Etika Ilmuwan
Etika keilmuan adalah kode etik dalam pengetahuan ilmiah sebenarnya sudah tersirat dalam tiap tahapan dalam metode ilmiah, etika ilmuwan juga termasuk kode kode yang menandu kerja kerja ilmiah. Menjadi ilmuan pun harus berurusan dengan moralitas jaman nya selain dengan pilihan moral nya dan kode etik serta aturan profesionalitas yang dijunjung nya, menurut (burhanuddin salam), "etika adalah ilmuan yang mempelajari pola hidup atau tingkah laku yang di nilai baik dan buruk atau keji". etika adalah bagian filsafat yang meliputi hidup baik, berbuat baik dan menginginkan hal hal baik dalam hidup, etika menunjukan 2 hal ya itu disiplin ilmu dan pokok permasalahan disiplin ilmu atau nilai nilai hidup kita yang sesungguh nya dan hukum hukum tingkah laku kita (menurut Robert C solomon, 1984:42) ilmu pengetahuan adalah suatu sistem dari berbagai pengetahuan yang masing masing mengenai suatu lapangan pengalaman tertentu. "tiap tiap ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kasual dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya maupun menurut kedudukan nya tampak dari luar maupun menurut bangun nya dari dlam (menurut Prof. Dr. muhammad hatta)
Etika Ilmuwan disebut Pengetahuan Ilmiah
Etika ilmuwan atau sikap ilmiah ialah suatu pandangan seseorang terhadap cara berfikir yang sesuai dengan metode keilmuan, sehingga timbullah kecenderungan untuk menerima ataupun menolak terhadap cara berfikir yang sesuai dengan keilmuan tersebut. Seseorang ilmuwan jelas harus memiliki sikap yang positif,atau kecenderungan untuk menerima cara berfikir yang sesuai dengan metode keilmuan, yang dimanifestasikan didalam kognisisnya, emosi, atau perasaannya, dan juga didalam perilakunya.
Beberapa sikap ilmiah yang perlu dimiliki
oleh seorang ilmuwan
1. ObjektivitasSeorang ilmuwan harus memiliki sikap objektivitas, artinya bahwa ia berfikir harus sesuai dengan objeknya, dengan peristiwa, atau benda- benda yang memang ia pelajari. Tidak keluar dari apa yang ada pada objek yang ia pelajari. seorang ilmuwan berfikir objektif, akan menjauhkan penilaian yang subjektif yang di pengaruhi nilai-nilai kedirian, keinginan, harapan, serta dorongan pribadinya. Begitu juga suatu kesimpulan hasil penelitian akan bersifat objektif apabila hasil penelitian tersebut, tidak dipengaruhi oleh pandangan hidup, ras, agama, kebudayaan, faktor-faktor politik
2. Sikap Relative Sikap relative merupakan suatu keharusan dalam ilmu, karena ilmu hanya berhubugan dengan dunia phenomena yang penuh dengan perubahan, dan selalu mengalami perkembangan
Lanjutan
3. Sikap SkeptifSikap skeptif artinya memiliki pandangan yang ragu-ragu terhadap suatu ide. Menurut Descartes keraguan itu tidak hanya kepada masalah-masalah yang belum cukup kuat dasar pembuktin nya,j bahkan kepada ide yang telah kita milikipun harus ragu-ragu. Maka karena itu dia harus berhati-hati dan di teliti dalam mengambil suatu keputusan akhir dalam memberi pernyataan dan penilaian ilmiah.karena dengan keraguan ini biasanya seorang imuwan akan lebih bersikap kritis.
4. Kesabaran IntelektualSuatu penelitian ilmiah memerlukan kesabaran untuk mengumumkan hasil nya tadak tergesa-gesa berkerja dalam ilmu harus sistematis,teliti dan tekun.
Lanjutan
5.KesederhanaanKesederhanaan merupakan sikap ilmiah,artinya sederhana dalam berfikir, dalam cara menyatakan, dalam cara pembuktian. Dan Bahasa yang digunakan harus jelas dan terang, tidak menggambarkan emosional peneliti yang akhirnya dapat merusak hasil penelitiannya sendiri.
6. Tidak Memihak kepada EtikEtika berbeda dengan psikologi, antropologi, dan sosiologi, ilmu tidak mengadakan penilaian tentang baik dan buruk nya sesuatu yang diteliti. Ilmu hanya mengajukan deskripsi benar atau salah secara relative, namun pada akhirnya kalau sampai pada penggunaan hasil ilmu tadi tetap berhubugan dengan etika tertentu.
Filsafat Ilmuwan Berhubungan Dengan Etika
Etika adalah cabang dari filsafat yang membicarakan tentang nilai baik-buruk. Etika disebut juga Filsafat Moral. Etika membicarakan tentang pertimbangan-pertimbangan tentang tindakan-tindakan baik buruk, susila tidak susila dalam hubungan antar manusia. Etika adalah pengkajian secara mendalam tentang sistem nilai yang ada, Jadi etika sebagai suatu ilmu adalah cabang dari filsafat yang membahas sistem nilai (moral) yang berlaku. Moral itu adalah ajaran system nilai baik-buruk yang diterima sebagaimana adanya, tetapi etika adalah kajian tentang moral yang bersifat kritis dan rasional. Secara umum etika diklasifikasikan menjadi dua jenis; pertama etika deskriptif yang menekan pada pengkajian ajaran moral yang berlaku, membicarakan masalah baik-buruk tindakan manusia dalam hidup bersama. Yang ke dua etika normatif, suatu kajian terhadap ajaran norma baik buruk sebagai suatu fakta, tidak perlu perlu mengajukan alasan rasional terhadap ajaran itu, cukup merefleksikan mengapa hal itu sebagai suatu keharusan.
Etika keilmuan adalah kode etik dalam pengetahuan ilmiah sebenarnya sudah tersirat dalam tiap tahapan dalam metode ilmiah, etika ilmuwan juga termasuk kode kode yang menandu kerja kerja ilmiah. Menjadi ilmuan pun harus berurusan dengan moralitas jaman nya selain dengan pilihan moral nya dan kode etik serta aturan profesionalitas yang dijunjung nya, menurut (burhanuddin salam), "etika adalah ilmuan yang mempelajari pola hidup atau tingkah laku yang di nilai baik dan buruk atau keji". etika adalah bagian filsafat yang meliputi hidup baik, berbuat baik dan menginginkan hal hal baik dalam hidup, etika menunjukan 2 hal ya itu disiplin ilmu dan pokok permasalahan disiplin ilmu atau nilai nilai hidup kita yang sesungguh nya dan hukum hukum tingkah laku kita (menurut Robert C solomon, 1984:42) ilmu pengetahuan adalah suatu sistem dari berbagai pengetahuan yang masing masing mengenai suatu lapangan pengalaman tertentu. "tiap tiap ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kasual dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya maupun menurut kedudukan nya tampak dari luar maupun menurut bangun nya dari dlam (menurut Prof. Dr. muhammad hatta)
Etika Ilmuwan disebut Pengetahuan Ilmiah
Etika ilmuwan atau sikap ilmiah ialah suatu pandangan seseorang terhadap cara berfikir yang sesuai dengan metode keilmuan, sehingga timbullah kecenderungan untuk menerima ataupun menolak terhadap cara berfikir yang sesuai dengan keilmuan tersebut. Seseorang ilmuwan jelas harus memiliki sikap yang positif,atau kecenderungan untuk menerima cara berfikir yang sesuai dengan metode keilmuan, yang dimanifestasikan didalam kognisisnya, emosi, atau perasaannya, dan juga didalam perilakunya.
Beberapa sikap ilmiah yang perlu dimiliki
oleh seorang ilmuwan
1. ObjektivitasSeorang ilmuwan harus memiliki sikap objektivitas, artinya bahwa ia berfikir harus sesuai dengan objeknya, dengan peristiwa, atau benda- benda yang memang ia pelajari. Tidak keluar dari apa yang ada pada objek yang ia pelajari. seorang ilmuwan berfikir objektif, akan menjauhkan penilaian yang subjektif yang di pengaruhi nilai-nilai kedirian, keinginan, harapan, serta dorongan pribadinya. Begitu juga suatu kesimpulan hasil penelitian akan bersifat objektif apabila hasil penelitian tersebut, tidak dipengaruhi oleh pandangan hidup, ras, agama, kebudayaan, faktor-faktor politik
2. Sikap Relative Sikap relative merupakan suatu keharusan dalam ilmu, karena ilmu hanya berhubugan dengan dunia phenomena yang penuh dengan perubahan, dan selalu mengalami perkembangan
Lanjutan
3. Sikap SkeptifSikap skeptif artinya memiliki pandangan yang ragu-ragu terhadap suatu ide. Menurut Descartes keraguan itu tidak hanya kepada masalah-masalah yang belum cukup kuat dasar pembuktin nya,j bahkan kepada ide yang telah kita milikipun harus ragu-ragu. Maka karena itu dia harus berhati-hati dan di teliti dalam mengambil suatu keputusan akhir dalam memberi pernyataan dan penilaian ilmiah.karena dengan keraguan ini biasanya seorang imuwan akan lebih bersikap kritis.
4. Kesabaran IntelektualSuatu penelitian ilmiah memerlukan kesabaran untuk mengumumkan hasil nya tadak tergesa-gesa berkerja dalam ilmu harus sistematis,teliti dan tekun.
Lanjutan
5.KesederhanaanKesederhanaan merupakan sikap ilmiah,artinya sederhana dalam berfikir, dalam cara menyatakan, dalam cara pembuktian. Dan Bahasa yang digunakan harus jelas dan terang, tidak menggambarkan emosional peneliti yang akhirnya dapat merusak hasil penelitiannya sendiri.
6. Tidak Memihak kepada EtikEtika berbeda dengan psikologi, antropologi, dan sosiologi, ilmu tidak mengadakan penilaian tentang baik dan buruk nya sesuatu yang diteliti. Ilmu hanya mengajukan deskripsi benar atau salah secara relative, namun pada akhirnya kalau sampai pada penggunaan hasil ilmu tadi tetap berhubugan dengan etika tertentu.
Filsafat Ilmuwan Berhubungan Dengan Etika
Etika adalah cabang dari filsafat yang membicarakan tentang nilai baik-buruk. Etika disebut juga Filsafat Moral. Etika membicarakan tentang pertimbangan-pertimbangan tentang tindakan-tindakan baik buruk, susila tidak susila dalam hubungan antar manusia. Etika adalah pengkajian secara mendalam tentang sistem nilai yang ada, Jadi etika sebagai suatu ilmu adalah cabang dari filsafat yang membahas sistem nilai (moral) yang berlaku. Moral itu adalah ajaran system nilai baik-buruk yang diterima sebagaimana adanya, tetapi etika adalah kajian tentang moral yang bersifat kritis dan rasional. Secara umum etika diklasifikasikan menjadi dua jenis; pertama etika deskriptif yang menekan pada pengkajian ajaran moral yang berlaku, membicarakan masalah baik-buruk tindakan manusia dalam hidup bersama. Yang ke dua etika normatif, suatu kajian terhadap ajaran norma baik buruk sebagai suatu fakta, tidak perlu perlu mengajukan alasan rasional terhadap ajaran itu, cukup merefleksikan mengapa hal itu sebagai suatu keharusan.