Langsung ke konten utama

NO TITLE

 [13/6 2:43 PM] 𝑬𝒍𝒛𝒂𝒏𝒅𝒓𝒂 𝑨𝒏𝒈𝒆𝒍𝒚𝒏𝒐𝒓𝒂: Hayo siapa itu yang bikin stiker Fotonya Pak Khoiron terus teks nya ada namaku? Nggak lihat storynya Pak Khoiron a, orangnya loh habis tunangan gitu.. udah nentuin tanggal nikahan juga. Ya sudah nggak papa, pokoknya Jangan dikirim ke grup yang ada guru-guru, ntar kalau dilihat guru-guru gimana? Jangan sampai dilihat guru-guru, apalagi tunangannya Pak Khoiron. Bisa berabe kalau dilihat guru-guru, apalagi kalau dilihat tunangannya Pak Khoiron.

[13/6 2:44 PM] 𝑬𝒍𝒛𝒂𝒏𝒅𝒓𝒂 𝑨𝒏𝒈𝒆𝒍𝒚𝒏𝒐𝒓𝒂: Ya sudah nggak papa, pokoknya Jangan dikirim ke grup yang ada guru-guru, ntar kalau dilihat guru-guru gimana? Jangan sampai dilihat guru-guru, apalagi tunangannya Pak Khoiron. Bisa berabe kalau dilihat guru-guru, apalagi kalau dilihat tunangannya Pak Khoiron.

[13/6 3:30 PM] 𝑬𝒍𝒛𝒂𝒏𝒅𝒓𝒂 𝑨𝒏𝒈𝒆𝒍𝒚𝒏𝒐𝒓𝒂: Paling yg aku ingat, dulu Syifa itu nangis.. soalnya temen-temennya wisuda ada orang tuanya, sedangkan Syifa pas itu kan orang tuanya gak mau datang entah alasannya apa, itu kan privasi dia. Itu Syifa diwakili tantenya setauku, habis tampil terus sungkem ke guru-guru langsung dia nangis meluk tantenya. Meskipun aku gak tanya tapi aku ya ngerti arti tangisannya dia apa.

[13/6 3:35 PM] 𝑬𝒍𝒛𝒂𝒏𝒅𝒓𝒂 𝑨𝒏𝒈𝒆𝒍𝒚𝒏𝒐𝒓𝒂: Meskipun aku gak tanya tapi aku ya ngerti arti tangisannya dia apa. Lah kamu ngerti sendiri gitu dek, anak-anak termasuk aku pada foto sama orang tua, dia sendiri nggak. Paling si Syifa cuma minta tolong tantenya buat fotoin dia sama gengnya, cuma gitu doang. Saking anunya sampai buket aja gak Bondo, buket aja leren dikasih adik kelas. Gitu itu opo gak nyesek.

[13/6 3:38 PM] 𝑬𝒍𝒛𝒂𝒏𝒅𝒓𝒂 𝑨𝒏𝒈𝒆𝒍𝒚𝒏𝒐𝒓𝒂: Saking anunya sampai buket aja gak Bondo, buket aja leren dikasih adik kelas. Gitu itu opo gak nyesek. Bahkan sampai wisuda tahfid pun tambah Kasihan, yang naik ke panggung dampingi Syifa loh siapa? Kak Rifa gitu. Kamu kan ya sama Dek, kalau ada di posisi Syifa pastinya ya nyesek sampai nangis ya.. lihat teman-teman ada orang tuanya tapi Kita enggak kan ya menyedihkan sekali.

[13/6 3:39 PM] 𝑬𝒍𝒛𝒂𝒏𝒅𝒓𝒂 𝑨𝒏𝒈𝒆𝒍𝒚𝒏𝒐𝒓𝒂: Gitu itu opo gak nyesek. Bahkan sampai wisuda tahfid pun tambah Kasihan, yang naik ke panggung dampingi Syifa loh siapa? Kak Rifa gitu. Kamu kan ya sama Dek, kalau ada di posisi Syifa pastinya ya nyesek sampai nangis ya.. lihat teman-teman ada orang tuanya tapi Kita enggak kan ya menyedihkan sekali.

Postingan populer dari blog ini

TUGAS BAHASA INDONESIA UT

Soal nomor 1:  Kedudukan Bahasa Indonesia: Bahasa Nasional dan Bahasa Negara Bahasa Indonesia memiliki dua kedudukan penting yang sering kali dianggap sama, padahal keduanya memiliki makna dan fungsi yang berbeda satu sama lain. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional bersifat sosiologis dan emosional, yakni berkaitan erat dengan identitas dan semangat pemersatu bangsa. Kedudukan ini tidak lahir dari sebuah undang-undang, melainkan tumbuh dari kesadaran kolektif para pemuda Indonesia yang diikrarkan melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 . Sejak saat itulah bahasa Indonesia diakui sebagai bahasa persatuan seluruh rakyat Indonesia. Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia mengemban empat fungsi utama. Pertama, ia berperan sebagai lambang kebanggaan nasional yang mencerminkan nilai-nilai luhur dan jati diri bangsa. Kedua, bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang identitas nasional yang menjadi ciri k...

DRAFT TUGAS ARTIKEL ILMIAH PPKN UT

Peran Keluarga dalam Membangun Demokrasi yang Beradab 📚 Pendahuluan Demokrasi di Indonesia adalah amanat konstitusional yang berlandaskan pada Pancasila. Namun, praktik demokrasi yang ideal tidak hanya diukur dari aspek prosedural, seperti pemilihan umum, melainkan dari kualitas keberadaban warganya dalam berinteraksi politik dan sosial. Demokrasi yang beradab (civilized democracy) menuntut adanya etika, moralitas, toleransi, dan tanggung jawab yang tinggi dari setiap individu (Al-khansa & Dewi, 2021). Sejak era reformasi, Indonesia menghadapi tantangan serius terhadap kualitas keberadaban ini. Reformasi, yang awalnya membawa euforia kebebasan, ironisnya turut menciptakan masalah baru seperti peningkatan korupsi, vandalisme, dan yang paling krusial, hilangnya karakter bangsa yang dulunya dikenal santun dan berbudaya (Rahardjo, 2010). Krisis karakter ini secara langsung mengancam fondasi demokrasi yang sehat. Fenomena ini menunjukkan adanya kelemahan dalam proses pembentukan karakt...

CHAT RANDOM PAK KETU

 [2/5 11:48 AM] +62 856-4843-2105: tadi ngga jadi maju soalnya kamu gaada [2/5 11:48 AM] +62 856-4843-2105: diundur minggu depan kelompok kita [8/5 6:40 PM] Elzandra Angelynora: Besok jadi online jam berapa kak.. aku barusan masuk grup info soalnya [8/5 6:56 PM] +62 856-4843-2105: kenapa kok keluar grup? [8/5 7:24 PM] Elzandra Angelynora: Yg grup informasi psi.a1 itu kan aku barusan masuk kak.. jadi nggak tau infonya. Kemarin semua grup kelas aku keluar soalnya kan kebanyakan grup dan kemarin nggak tau tiba-tiba jengkel sama anak-anak, nggak tau kenapa. [8/5 7:30 PM] +62 856-4843-2105: usia udah kepala 2, harusnya udah bisa ngontrol emosi lebih baik [8/5 7:31 PM] +62 856-4843-2105: besok online jam 1 siang [8/5 7:40 PM] Elzandra Angelynora: Iya kak.. pelan-pelan berusaha gitu, cuma kan karena efek PMS jadi tiba-tiba kayak gitu. Kalau bukan karena PMS nggak mungkin aku jengkel sama anak-anak secara tiba-tiba tanpa ada sebab yg jelas. [8/5 8:15 PM] +62 856-4843-2105: oalah [8/5 8:15 ...