Empati merupakan proses kompleks yang melibatkan koneksi antara berbagai komponen kognitif, emosional, dan interpersonal. Terbentuknya empati melibatkan beberapa elemen:
1. **Pemahaman Emosi:**
- Kemampuan untuk mengidentifikasi dan memahami emosi, baik dalam diri sendiri maupun orang lain.
- Keterampilan membaca ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan tanda-tanda emosional lainnya.
2. **Perspektif Bersama (Perspective Taking):**
- Mampu melihat situasi dari sudut pandang orang lain.
- Berusaha untuk memahami bagaimana orang tersebut merasakan atau memandang dunia.
3. **Resonansi Emosional:**
- Mampu merasakan atau mencoba merasakan perasaan orang lain.
- Kesadaran dan kepekaan terhadap dinamika emosional.
4. **Kontrol Emosional:**
- Kemampuan untuk mengelola respons emosional kita terhadap perasaan orang lain.
- Menjaga keseimbangan antara meresapi emosi dan tetap mempertahankan keterlibatan yang sehat.
5. **Komunikasi Empatis:**
- Kemampuan untuk mengungkapkan pemahaman dan dukungan secara empatik.
- Penggunaan bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan kata-kata yang mendukung.
6. **Kesadaran Kultural:**
- Mengakui perbedaan dan konteks budaya dalam memahami perasaan dan pengalaman orang lain.
- Berusaha untuk memahami latar belakang budaya yang dapat memengaruhi persepsi dan ekspresi emosi.
7. **Pengalaman Pribadi:**
- Kadang-kadang, pengalaman pribadi yang serupa dapat meningkatkan empati karena seseorang dapat merelakan dirinya ke dalam pengalaman orang lain.
Empati dapat berkembang sepanjang hidup dan dipengaruhi oleh pengalaman, pendidikan, dan kesadaran diri. Latihan kepekaan terhadap perasaan orang lain dan keinginan untuk memahami perspektif mereka dapat memperkuat kemampuan empati seseorang.
Persepsi sosial -> penilaian / interpretasi
Empati menciptakan hubungan sosiL yg baik. Ada kaitannya dg keakraban. Ketertarikan sosial & jatuh cinta.
Hubungan sosial yg baik: empati.
Konsep self-help atau bantuan diri merujuk pada upaya individu untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengatasi tantangan hidup mereka sendiri. Berikut adalah beberapa prinsip dan konsep utama yang terkait dengan self-help:
1. **Pemahaman Diri:**
- Proses penjelajahan diri untuk memahami nilai-nilai, keinginan, dan kelemahan pribadi.
- Refleksi diri dapat membantu individu membuat keputusan yang lebih baik dan mengembangkan tujuan hidup yang lebih baik.
2. **Perencanaan Pribadi:**
- Membuat rencana yang terfokus untuk mencapai tujuan dan memecahkan masalah.
- Memiliki visi jangka panjang dan tujuan jangka pendek untuk memberikan arah pada tindakan sehari-hari.
3. **Keterampilan Manajemen Stres:**
- Belajar cara mengelola stres melalui teknik relaksasi, meditasi, atau aktivitas yang menenangkan.
- Meningkatkan toleransi terhadap ketidakpastian dan mengembangkan ketangguhan mental.
4. **Komunikasi Efektif:**
- Meningkatkan keterampilan komunikasi untuk membangun hubungan yang sehat dan memecahkan konflik.
- Belajar mendengarkan dengan empati dan mengungkapkan diri dengan jelas.
5. **Keterampilan Pengambilan Keputusan:**
- Mengembangkan kemampuan untuk membuat keputusan yang efektif dan mengelola risiko.
- Memahami konsekuensi dari setiap pilihan dan membuat keputusan yang sesuai dengan nilai dan tujuan pribadi.
6. **Optimisme dan Pemikiran Positif:**
- Mengarahkan pikiran ke arah yang positif, menghargai keberuntungan, dan mengembangkan sikap yang optimis.
- Fokus pada solusi daripada masalah.
7. **Rencana Kesehatan Mental:**
- Menciptakan rencana kesehatan mental yang mencakup kebiasaan sehari-hari untuk kesehatan pikiran.
- Mengakui tanda-tanda kelelahan mental dan mencari dukungan ketika diperlukan.
8. **Penguatan Diri dan Pembinaan Diri:**
- Membangun rasa percaya diri dan keyakinan diri melalui pencapaian kecil dan pemantapan.
- Berkomitmen untuk pertumbuhan pribadi dan pembelajaran sepanjang hidup.
9. **Jaringan Dukungan:**
- Mengidentifikasi dan membangun jaringan sosial dan dukungan, termasuk teman, keluarga, atau komunitas.
- Mengetahui kapan mencari bantuan profesional jika diperlukan.
Self-help bukanlah menggantikan bantuan profesional dalam beberapa situasi, tetapi seringkali merupakan komponen yang berharga dalam membangun kesejahteraan pribadi. Setiap orang dapat menyesuaikan konsep self-help sesuai dengan kebutuhan dan keadaan pribadi mereka.
Altruisme: nurunin ego.. seseorang yg mementingkan / nolong orang lain dalam batas wajar. Hampir sama dg perilaku menolong
Definisi
• Helping Behavior
Sebuah tindakan menolong yang dilakukan secara terus
menerus atau berulang-ulang sehingga membentuk perilaku.
Contoh: pendonor darah melakukan donor tidak hanya sekali
tapi berulang-ulang.
• Prosocial Behavior
Keseluruhan aksi yang bermanfaat dan memiliki konsekuensi
sosial yang positif, dilakukan seseorang terhadap masyarakat.
Contoh: sumbangan amal, kerjasama, sukarelawan, intervensi
ketika dalam keadaan darurat, dll.
• Altruisme
Aksi yang dilakukan oleh seseorang terhadap orang lain secara
sukarela dengan maksud menolong tanpa mengharapkan
keuntungan kecuali kepuasan batin karena telah melakukan
perbuatan terpuji.
Motivasi Menolong Orang Lain
• Pertimbangan keegoisan dari harga dan
balasan memotivasi seseorang untuk
membantu. Orang cenderung membantu
karena ada harapan perolehan material,
kepuasan dari kebutuhan individu, dll.
Seseorang sering menolak untuk menolong
jika mengeluarkan banyak biaya.
• Sikap altruistik sering didasari munculnya
perasaan empati wujud respon dari
kesusahan orang lain tanpa mengharapkan
balasan.