Plis gak kuat ini.. mendem sendiri ini. Ini sampe kapan nyimpen ini, gak mau rahasia kebongkar. Cuti ngajuin sendiri tanpa sepengetahuan orang tua. Gak kuat ngejalani semester 5 tanpa ada duit kayak gini, rasanya ambyar. Ada duit aja ampun-ampunan apalagi gak punya duit. Semua bobroknya anak A1 udah kelihatan. Ya semester 2 udah mulai kelihatan, tapi masih bisa dimaklumi. Semester 3.. semester 4, astaghfirullah, anak A1 katanya pinter², good intelectual tapi bad attitude. Kelihatannya solid tapi nyatanya enggak. Pas ngumpul kayak yg akrab, tapi pas masing².. ghibah, ngejelek²in orang selain circle mereka, utamanya yg cupu² macam kayak aku gini. Hubungan sama teman sekelas udah kayak beling pecahan piring, kan pasti beret gak semulus pas awal². Ini yg gak enak. Alasan cuti: 1. Krisis keuangan. 2. Gak punya muka di depan anak² A1, udah di cap jelek gak bisa di mediasi lagi. Gara² tugas kelompok utamanya psi. SDM & metopen ini yg nggarai hubunganku sama anak² A1 jadi hancur. Kalo kelompok gak zonk kan gak mikir². Lah ini psi. SDM apes sama Nadia, Saskia, Nabil, Galang, Nizar, Aziz. Metopen sama Dian, Risa, Salsa, Sirril, Novin. Psi. Abk sama Nadia, tapi ketulung Nandito pinter. Yg gak strict kayak obswan, psi.islam, psikom, psi.sosial, kemuhammadiyahan, ibadah akhlak & muamalah yg gak strict kok hoki. Ah entahlah. Pokoknya emoh balik sama anak² A1. Udah resmi cuti, komplit tanda tangan dosen wali, kaprodi, dekan, kepala perpustakaan, kepala bagian keuangan, dan direktur direktorat akademik. Istighfar wegah balik ke A1 angkatan 2022. Capek. Udah gak bisa dipertahankan. Cari tempat dimana aku diakui, diterima dengan baik & disupport sampai lulus. Semoga ya lika-liku kampus bisa dilalui sama orang seperti kak Tria.
Soal nomor 1: Kedudukan Bahasa Indonesia: Bahasa Nasional dan Bahasa Negara Bahasa Indonesia memiliki dua kedudukan penting yang sering kali dianggap sama, padahal keduanya memiliki makna dan fungsi yang berbeda satu sama lain. Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional bersifat sosiologis dan emosional, yakni berkaitan erat dengan identitas dan semangat pemersatu bangsa. Kedudukan ini tidak lahir dari sebuah undang-undang, melainkan tumbuh dari kesadaran kolektif para pemuda Indonesia yang diikrarkan melalui Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 . Sejak saat itulah bahasa Indonesia diakui sebagai bahasa persatuan seluruh rakyat Indonesia. Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia mengemban empat fungsi utama. Pertama, ia berperan sebagai lambang kebanggaan nasional yang mencerminkan nilai-nilai luhur dan jati diri bangsa. Kedua, bahasa Indonesia berfungsi sebagai lambang identitas nasional yang menjadi ciri k...