", berikut jawaban mereka:
"Tidak. Saya memercayakan keuangan kepada suami karena saya hanya mengurus rumah tangga." (Audi, 29 tahun)
"Tidak. Saya tidak punya pengetahuan tentang keuangan." (Aprila,
29 tahun)
"Tidak. Saya masih lajang dan uang yang saya dapatkan harus buat senang-senang. Rencana saya adalah menikah dengan laki-laki mapan dan banyak uang." (Tita, 22 tahun)
Bila Anda masih punya jawaban yang sama dengan mereka, maka perhati- kan statistik yang saya himpun dari berbagai sumber berikut ini.
Fakta: Statistik Perempuan
Secara rata-rata perempuan hanya mendapatkan 80% dari peng- hasilan yang diterima oleh laki-laki untuk jenis pekerjaan yang sama.
Perempuan, juga pada umumnya memiliki usia kerja yang lebih pendek dari laki-laki, dimana 7 tahun akan digunakan untuk mengurus keluarga.
Secara rata-rata perempuan akan menerima jumlah and Hari Tua dan pensiun dari mantan tempat bekerja yang le Padahal, perempuan memiliki harapan hidup yang lebih
laki-laki.
Bila sikap ini masih menjadi pilihan Anda, apa yang akan dia ternyata suami sudah tiada lebih dahulu sebelum Anda? Apa yang kan bila uang pensiun yang telah dikumpulkan, habis untuk memba pengobatan suami? Apa yang akan dilakukan bila terja dalam pernikahan?
Jadi, masih mau tidak peduli dengan keuangan Anda? Jika mau berubah inilah saatnya! Perempuan dikenal sebagai makhluk multi-tasking. Kita pandai dalam mengurus berbagai keperluan hidup dari mulai rumah tangga,
orangtua yang sudah sepuh, dan lainnya. Kenapa tidak termasuk soal uang.
Dengan probabilitas lebih dari 80% perempuan akan menjadi penanggung beban keuangan di usia lanjut, sepertinya mau untuk mengendalikan keuangan adalah pilihan yang bijaksana.
Mulai sekarang, luangkan waktu untuk mencatat seluruh pengeluaran yang dilakukan selama tiga bulan terakhir. Lalu, buat daftar aset dan utang yang dimiliki saat ini. Angka estimasi bukan merupakan tepat. Selesai membaca bab ini, Anda akan tahu angka-angka keberuntungan Anda.
#tipsPrita
Proses mencari angka keberuntungan memang sedikit membosankan, Carilah cara yang paling menyenangkan untuk Anda.
Tipe pengguna uang tunai
-Kumpulkan struk belanja, tagihan listrik, tagihan telepon, bon makanan.
-Selalu membawa notes kecil dan langsung mencatat segala pengeluaran yang Anda lakukan hari itu.
Tipe pengguna kartu debit
-Selalu mencetak mutasi rekening tabungan Anda dari internet banking maupun mobile banking (catatannya lebih lengkap daripada buku tabungan biasa).
Tipe pengguna kartu kredit
-Catat pengeluaran berdasarkan tagihan kartu kredit.
Langkah #1.
Seberapa Kayakah Anda?
Saat mulai kembali aktif mengajar sebagai dosen, saya bersama dengan para mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia meng- adakan roadshow tentang akuntasi dan keuangan ke beberapa SMU unggulan di Jakarta dan Depok. Berhubung topiknya adalah mengelola keuangan buat remaja, saya pun tergelitik untuk bertanya, "What is rich?
"Bisa punya banyak uang." (Aldo, 16 tahun)
"Punya rumah banyak, mobil sport, dan bisa membeli semua keperluan saya." (Randi, 16 tahun)
"Bisa belanja baju keren, gonta-ganti handphone dan hangout di tem- pat-tempat gaul, tetapi uang tidak pernah habis." (Ima, 17 tahun)
Ternyata, di mata anak-anak sekolah, yang namanya kaya adalah bia mencapai tahap dimana harta kita berlimpah ruah. Jadi, maksudnya kalau seorang sudah bisa menjadi seperti itu, artinya dia kaya.
Apa betul seperti itu? Yuk kita simak penjelasan berikut.
Berdasarkan teori akuntansi, kekayaan bersih atau net worth adalah harta yang benar-benar sudah menjadi milik Anda. Jadi, kalau Anda punya banyak harta tetapi utangnya bertumpuk atau bahkan nilainya lebih besar dari n harta, ya namanya tidak kaya dong!
Dengan mengetahui berapa kekayaan bersih saat ini, Anda akan lebih punya gambaran tentang langkah yang harus diambil dalam perencanaan keuangan tahun ini. Selain itu, tabel ini juga sangat berguna untuk mengeta kemampuan finansial sebelum Anda memutuskan untuk mengajukan aplikasi kredit perumahan, kredit pemilikan kendaraan, kartu kredit, atau kredit lainnya
Apa Saja yang Termasuk Kekayaan Saya?
Buat daftar jumlah aset yang Anda miliki saat ini. Pembagian aset yang saya sarankan adalah ke dalam tiga kategori, yaitu aset kas, aset investasi, dan aset konsumsi. Khusus untuk aset investasi, dibagi lagi menjadi aset investasi dan aset investasi tidak lancar.
#L Aset kas: aset yang dapat dicairkan atau dilikuidasi dalam jangka waktu di bawah satu tahun dan bukan ditujukan untuk investasi. Contohnya: uang tunai di dompet, tabungan, giro, deposito, dan reksa dana jenis pasar uang.
#2. Aset investasi: aset lancar atau liquid yang anda tujukan untuk investasi, karena anda mengharapkan pendapatan tetap yang berkala atau kenaikan atas modal. Contohnya: saham, obligasi, reksadana (selain reksadana pasar uang), emas batangan.
#3. Aset investasi tidak lancar: aset tidak lancar atau tidak likuid yang tidak Anda konsumsi karena Anda mengharapkan adanya pen- dapatan tetap berkala atau kenaikan modal dari kepemilikan tersebut. Contoh- nya: rumah yang disewakan, apartemen yang disewakan, tanah, koleksi batik kuno, koleksi lukisan dan benda seni lain. Termasuk juga modal usaha untuk startup maupun usaha rumahan.
#4. Aset konsumsi: aset yang Anda gunakan sehari-hari dan merupakan bagian dari kegiatan kehidupan. Contohnya: rumah tinggal, kendaraan, furnitur, perhiasan emas, perhiasan berlian, dan barang warisan (family heirloom).
Kemudian, buatlah daftar utang dan berbagai kewajiban yang masih menjadi tanggung jawab Anda.
5#. Utang jangka pendek: utang atau kewajiban yang harus Anda bayar dalam jangka waktu di bawah satu tahun. Contohnya: utang kartu kredit dan utang kredit multiguna jangka pendek.
6#. Utang jangka panjang: utang atau kewajiban yang akan Anda bayarkan dalam jangka waktu di atas satu tahun. Contohnya: utang KPR, utang KPM, utang kredit multiguna jangka panjang, atau utang kepada perusahaan tempat Anda bekerja.
Jadi, setelah Anda membuat daftar aset dan utang, maka selisihnya merupakan nilai kekayaan bersih.
Inilah Kekayaan Bersih Saya. Apa Artinya?
Ada tiga kemungkinan hasil akhir dari perhitungan tabel kekayaan bersih:
1. Kekayaan bersih positif, artinya aset lebih besar daripada utang/kewajiban yang dimiliki.
2. Kekayaan bersih negatif, artinya utang/kewajiban lebih besar daripada aset yang dimiliki.
3. Kekayaan bersih nol, artinya jumlah harta dan utang/kewajiban yang sama besar.
Alisa adalah seorang perempuan lajang yang bekerja di sebuah bank asing terkenal. Prospek kariernya cukup bagus, masuknya saja dari jalur management trainee. Siapa sangka, krisis keuangan global tahun 2008, membuat bank tem- patnya bekerja mengadakan efisiensi besar-besaran. Sejak terkena PHK bebe- rapa tahun lalu, hingga kini Alisa belum bekerja secara tetap lagi.
Ibu dari Alisa adalah penganut paham bahwa emas merupakan investasi terbaik. Hal yang sama diikuti oleh Alisa, sehingga sisa penghasilan yang ada selalu dibelikan perhiasan emas. Supaya mengikuti tren, Alisa senang melebur emasnya, mengganti model, menambah berlian-berlian kecil supaya perhiasan tambah cantik.
Singkat cerita, tabungan Alisa menipis dan dia mulai berpikir untuk meng- uangkan investasi emasnya. Namun, ternyata kok berat banget rasanya menjual perhiasan emas yang dipunya. Mau jual cincin, setiap hari dipakai. Mau jual anting-anting, ah rasanya sayang sekali. Mau jual kalung, hmmm, sudah ber- cita-cita mau dipakai jika menikah nanti. Oh noooo... jadi apa ini artinya Alisa tidak punya investasi?
Meskipun emas dikatakan sebagai salah satu instrumen investasi, tetapi Alisa membeli emas sebagai perhiasan untuk dipakai. Saat mau dijual, timbul rasa sayang karena adanya keterikatan emosi antara Alisa dengan investasinya. Sehingga, emas yang tadinya ditujukan buat investasi, tidak bisa menjalankan fungsinya saat dibutuhkan.
#tipsPrita
Selalu pisahkan antara aset investasi dengan aset konsumsi. Tidak boleh ada keterikatan emosi antara Anda dengan aset investasi. Bila ada, akuilah, itu barang konsumsi Anda!
Langkah #2. Ke Mana Saja Uang Anda Pergi?
Suatu siang sebelum pergi ke Bandung untuk menghadiri acara pernikahan salah satu kerabat, suami saya, Ghozie, berkata, "Yang, ada uang tunai ga buat beli bensin? Aku ga ada cash nih di dompet."
"Loh, bukannya empat hari yang lalu kamu baru tarik uang dari ATM? Kemana aja memang uangnya dipake?" jawab saya.
"Iya, ga tau lah. Pokoknya sekarang mesti isi bensin dulu pergi," Ghozie menjawab dengan nada terburu-buru.
Ya, akhirnya walau dalam hati masih bertanya-tanya, saya kasih uang tunainya ke suami. Kok bisa ya uang sejumlah itu bisa habis dalam waktu kurang dari seminggu. Padahal, saya tau suami bukan tipe tukang belanja.
Akhirnya saya minta suami untuk memikirkan, setiap bulan seperti apa aliran kasnya diperoleh dan digunakan.
Latihan Saya: Where Does My Money Go?
melihat ke struk belanja, rekening tabungan, slip kartu debit, dan lainnya, coba Anda pikirkan dan isi pernyataan berikut. Syarat utama adalah
JUJUR.
#1. Setiap bulan, saya membawa pulang Rp. ke rumah.
#2. Setiap bulan, saya berhasil menabung Rp
dan investasi Rp.
#3. Setiap bulan, saya berutang Rp. untuk kartu kredit, kredit rumah, dan lainnya (jumlah total pembayaran minimum untuk cicilan utang Anda).
#4. Setiap bulan, pengeluaran saya Rp_
Nah, angka-angka yang Anda isi di atas merupakan angka estimasi dari arus kas setiap bulan. Setelah ini, Anda harus mengisi kertas kerja. inilah arus kas saya dengan cara mencatat semua pemasukan dan pengeluaran setiap bulan, dengan catatan dari sudut pandang arus kas.
Yang paling dicatat dalam arus kas:
Uang yang didapat, yang ditabung, yang dibelanjakan, cicilan utang, uang untuk gaya hidup.
Karena akan lebih mudah untuk mengetahui di pos² mana terjadinya kebocoran pengeluaran yang paling besar. Selain itu, biar bisa ngerti mana saja sebetulnya pos yang prioritas buat kita.. sehingga tau di mana penghematan harus dimulai.
Pencatatan harus dilakukan minimal 3 bulan kedepan, agar anda memperoleh gambaran yang lebih nyata tentang kemana larinya uang-uang anda.