Langsung ke konten utama

CATATAN GABUT

 


Syifa: Kenapa kok namanya doi mu disensor el? Mohon maaf besty namanya doi ku yang nama belakangnya itu mirip kayak namanya komting kelasku. Takutnya kalau gak disensor nanti jadi kontroversi aku.

Lia: itu siapa el yang foto sama kamu tempo hari itu, yg kamu kasih caption "pengen foto sendiri tapi malah diganggu sama Pak Ketu". Kok mukanya mirip sama pak Khoiron. Aku: Waduh li, selisih berapa tahun itu orang sama Pak Khoiron. Orang dia sama Pak Khairan aja beda dua angkatan. Lahirnya juga di tahun yang berbeda.

Pak Khoiron lahir Desember 1998. Kalau komting kelasku itu angkatan e kak Nikmah, kurang lebih lahirnya akhir 2000 atau awal 2001 aku nggak tau. Angkatannya kak Nikmah kan lulus SMA tahun 2019. Komting kelasku juga sama, lulus SMA 2019.. serentak sama kelulusannya angkatannya kak Nikmah.
 
Selisih dua angkatan. Pak Khoiron lulus SMA 2017, itu komting kelasku lulus SMA 2019. Dari tahun kelahiran mungkin selisih dua atau dua setengah tahun. Terus juga beda jauh, kalau Pak Khoiron kan kacamata an, kalo komting kelasku ini gak pake kacamata.

Yang membedakan lagi juga Pak Khoiron udah lulus kuliah dan OTW menghalalkan ponakannya bu nyai, hahaha. Ini komting kelasku jadi temanku ya, harusnya dia itu kakak kelasku.. Aku juga nggak tau kenapa dia nundanya lama sampai 3 tahunan, Ya itu kan haknya orang li mau menunda berapa lama. Tapi aku Emang pernah lihat

Tapi aku emang pernah lihat Pak Khoiron pas gak pake kupluk, yang pas resepsinya Bu Sinta dulu itu loh. Mungkin kamu menilai orang itu mirip Pak Khoiron karena rambutnya bentukannya hampir kayak gitu juga kan pak Khoiron. Tapi ya li  ya.. komting kelasku lebih muda daripada Pak Khoiron. Cuma emang mukanya agak dewasa aja kayak Pak Khoiron.

Meskipun Pak Khoiron sama Pak Farid kan juga iya, kelihatan kayak lebih muda Pak Farid padahal secara umur Pak Farid lebih tua daripada Pak Khoiron. Soalnya emang mukanya Pak Khairan itu istilahnya apa ya, kayak boros gitu loh kayak kelihatan tua, apalagi Pak Khairan juga bentukannya gitu, jadi ya kelihatan kayak bapak-bapak aja emang kalau bagi yang nggak tau.

Pak Khoiron juga bentukannya gitu, makanya kelihatan tua kalau dinilai orang. Tapi ya gak apa-apa sih, Pak Khoiron mah santai,  dia habis gini kan emang jadi bapak-bapak. Habis gini Pak Khoiron ngehalalin ponakannya bu nyai ae.

Postingan populer dari blog ini

TUGAS BAHASA INDONESIA UT

Soal nomor 1:  Kedudukan Bahasa Indonesia: Bahasa Nasional dan Bahasa Negara Bahasa Indonesia memiliki dua kedudukan penting yang sering kali dianggap sama, padahal keduanya memiliki makna dan fungsi yang berbeda satu sama lain. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional bersifat sosiologis dan emosional, yakni berkaitan erat dengan identitas dan semangat pemersatu bangsa. Kedudukan ini tidak lahir dari sebuah undang-undang, melainkan tumbuh dari kesadaran kolektif para pemuda Indonesia yang diikrarkan melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 . Sejak saat itulah bahasa Indonesia diakui sebagai bahasa persatuan seluruh rakyat Indonesia. Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia mengemban empat fungsi utama. Pertama, ia berperan sebagai lambang kebanggaan nasional yang mencerminkan nilai-nilai luhur dan jati diri bangsa. Kedua, bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang identitas nasional yang menjadi ciri k...

DRAFT TUGAS ARTIKEL ILMIAH PPKN UT

Peran Keluarga dalam Membangun Demokrasi yang Beradab 📚 Pendahuluan Demokrasi di Indonesia adalah amanat konstitusional yang berlandaskan pada Pancasila. Namun, praktik demokrasi yang ideal tidak hanya diukur dari aspek prosedural, seperti pemilihan umum, melainkan dari kualitas keberadaban warganya dalam berinteraksi politik dan sosial. Demokrasi yang beradab (civilized democracy) menuntut adanya etika, moralitas, toleransi, dan tanggung jawab yang tinggi dari setiap individu (Al-khansa & Dewi, 2021). Sejak era reformasi, Indonesia menghadapi tantangan serius terhadap kualitas keberadaban ini. Reformasi, yang awalnya membawa euforia kebebasan, ironisnya turut menciptakan masalah baru seperti peningkatan korupsi, vandalisme, dan yang paling krusial, hilangnya karakter bangsa yang dulunya dikenal santun dan berbudaya (Rahardjo, 2010). Krisis karakter ini secara langsung mengancam fondasi demokrasi yang sehat. Fenomena ini menunjukkan adanya kelemahan dalam proses pembentukan karakt...

CHAT RANDOM PAK KETU

 [2/5 11:48 AM] +62 856-4843-2105: tadi ngga jadi maju soalnya kamu gaada [2/5 11:48 AM] +62 856-4843-2105: diundur minggu depan kelompok kita [8/5 6:40 PM] Elzandra Angelynora: Besok jadi online jam berapa kak.. aku barusan masuk grup info soalnya [8/5 6:56 PM] +62 856-4843-2105: kenapa kok keluar grup? [8/5 7:24 PM] Elzandra Angelynora: Yg grup informasi psi.a1 itu kan aku barusan masuk kak.. jadi nggak tau infonya. Kemarin semua grup kelas aku keluar soalnya kan kebanyakan grup dan kemarin nggak tau tiba-tiba jengkel sama anak-anak, nggak tau kenapa. [8/5 7:30 PM] +62 856-4843-2105: usia udah kepala 2, harusnya udah bisa ngontrol emosi lebih baik [8/5 7:31 PM] +62 856-4843-2105: besok online jam 1 siang [8/5 7:40 PM] Elzandra Angelynora: Iya kak.. pelan-pelan berusaha gitu, cuma kan karena efek PMS jadi tiba-tiba kayak gitu. Kalau bukan karena PMS nggak mungkin aku jengkel sama anak-anak secara tiba-tiba tanpa ada sebab yg jelas. [8/5 8:15 PM] +62 856-4843-2105: oalah [8/5 8:15 ...