Langsung ke konten utama

CATATAN

 Bersabar selama masa transisi


Bila kekhawatiran Ibu timbul karena anak terlihat enggan meninggalkan pengasuhnya, ingat kalau masa transisi ini tidak pernah mudah bagi anak batita. Perilaku ini memberitahu Ibu kalau ia bersenang-senang atau ia sangat menikmati kebersamaannya dengan pengasuh sehingga tidak ingin melepasnya.

Kenali perasaan anak dengan mengatakan, “Bersabar selama masa transisi 

Bila kekhawatiran Ibu timbul karena anak terlihat enggan meninggalkan pengasuhnya, ingat kalau masa transisi ini tidak pernah mudah bagi anak batita. Perilaku ini memberitahu Ibu kalau ia bersenang-senang atau ia sangat menikmati kebersamaannya dengan pengasuh sehingga tidak ingin melepasnya. 

Kenali perasaan anak dengan mengatakan, “Ibu tahu Ade sedih karena harus pisah sama Mbak sekarang. Tapi sekarang waktunya Mbak pulang, besok Ade bisa main lagi sama Mbak.”



Bangun hubungan yang sehat 

Anak akan merasa aman ketika mengetahui siapa orang yang bisa ia datangi untuk mendapat rasa nyaman dan tenang. Ketika orang tua memberi dukungan kepada anak untuk dekat dengan orang lain di kehidupannya, dunia anak jadi tempat yang lebih ramah.



Bersyukur Ibu menemukan orang yang mencintai anak Ibu 

Ibu beruntung si kecil punya orang dewasa yang ia cintai dan percaya selain Ibu. Hubungan mereka bisa jadi sumber cinta dan dukungan yang bisa berlangsung seumur hidup. Pikirkan semua hal yang membuat Ibu bersyukur memiliki pengasuh ketika Ibu merasa cemburu. Anak jelas mencintai Ibu, dan untungnya Ibu memilih pengasuh yang disukai anak. 

Berlatih bersyukur karena ada pengasuh yang membantu menjaga buah hati Ibu.  Tulis 5 alasan kenapa pengasuh melakukan pekerjaannya dengan baik. Lalu jangan lupa memberitahukannya pada si pengasuh. Ini akan membuatnya  merasa lebih senang menjalankan tugasnya.



Sebisa mungkin menghabiskan quality time bersama anak 

Penting bagi anak untuk membangun kedekatan dengan ibunya. Ini membantu membangun dasar emosi yang stabil dalam hidupnya. Semakin dini ini terjadi, akan semakin baik. 

Apakah anak mencari Ibu untuk mencari kenyamanan dan minta dipenuhi kebutuhannya saat tidak ada pengasuh? Apakah Ibu punya quality time bersama? Bila ya, Ibu tak perlu cemas kalau anak lebih dekat dengan pengasuh dibanding Ibu karena Ibu jelas bisa memenuhi kebutuhannya. Ini mungkin hanya fase yang harus dilewati. 

Beri libur ke pengasuh. Ambil alih tanggung jawab untuk memenuhi semua kebutuhan anak seperti makan, mengganti popok, dan bermain. Ini mungkin awalnya terasa berat, tapi jangan cemas, semua ibu baru pasti bisa melakukan hal ini. Cari cara untuk membangun kedekatan dengan anak, seperti memeluknya atau membaca buku bersama. Lalu ulangi hal ini bila dibutuhkan. 

Pastikan saja, Ibu berusaha untuk dekat dengan si kecil. Pelukan dan cinta jadi sangat penting untuk hubungan ibu dan anak. Selain itu, ini juga jadi hal manis setelah seharian Ibu bekerja.  Ini membuat kerja keras Ibu terbayar.



Mempertegas Ibu sebagai pengasuh utama anak 

Bila anak menolak ditemani Ibu setelah pengasuh pergi. Ibu perlu mempertegas posisi Ibu sebagai pengasuh utama anak. Sebelum memulai proses ini, Ibu perlu waktu untuk menganalisa hubungan pengasuh dan anak. Pengasuh tahu rutinitas anak dan cara menenangkannya. Habiskan waktu bersama keduanya agar Ibu bisa mengenali tanda lelah, lapar, atau bosan. Sisihkan rasa bersalah atau cemburu yang Ibu rasakan. 

Pelajari apapun yang Ibu bisa dari pengasuh untuk memenuhi kebutuhan anak. Jangan coba mengambil kontrol darinya. Ciptakan lingkungan rendah stres dan menyenangkan agar anak menikmati waktu bersama Ibu dan pengasuh.



Semua tidak terjadi dalam waktu semalam 

Transisi ini butuh waktu, jadi bersabarlah. Ingat, Ibu akan punya waktu 17 tahun lebih bersama anak di rumah untuk merekatkan kedekatan antara ibu dan anak. Lagi pula, hanya Ibu yang jadi ibunya dan ini tugas Ibu untuk membimbing anak ke masa dewasa dengan percaya diri dan cinta.



Ungkapkan perasaan Ibu pada teman, bukan pada anak 

Anak bisa bingung ketika melihat Ibu kesal, terutama bila ini terjadi karena sesuatu yang ia lakukan atau yang tidak ia lakukan. 

Bila Ibu merasa kecewa ketika anak menangis meminta bersama pengasuhnya dan menolak digendong Ibu, tetap tersenyum dan simpan air mata untuk Ibu sendiri. Hubungi teman dan ceritakan apa yang Ibu rasakan lalu kembali ke anak dan lakukan usaha untuk merawatnya.



Lihat sisi terangnya 

Jujur saja, pasti senang ya kalau anak selalu merasa butuh Ibu? Tapi bila dipikir lagi, bukankah bagus kalau anak juga dekat dengan orang selain Ibu? Apakah Ibu ingin anak selalu membuntuti Ibu seharian hingga Ibu menjadi jengkel? Tentu tidak, bukan? Ingat Ibu, semakin mudah anak membangun kedekatan dengan orang yang bukan anggota keluarga saat ini, semakin mudah baginya untuk beradaptasi dengan sekolah, bertemu orang baru, dan nyaman di situasi sosial.



Bangun rutinitas baru bersama anak 

Satu cara terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah memulai hal yang baru. Bila anak telah membangun rutinitas bersama pengasuhnya dan tidak ingin menyertakan Ibu, coba bangun rutinitas baru hanya untuk Ibu dan anak. Ibu bisa beli buku untuk dibaca bersama, mencoba mainan baru, atau bila anak sudah lebih besar, Ibu bisa mengajaknya pergi ke taman di sekitar rumah. Dengan begitu, meski bila Ibu bukan orang yang ia pilih ketika ingin tidur atau mandi, Ibu masih punya kesempatan untuk dekat dengan buah hati.



Ingat, Ibulah yang jadi ibunya 

Situasi ini bisa sangat menyakitkan, sehingga beberapa ibu merasa terancam dan khawatir tentang kemampuan mereka untuk menjadi ibu. Penting untuk diingat, Ibu yang jadi ibunya selamanya. Jangan biarkan pengasuh membuat keputusan. Percaya diri pada peran Ibu dan kemampuan Ibu untuk menjadi ibu agar anak juga merasa yakin dan percaya pada Ibu. 

Jadi sebelum Ibu masuk ke rumah selepas bekerja, berhentilah sebentar untuk mengumpulkan keberanian. Ambil napas dalam dan ingatkan diri kalau Ibu adalah ibu yang baik, dan bisa memberi perawatan terbaik untuk anak. Ketika memasuki pintu rumah, tinggalkan semua kecemasan Ibu dan berikan senyum terbaik untuk buah hati Ibu.



Berhenti merasa cemas 

Ketika menyerahkan anak ke pengasuh, Ibu mungkin khawatir apakah pengasuh akan menyayangi anak seperti Ibu menyayanginya. Tapi ketika kedekatan antara anak dan pengasuh terbentuk, Ibu mulai cemas dan takut anak jadi lebih sayang dengan pengasuh dibanding Ibu. 

Akan selalu ada hal yang dicemaskan ketika membesarkan anak. Percayalah, hanya Ibu yang tahu apa yang terbaik untuknya. Lalu lepaskan rasa cemas dan katakan pada diri sendiri, “Sayalah ibunya dan saya yang paling baik dalam mencintainya.”



Agar Ibu lebih dekat dengan anak 

Ibu, Ibu bisa membangun kedekatan dengan anak untuk mengembangkan hubungan yang lebih kuat dengannya. Berikut ini beberapa cara untuk membangun kedekatan dengan buah hati, mulai sejak ia masih bayi: 

Pahami arti tangisan bayi. Bayi menangis karena alasan tertentu, baik karena popoknya basah, waktunya menyusu, atau karena ia hanya ingin digendong. Cari tahu kenapa bayi menangis dan apakah tangisannya untuk mendapat perhatian dan kenyamanan. Ingat, Ibu tidak akan membuat bayi manja dengan memenuhi kebutuhannya. 

Tidak hanya bayi yang membutuhkan Ibu bersikap responsif, batita dan anak yang lebih besar juga membutuhkan perhatian ini. Bila anak tersenyum, balas senyumannya. Lakukan kontak mata ketika Ibu bicara. Ikuti panduannya ketika ia meminta Ibu bermain bersamanya. 

Senyum dan sentuhan untuk menunjukkan rasa sayang. Meski bila Ibu stres di kantor, pulanglah ke rumah dengan senyuman untuk menunjukkan ke anak Ibu senang bertemu dengannya. Pelukan dan ciuman serta perhatian fisik bisa memicu pelepasan hormon oksitosin dan menurunkan efek hormon stres. 

Ada ketika dibutuhkan. Baik untuk membantu menyusun balok atau mengambilkan potongan apel di dapur, usahakan Ibu selalu ada untuk anak. Ini bisa berarti melakukan perubahan pada gaya hidup Ibu, seperti menghindari gadget saat bersama anak.




(
tahu Ade sedih karena harus pisah sama Mbak sekarang. Tapi sekarang waktunya Mbak pulang, besok Ade bisa main lagi sama Mbak.”



Bangun hubungan yang sehat

Anak akan merasa aman ketika mengetahui siapa orang yang bisa ia datangi untuk mendapat rasa nyaman dan tenang. Ketika orang tua memberi dukungan kepada anak untuk dekat dengan orang lain di kehidupannya, dunia anak jadi tempat yang lebih ramah.



Bersyukur Ibu menemukan orang yang mencintai anak Ibu

Ibu beruntung si kecil punya orang dewasa yang ia cintai dan percaya selain Ibu. Hubungan mereka bisa jadi sumber cinta dan dukungan yang bisa berlangsung seumur hidup. Pikirkan semua hal yang membuat Ibu bersyukur memiliki pengasuh ketika Ibu merasa cemburu. Anak jelas mencintai Ibu, dan untungnya Ibu memilih pengasuh yang disukai anak.

Berlatih bersyukur karena ada pengasuh yang membantu menjaga buah hati Ibu.  Tulis 5 alasan kenapa pengasuh melakukan pekerjaannya dengan baik. Lalu jangan lupa memberitahukannya pada si pengasuh. Ini akan membuatnya  merasa lebih senang menjalankan tugasnya.



Sebisa mungkin menghabiskan quality time bersama anak

Penting bagi anak untuk membangun kedekatan dengan ibunya. Ini membantu membangun dasar emosi yang stabil dalam hidupnya. Semakin dini ini terjadi, akan semakin baik.

Apakah anak mencari Ibu untuk mencari kenyamanan dan minta dipenuhi kebutuhannya saat tidak ada pengasuh? Apakah Ibu punya quality time bersama? Bila ya, Ibu tak perlu cemas kalau anak lebih dekat dengan pengasuh dibanding Ibu karena Ibu jelas bisa memenuhi kebutuhannya. Ini mungkin hanya fase yang harus dilewati.

Beri libur ke pengasuh. Ambil alih tanggung jawab untuk memenuhi semua kebutuhan anak seperti makan, mengganti popok, dan bermain. Ini mungkin awalnya terasa berat, tapi jangan cemas, semua ibu baru pasti bisa melakukan hal ini. Cari cara untuk membangun kedekatan dengan anak, seperti memeluknya atau membaca buku bersama. Lalu ulangi hal ini bila dibutuhkan.

Pastikan saja, Ibu berusaha untuk dekat dengan si kecil. Pelukan dan cinta jadi sangat penting untuk hubungan ibu dan anak. Selain itu, ini juga jadi hal manis setelah seharian Ibu bekerja.  Ini membuat kerja keras Ibu terbayar.



Mempertegas Ibu sebagai pengasuh utama anak

Bila anak menolak ditemani Ibu setelah pengasuh pergi. Ibu perlu mempertegas posisi Ibu sebagai pengasuh utama anak. Sebelum memulai proses ini, Ibu perlu waktu untuk menganalisa hubungan pengasuh dan anak. Pengasuh tahu rutinitas anak dan cara menenangkannya. Habiskan waktu bersama keduanya agar Ibu bisa mengenali tanda lelah, lapar, atau bosan. Sisihkan rasa bersalah atau cemburu yang Ibu rasakan.

Pelajari apapun yang Ibu bisa dari pengasuh untuk memenuhi kebutuhan anak. Jangan coba mengambil kontrol darinya. Ciptakan lingkungan rendah stres dan menyenangkan agar anak menikmati waktu bersama Ibu dan pengasuh.



Semua tidak terjadi dalam waktu semalam

Transisi ini butuh waktu, jadi bersabarlah. Ingat, Ibu akan punya waktu 17 tahun lebih bersama anak di rumah untuk merekatkan kedekatan antara ibu dan anak. Lagi pula, hanya Ibu yang jadi ibunya dan ini tugas Ibu untuk membimbing anak ke masa dewasa dengan percaya diri dan cinta.



Ungkapkan perasaan Ibu pada teman, bukan pada anak

Anak bisa bingung ketika melihat Ibu kesal, terutama bila ini terjadi karena sesuatu yang ia lakukan atau yang tidak ia lakukan.

Bila Ibu merasa kecewa ketika anak menangis meminta bersama pengasuhnya dan menolak digendong Ibu, tetap tersenyum dan simpan air mata untuk Ibu sendiri. Hubungi teman dan ceritakan apa yang Ibu rasakan lalu kembali ke anak dan lakukan usaha untuk merawatnya.



Lihat sisi terangnya

Jujur saja, pasti senang ya kalau anak selalu merasa butuh Ibu? Tapi bila dipikir lagi, bukankah bagus kalau anak juga dekat dengan orang selain Ibu? Apakah Ibu ingin anak selalu membuntuti Ibu seharian hingga Ibu menjadi jengkel? Tentu tidak, bukan? Ingat Ibu, semakin mudah anak membangun kedekatan dengan orang yang bukan anggota keluarga saat ini, semakin mudah baginya untuk beradaptasi dengan sekolah, bertemu orang baru, dan nyaman di situasi sosial.



Bangun rutinitas baru bersama anak

Satu cara terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah memulai hal yang baru. Bila anak telah membangun rutinitas bersama pengasuhnya dan tidak ingin menyertakan Ibu, coba bangun rutinitas baru hanya untuk Ibu dan anak. Ibu bisa beli buku untuk dibaca bersama, mencoba mainan baru, atau bila anak sudah lebih besar, Ibu bisa mengajaknya pergi ke taman di sekitar rumah. Dengan begitu, meski bila Ibu bukan orang yang ia pilih ketika ingin tidur atau mandi, Ibu masih punya kesempatan untuk dekat dengan buah hati.



Ingat, Ibulah yang jadi ibunya

Situasi ini bisa sangat menyakitkan, sehingga beberapa ibu merasa terancam dan khawatir tentang kemampuan mereka untuk menjadi ibu. Penting untuk diingat, Ibu yang jadi ibunya selamanya. Jangan biarkan pengasuh membuat keputusan. Percaya diri pada peran Ibu dan kemampuan Ibu untuk menjadi ibu agar anak juga merasa yakin dan percaya pada Ibu.

Jadi sebelum Ibu masuk ke rumah selepas bekerja, berhentilah sebentar untuk mengumpulkan keberanian. Ambil napas dalam dan ingatkan diri kalau Ibu adalah ibu yang baik, dan bisa memberi perawatan terbaik untuk anak. Ketika memasuki pintu rumah, tinggalkan semua kecemasan Ibu dan berikan senyum terbaik untuk buah hati Ibu.



Berhenti merasa cemas

Ketika menyerahkan anak ke pengasuh, Ibu mungkin khawatir apakah pengasuh akan menyayangi anak seperti Ibu menyayanginya. Tapi ketika kedekatan antara anak dan pengasuh terbentuk, Ibu mulai cemas dan takut anak jadi lebih sayang dengan pengasuh dibanding Ibu.

Akan selalu ada hal yang dicemaskan ketika membesarkan anak. Percayalah, hanya Ibu yang tahu apa yang terbaik untuknya. Lalu lepaskan rasa cemas dan katakan pada diri sendiri, “Sayalah ibunya dan saya yang paling baik dalam mencintainya.”



Agar Ibu lebih dekat dengan anak

Ibu, Ibu bisa membangun kedekatan dengan anak untuk mengembangkan hubungan yang lebih kuat dengannya. Berikut ini beberapa cara untuk membangun kedekatan dengan buah hati, mulai sejak ia masih bayi:

Pahami arti tangisan bayi. Bayi menangis karena alasan tertentu, baik karena popoknya basah, waktunya menyusu, atau karena ia hanya ingin digendong. Cari tahu kenapa bayi menangis dan apakah tangisannya untuk mendapat perhatian dan kenyamanan. Ingat, Ibu tidak akan membuat bayi manja dengan memenuhi kebutuhannya.

Tidak hanya bayi yang membutuhkan Ibu bersikap responsif, batita dan anak yang lebih besar juga membutuhkan perhatian ini. Bila anak tersenyum, balas senyumannya. Lakukan kontak mata ketika Ibu bicara. Ikuti panduannya ketika ia meminta Ibu bermain bersamanya.

Senyum dan sentuhan untuk menunjukkan rasa sayang. Meski bila Ibu stres di kantor, pulanglah ke rumah dengan senyuman untuk menunjukkan ke anak Ibu senang bertemu dengannya. Pelukan dan ciuman serta perhatian fisik bisa memicu pelepasan hormon oksitosin dan menurunkan efek hormon stres.

Ada ketika dibutuhkan. Baik untuk membantu menyusun balok atau mengambilkan potongan apel di dapur, usahakan Ibu selalu ada untuk anak. Ini bisa berarti melakukan perubahan pada gaya hidup Ibu, seperti menghindari gadget saat bersama anak.




Postingan populer dari blog ini

TUGAS BAHASA INDONESIA UT

Soal nomor 1:  Kedudukan Bahasa Indonesia: Bahasa Nasional dan Bahasa Negara Bahasa Indonesia memiliki dua kedudukan penting yang sering kali dianggap sama, padahal keduanya memiliki makna dan fungsi yang berbeda satu sama lain. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional bersifat sosiologis dan emosional, yakni berkaitan erat dengan identitas dan semangat pemersatu bangsa. Kedudukan ini tidak lahir dari sebuah undang-undang, melainkan tumbuh dari kesadaran kolektif para pemuda Indonesia yang diikrarkan melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 . Sejak saat itulah bahasa Indonesia diakui sebagai bahasa persatuan seluruh rakyat Indonesia. Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia mengemban empat fungsi utama. Pertama, ia berperan sebagai lambang kebanggaan nasional yang mencerminkan nilai-nilai luhur dan jati diri bangsa. Kedua, bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang identitas nasional yang menjadi ciri k...

DRAFT TUGAS ARTIKEL ILMIAH PPKN UT

Peran Keluarga dalam Membangun Demokrasi yang Beradab 📚 Pendahuluan Demokrasi di Indonesia adalah amanat konstitusional yang berlandaskan pada Pancasila. Namun, praktik demokrasi yang ideal tidak hanya diukur dari aspek prosedural, seperti pemilihan umum, melainkan dari kualitas keberadaban warganya dalam berinteraksi politik dan sosial. Demokrasi yang beradab (civilized democracy) menuntut adanya etika, moralitas, toleransi, dan tanggung jawab yang tinggi dari setiap individu (Al-khansa & Dewi, 2021). Sejak era reformasi, Indonesia menghadapi tantangan serius terhadap kualitas keberadaban ini. Reformasi, yang awalnya membawa euforia kebebasan, ironisnya turut menciptakan masalah baru seperti peningkatan korupsi, vandalisme, dan yang paling krusial, hilangnya karakter bangsa yang dulunya dikenal santun dan berbudaya (Rahardjo, 2010). Krisis karakter ini secara langsung mengancam fondasi demokrasi yang sehat. Fenomena ini menunjukkan adanya kelemahan dalam proses pembentukan karakt...

CHAT RANDOM PAK KETU

 [2/5 11:48 AM] +62 856-4843-2105: tadi ngga jadi maju soalnya kamu gaada [2/5 11:48 AM] +62 856-4843-2105: diundur minggu depan kelompok kita [8/5 6:40 PM] Elzandra Angelynora: Besok jadi online jam berapa kak.. aku barusan masuk grup info soalnya [8/5 6:56 PM] +62 856-4843-2105: kenapa kok keluar grup? [8/5 7:24 PM] Elzandra Angelynora: Yg grup informasi psi.a1 itu kan aku barusan masuk kak.. jadi nggak tau infonya. Kemarin semua grup kelas aku keluar soalnya kan kebanyakan grup dan kemarin nggak tau tiba-tiba jengkel sama anak-anak, nggak tau kenapa. [8/5 7:30 PM] +62 856-4843-2105: usia udah kepala 2, harusnya udah bisa ngontrol emosi lebih baik [8/5 7:31 PM] +62 856-4843-2105: besok online jam 1 siang [8/5 7:40 PM] Elzandra Angelynora: Iya kak.. pelan-pelan berusaha gitu, cuma kan karena efek PMS jadi tiba-tiba kayak gitu. Kalau bukan karena PMS nggak mungkin aku jengkel sama anak-anak secara tiba-tiba tanpa ada sebab yg jelas. [8/5 8:15 PM] +62 856-4843-2105: oalah [8/5 8:15 ...